Monster Labil

Monster Labil
Kebenaran dan Kepalsuan


__ADS_3

Oke.


Membuat lubang kuburnya sudah selesai. Gak ada lagi kan yang harus dikerjakan? Kalau begitu sebaiknya aku pulang saja.


Uhh.. celanaku kotor sekali.


Istirahat sebentar dan membersihkan badan. Sekitar jam 11an aku pergi ke rumah almarhum untuk ikut memandikan.


Sesampainya, rupanya aku telat. Tapi syukurnya banyak yang membantu memandikan almarhum, aku lega. Ada ustadz Thaberani juga. Menyewa kah? Itu yang terlintas ku pikirkan


.


Aku langsung mengambil buku Yasin dan membacanya di samping orang lain. Sembari membaca aku melihat mereka memandikannya. Teringat tentang kematian yang pasti akan terjadi bagi kita semua.


Aku berdiri setelah selesai membaca surah Yasin. Melihat dan mempelajarinya proses pemandian.


Tercium bau tak sedap. Ya, itu adalah bau tinja. Jika manusia mati, semua sistem organ dan lainnya berhenti bekerja. Isi pencernaan harus dikeluarkan dengan menggosok-gosok perut kata guru Ilmi yang pernah diajarkan lewat ceramahnya. Aku melihat pipa panjang pembuangan dari wadah khusus memandikan mayat sampai ke tempat limbah, dekat wc. Hmm..


Melihat yang dari segi yang lain.


Sarung tangan. Cara mengguyurkannya. Jumlahnya. Bagian-bagian yang dibersihkan. Ah, ini sudah pertengahan prosesnya. Hal yang cukup penting bagiku tentang ustadz Thaberani. Aku penasaran dengan sosoknya. Sedikit yang aku tahu darinya hanyalah sifatnya yang murah senyum. Uh.. aku jadi teringat pernah melihatnya ngebut di jalan karena terburu-buru. Sumpah ngebut banget đŸ˜‘Â  mungkin meteran kecepatan kendaraannya sampai 70an ke atas. Gak bawa helm lagi. Uhh.. makanya aku penasaran, siapa tahu aku bisa dapat pelajaran bagus.


Ada yang langsung memanggilnya guru karena memang beliau sudah terkenal luas bahkan rekan kerja magangku dulu menyarankanku untuk ikut pengajiannya. Ah kalian pikir aku memandang salah tentangnya? Sedikit keraguan sih.. tapi kalau sudah bisa menjadi orang yang ramah senyum pencapaian wibawanya pasti bagus. Ya! Murah senyum itulah pelajaran bagus hari ini tentang beliau.

__ADS_1


Kembali melihat jenazah yang sudah hampir selesai dimandikan. Aku tiba-tiba termenung dan hati berucap "enaknya bisa meninggal" sambil menatap wajah jenazah.


Eh? Aku sendiri juga heran.


Aku coba mencari penyebab mengapa hatiku bisa bilang begitu.


Mungkin saja, karena yang memandikannya adalah seorang guru. Bagaimana tidak, pasti kita mengharapkan kematian yang indah.


Kemudian karena ini bulan Rajab, bulannya istigfar. Aku dengar almarhum meninggal terbaring dekat pintu. Sempat teman yang melihatnya mengira almarhum sedang istirahat berbaring. Kematiannya pun tak disangka di sore hari. Hal paling pertama yang terlintas oleh ku apa yang dikerjakan almarhum terakhir kalinya adalah amalan istigfar.


Tak ada yang tahu..


Tapi ada tanda-tandanya yang terlihat jika seseorang meninggal diridhoi oleh Allah.


Selesai memandikan, kami harus mengangkat almarhum ke tempat yang sudah disiapkan untuk mengkafani.


Uhh berat banget.. wajar aja sih.


Di ruang tamu tujuannya. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat ku kenal. Ya, suara dari keluarga ku yang suka protes terhadap kelakuanku. Mereka mencari aku.


Untuk apa?


Apa mereka tak sadar diri dengan perbuatan yang telah dilakukannya?

__ADS_1


Aneh, bisa-bisanya sok akrab.


"Nah itu Hafidznya" katanya setelah kami meletakkan almarhum.


Aku abaikan. Penghargaan dan pujian hanyalah racun untuk kesehatan hati.


Ignoring the Truth


Kemampuan baru dari Beaster untuk menolak muslihat sekaligus mengungkapkan kebenaran. Tingkatan dari melihat sikap kepribadian menyimpan yang merujuk padaku dalam bentuk tipu daya agar aku lengah.


Takkan pernah lagi..


Aku yang sekarang jauh lebih kuat dari yang sebelumnya.


Pemakaman langsung dilakukan setelah sholat kifayah.


Saat proses pemakaman hujan turun. Tak terlalu deras.


Aku melihat dari kejauhan sendiri sementara si Hakim bergaul dengan teman dari almuni sekolah dasar. Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi aku merasa kalau yang mereka bicarakan adalah aku.


Tak apa. Aku memang orang yang sombong, yang pelit untuk membicarakan hal yang aku pikir tak berguna.


Entahlah apa tujuanku..

__ADS_1


Aku hanya ingin menjaga diri..


__ADS_2