
Malam tadi saat aku hendak ke kamar mandi tiba-tiba saja kucing kecil ku diserang oleh kucing tetangga di atas atap kamar mandi. Kamar mandi ku terpisah dengan dapur jadi aku bisa melihat langsung kucing ku di atas loteng kamar mandi. Tanpa basa basi aku mengguyur dengan berberapa air ke atas loteng. Kucing ku melompat ke dinding dapur tempat yang memang biasanya kucing ku lewat, sementara kucing tetangga lari kocar-kacir, kadang lari ke loteng dapur. Sepertinya kucing tetangga ku ini tidak tau jalan baliknya, naik bisa turun enggak. Menggangu saja aku coba menolongnya dengan mengisyaratkan lewat sini, tapi kucing itu ketakutan. Bodoh amat repot-repot aku nolongin nanti dia terjun sendiri juga kok.
Seharusnya..
Kucing itu panggil aja Putut, dia malah naik ke loteng ruang tamu ku yang lumayan tinggi terus terjun ke loteng tetangga yang punya tu kucing!! nah gitu dong tanpa ku tolong itu kucing pasti bisa nekat cari solusi, aku kembali ke kehidupan ku dan ingin istirahat, aku masih lelah dan ngantuk. Kacaunya jam tidur beberapa hari ini membuatku tidak enak badan terlebih setelah dampak magang ku dulu yang sangat memakan energi kehidupan aku jadi lebih mudah kelelahan. Aku pernah memakai kekuatan melewati batas akibatnya aku tidak tau batas normal lelah ku, singkatnya seperti memaikan game dengan skor tertinggi tanpa sengaja dan terjadi check point disana. Aku tidak tau dikondisi mana harus istirahat. Kekuatan manusia penuh misteri. Jadi kali ini mumpung bulan puasa aku akan memulihkan tubuhku sebelum bertempur lagi dengan realita. Aku melihat layar handphone ku dan ku dapati sudah jam setengah sepuluh, kalau aku sampai tidur jam 11 lewat aku bisa bermimpi yang aneh-aneh, mungkin itu isyarat kalau aku tidak boleh tidur di waktu masuknya jam sholat. Aku membuka FB dan Line, gak ada yang seru dengan kata lain aku bosan, ini pertama kalinya aku super bosan! aku juga mulai tidak tertarik dengan game, ke warnet juga males. Aku melongo sambil melihat ke luar jendela, terlintas dibenakku kalau aku harus fokus istirahat, ya aku harus istirahat.
Iqamat sudah terdengar aku siap sholat tapi suara tetangga mengejutkanku. Rupanya tetangga ku sedang memanggil kucingnya si Putut itu yang masih terjebak di atas loteng. Eh! aku kira sudah turun, dalam hati mau nolongin sih tapi iqamat sudah terdengar, aku pun lebih mementingkan sholat. Suara tetangga mengangguku sholat, iii-ini pasti cobaan, aku meyakinkan diriku dalam rasa bersalah. Aku menghela napas. Rasa bosan bercampur dengan rasa bersalah atas kucing tetangga ku yang masih terjebak, iya masih! suara batin ku mulai berkecamuk membahas permasalahan ini.
__ADS_1
*Lagian itu kucing salahnya sendiri lompat ke sana!
*Kucing itu gak berakal, gak kayak kita
*ehhhh dia yang duluan nyerang kucing kita
*hah!? siapa peduli dengan opini mu Begitulah apa yang sedang terjadi dengan ku.
__ADS_1
Cuaca panas ditambah rasa bosan dan rasa bersalah membuatku makin gelisah, kepala ku mulai sakit memikirkannya. Kadang sengaja aku melirik ke atap tetangga dan mencari keberadaan kucing itu, Ini sudah jam 3 sore tidak ada suara dari si kucing, aa-apa jangan-jangan dia pingsan dan mati terpanggang, aku mulai panik. Aku mencoba menepis hal itu dengan berbagai alasan lagi.
Kenapa tetangga ku malah gak mempedulikan kucingnya sendiri padahal mereka suka kucing? Kenapa harus aku yang salah? Usaha sendiri kek?Aku mulai terpuruk dengan kesalahan ku. Iya aku sering melakukan ini yang selalu saja diakhiri dengan penyesalan, rasa ke tidak pedulian ini mengangguku yang ingin melangkah maju. Jika aku tidak melawan, aku.. tidak tau dan bagaimana? mungkin saja tetangga ku sudah tidak suka dengan ku akibat perbuatan ku yang membuat kucing mereka terjebak. Lagian sudah jam segini apa alasan ku untuk membantu? ahhh berisik. Aku hanya berharap pada Tuhan agar semua dilancarkan, aku berdoa di sujud terakhir sholat ashar, yang kata guru ku ketika posisi sujud disitulah kita lebih dekat dengan Tuhan dan berdoa padaNya dalam hati. Setelah selesai aku pun minta adik ku untuk membantuku. Biarlah apa yang terjadi aku tak peduli lagi, mau aku dikatain atau apalah yang penting aku ingin mengakhiri rasa gelisah ini dan menolong kucing itu yang ingin di hampiri malaikat maut. Kalau kucing itu mati akibat kelaparan atau dehidrasi kami yang menanggung dosanya atau bisa saja dosa ku yang makin parah akibat ke tidak pedulian ku, aku tidak ingin hati ku mati jadi mari akhiri semua ini.
Aku mengambil tangga dan membawanya. Aku merasa keadaan ku cukup pulih tangga ini begitu mudah ku tenteng. Sampailah, aku mendirikan tangganya dan langsung menaiki. Aku melihat kucing itu rebahan disisi lain loteng agar tidak kepanasan, aku lega kucing itu baik-baik saja walaupun terlihat kelaparan dan haus."nyaw nyaw! mau ayam goreng gak atau snack?" sambil menyodorkannyalama sekali membujuknya karena angin bertiup ke arah ku sementara kucing itu berada di pojok sana. Aku mencoba melempar sedikit daging ayam goreng tadi ke arahnya, rasanya sulit sekali karena tangganya bergoyang. Kucing itu mengendus bau ayam goreng tadi, batin ku bersorak Eureka! "oke nyaw nyaw terus kemari" dan hap aku mendapatkannya, ada sedikit pemberontakkan tapi bisa ku tangani, kondisinya lemah. Setengah dari ke tinggian tangga aku melepas kucing tadi, dalam ke tinggian segini itu kucing walaupun kondisinya lemah pasti bisa menahan tubuhnya.
*tap kucing tadi mendarat dan langsung lari ke rumahnya Ah hatiku jadi lega..
__ADS_1
Hari ini aku mendapatakan pembelajaran baru kalau menolong orang itu gak perlu dikompromikan, kalau tujuan sudah jelas ingin memperbaiki diri hajar saja dinding yang menghalangi itu. Dinding itu tidak kokoh, akunya saja yang kurang percaya dengan kekuatan ku. Ini masalah mental. Oke siap-siap taraweh..