Monster Labil

Monster Labil
Healing


__ADS_3

Aku tahu, mengabaikan keluarga itu adalah tindakan yang salah. Bagaimana pun juga mereka pernah membantuku ketika aku masih kecil. Seperti kata orang tua kebanyakan "ingatlah usaha mereka hingga kamu bisa jadi orang sekarang ini" dikekang oleh kalimat bodoh itu seorang anak takkan pernah bisa menjadi dirinya sendiri.


Tetapi..


Aku berbeda..


Aku bisa melepaskan diriku sendiri dan mengikuti naluriku sendiri. Aku memilih mana yang baik dan tidak semuanya akan jadi pelajaran untukku.


Seberapa banyak uang, jasa, dan segala macam bantuan yang diberikan untukku takkan bisa menundukkan diriku. Bersembunyi di balik kata-kata balasan sebagai senjata untuk mengekang.


Abaikan yang kamu lihat dan ungkapkan kebenarannya..


Ibuku saja tak pernah mengekangku..


..


Jadi apa aku harus mengikuti ego bodoh kalian?


Tubuhku menjadi trauma mengingat tindakan kalian yang pernah menyakitiku. Berbeda dengan serangan fisik, serangan mental jauh lebih menyakitkan. Syukurnya aku punya karakter Hapis yang lekas pulih dari kondisi terpuruk. Jika seandainya aku terlalu larut dalam kegelapan mungkin saja aku akan bertindak jauh lebih bodoh.


Repotnya ada para pengganggu yang sengaja masuk dalam kehidupanmu.


_


Masalahnya, to do point saja.


Bagaimana cara agar aku bisa memaafkan mereka?


Berhubungan sebentar lagi adalah hari raya. Jujur jika bukan karena perintahNya, Yang Maha Memaafkan, aku takkan pernah memaafkan mereka.


Ya~

__ADS_1


Aku juga berharap agar bisa mendapatkan kemenangan dibulan Ramadhan ini dengan memperbaiki semuanya.


Memang ya..


Kalau ingin menjadi orang yang lebih baik lagi ujiannya pasti selalu sulit. Kadang emosi menelan pikiran sadar. Menjadi buta akan hal yang seharusnya dilakukan. Dan anehnya lagi, selalu saja kita yang berjuang, yang harus melakukan semuanya, untuk sekitar kita.


Tidak mudah..


...


Waktu semakin mepet, hingga habis. Kesempatan yang aku cari telah hilang seperti sebelumnya.


Aku sadar, kekurangan diriku banyak sekali.


Sebulan ini aku hanya berputar-putar gak jelas melakukan aktivitas biasa tanpa usaha yang nyata. Persiapan yang sedikit dan ilmu yang kurang.


Apakah ada kesempatan lagi nanti?


Jangan sampai yang tersisa hanya penyesalan.


Hari raya tiba..


Kemenangan sesungguhnya adalah ketika kita bisa memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti kita.


Aku sedikit menangis karna tak mampu melakukannya..


>>>> Hapis si Pencinta Kedamaian <<<<


Malam hari raya adalah reuni aku dan teman group Tahu Bulat ku. Aku masih ingat, seharusnya aku tidur lebih sih supaya bisa berharap dapat bermimpi Guru. Tapi.. uhh aku rasa, aku ingin mementingkan teman-temanku soalnya lama gak ketemu.


Sudah menjadi tradisi kami, jalan-jalan ke taman kota di malam hari raya. Yep, kami jalan kaki saja.

__ADS_1


Sepanjang jalan kami membahas hal-hal yang gak penting sebagai bahan candaan. Mulai dari membahas game, anime, bocah empire sampai khayalan perang antar sekolah bocah empire menguasai daerah kami.


Kocak! sumpah kocak banget!


Ah, kalian ingin tahu arti dari bocah empire?


kami menyebut mereka bocah empire karena anak sekolahan yang bar-bar bikin senjata tajam dari seng, gir motor bahkan membeli katana.


Hahaha! konyol banget kan!?


Bahkan ada juga ahli besi yang bikinin senjata aneh gituan.


Wkwkwk!


Kami tertawa terbahak-bahak, sudah lama aku gak tertawa lepas.


Yep, hanya ada satu tempat dimana aku bisa tertawa lepas menjadi diriku yang damai. Melepas rasa lelah dari semua masalah dunia dan orang-orang. Rasanya melegakan. Namun aku tetap menjaga imanku agar hati tidak mati. Ingat siapa yang memberi nikmat agar diri terjaga.


Sebelum pulang ke rumah, kami masih belum puas, rasanya masih ingin ngumpul bareng. Akhirnya kami bersantai di depan toki Abdi berbincang-bincang apa saja yang asik.


Lama bercerita jadinya pembahasannya ke masalah penciptaan dunia dan terus berlanjut tentang agama. Aku jadi semakin semangat membahasnya, ku lihat Aldi juga antusias. Semakin seru dan berujung ke pembahasan akhir zaman. Tentang kiamat dan agar selamat ke akhirat. Amalan-amalan yang bagus untuk diamalkan. Seperti sholat tahujjud, dhuha dan bacaan surah. Aku rasa tidak baik jika hanya memendamnya sendirian. Ilmukan harus dibagi apalagi dengan teman baikmu. Jika temanmu alim dan kuat imannya siapa tahu nanti diakhirat bisa memberi syafaat, menolong agar masuk surga.


Tidak ada yang tahu dengan masa depan orang-orang yang kita hina, siapa tahu mereka nanti bisa jadi lebih baik lagi yang tingkatnya jauh di atas kita. Tapi bukan berarti jika mereka sudah sukses kita seenaknya mengungkit yang kita sebut "kebaikan" menolong mereka.


"kalau enggak aku yang beritahu/menolongmu mana mungkin kamu bisa sukses"


Itu salah. Seolah-olah mengakui kalau kita yang bisa memberi petunjuk. Sombong kuadrat.


Aku selalu berusaha agar menutup mata pikiranku agar tak melihat kejelekan orang-orang sebab aku juga tak ingin dilihat demikian.


Huftt...

__ADS_1


__ADS_2