Monster Labil

Monster Labil
Menyingkirkan


__ADS_3

Menjelaskan langsung apa saja yang telah aku lakukan pada bapaknya Gafur hanya akan membuat masalah lebih rumit. Usianya yang sudah lanjut mungkin saja respon terhadap sekitarnya berkurang. Masalah sekali kalau umur telah lewat 40 tahun tapi kebiasaan masih buruk, merubahnya gak bakalan mudah. Maka dari itu aku harus berpikir apa yang sebaiknya dilakukan untuk memperbaiki keadaan. Hanya untuk diriku dalu baru yang lain kalau pun itu bisa.


Menyingkirkan buruk sangka.


Coba lihat dari sisi lain kenapa bapaknya Gafur bisa bersikap seperti itu?


>Bersemangat..


Iya mungkin saja karena terlalu bersemangat. Aku juga pernah melakukannya dan menjadi kurang tanggap dengan keadaan sekitar karena terlalu berfokus pada diri sendiri. Termasuk dalam proses belajar.


Tak apa kalau udah tua tapi masih semangat belajar. Tidak ada kata terlambat.


Iya, iya, sekarang aku paham.


>Membantu imam lain


Kita bisa saja lelah dengan aktivitas yang berulang kali dilakukan. Nah dengan adanya pengganti yang melakukan semuanya sendiri akan memudahkan yang lain. Penonton selalu pengen yang enaknya saja tak pernah memikirkan posisi mereka. Salah dikit ngomel.


Uh nusuk banget..


Paham, paham sekali.


Kesempatan selanjutnya harus aku perbaiki.

__ADS_1


Singkat cerita.


Datanglah kesempatan itu. Aku setuju dengan pola pikir baru ini namun tetap mempertahankan caraku sendiri. Melakukan wirid sendiri kemudian pada bagian Syahadat aku akan mengeraskan suaraku dan mengikuti ritme imam agar enak didengar. Auraku berubah menjadi lebih ceria. Tujuannya agar menunjukkan sikap setuju dengan si imam. Uhh.. ini salah satu contoh niatan cari muka. Bermaksud untuk mengubah pemikiran si imam dan yang lain.


Kenapa yang lain juga harusku perbaiki?..


Karena akulah yang lebih dulu bersikap sombong makanya aku akan memperbaikinya.


Tapi apakah semua ini untuk kebaikan dia?


Banyak yang sudah pulang lebih dulu sebelum melakukan sholat sunnah sesudah magrib untuk menghindari imam yang ingin bertahlil. Akupun juga sama.


Entahlah..


Aku bicara pada hati "lebih baik aku melakukannya sendiri di rumah" dalam artian aku meragukan. Sesaat sebelum berpaling aku melihat si Hakim masih berada di tempat. Hmm..


Aku pusing karena permasalahan ini menyulitkan aku beribadah, ah mungkin saja kami. Aku paham jika aku menolak mentah-mentah orang lain itu berarti diriku adalah orang yang super sombong. Rasa bersalah akan selalu hadir setelah melaksanakan keputusan, keputusan yang aku anggap benar padahal aku sama sekali tak pernah tahu apa isi hati orang lain. Jadinya diri membuat alasan beribu alasan agar bisa lolos. Teringat kata Guru jikalau orang itu benar-benar beriman ia akan dibenci oleh 72 orang mungkin lebih.


Dibenci?


Yaa alasannya yang aneh membenci dia karena alasan yang aku anggap benar.


Pikiran selalu saja ingin menolak kenyataan.

__ADS_1


Terima saja.. oke aku akan merubah pola pikir ini. Kemampuan untuk melihat keburukan orang lain. Kalau tak salah kemampuan ini muncul karena aku ingin mengantisipasi penyihir dan orang-orang yang ingin berniat buruk pada ibuku. Alasan Beater ada..


Tapi sekarang Update-an karakter baru jauh lebih bagus dari caraku yang dulu. Selalu ceria dan tidak berpikir negatif. Tetap santuy menyimpan kebuasan di dalam diri yang suatu hari akan aku aktifkan jika sangat-sangat membutuhkannya.


Waktu isya sudah tiba bergegas aku keluar rumah ingin adzan. Ettt- hampir lupa, berniat.


Kadang kalau emang kepepet aku suka lari 


Sampai depan Langgar aku melihat bapaknya Gafur dan pak Rt duduk di bangku sedang berbincang.


Otakku sekejap merespon informasi.


Masalah. Diskusi. Makmum. Keinginan. Yang harus diperbaiki.


Uhh.. aahh tak usah berpikiran macem-macem.


Pak Rt mengisyaratkan tangannya agar aku langsung adzan. Aku mengangguk mengerti.


Masalah ini masih belum terselesaikan. Meminta maaf setelah sholat aku niatkan untuk mengampuni diriku sendiri dan tak melakukan kesalahan yang sama.


Mengaplikasikan ilmu baru untuk semua orang yang dapat aku tangkap.


Ini masih kemenangan kecil...

__ADS_1


__ADS_2