Monster Labil

Monster Labil
Tanpa Sadar


__ADS_3

Hari ini nenekku pulang dari tanah suci Mekkah. Anggota keluarga dan juga tetangga sudah siap menyiapkan perayaan penyambutan, sudah jadi tradisi. Aku dipanggil oleh Acil ku(kaka ibuku) untuk memindahkan kendaraan kaka ku ini ke halaman rumah. Aku bingung soalnya kendaraannya berat, dengan terpaksa aku berusaha sebisa mungkin. Sulit sekali.


*ah


Aku mencondongkan kendaraannya dan gak sengaja terlepas ke samping mengenai paha ibunya Bibah. Semua orang yang di dapur tentu saja kaget gara-gara aku. Belum sempat aku minta maaf langsung ditarik oleh Acilku untuk dimarahi. Tapi aku tidak merasakan apa-apa, pagi ini otakku blank.


"bawa makan dulu fidz.." kata kaka Rida tetangga sebelah rumah.


Iya benar juga aku belum makan makanya ceroboh. Enak ada yang perhatian begini. Tapi dari dulukan kaka Rida emang gitu orangnya.


Acara selamatanpun dimulai, banyak juga yang berhadir. Aku duduk di dekat adik sepupuku. Menyantap makanan lagi rupanya aku beneran kelaparan. Haha wajarlah sedari kecil aku memang lupa jam makan makanya ni tubuh kurus kering, tapi ada sedikit otot-ototnya kok wkwkw.


Beberapa menit kemudian ibuku akhirnya pulang. Senangnya. Ibuku turun dari mobil yang entah apa nama mobilnya itu, hehe aku tidak suka mengingat hal yang gak berguna. Suasana menjadi senyap, membuatku tersadar ada kejanggalan. Aku melihat wajah bapak-bapak yang berhadir sedang memperhatikan ibuku.


Hah?!


Apa maksudnya itu?! semua orang sedang melihat ke arah ibuku.


Beater langsung aktif

__ADS_1


*brak!


Aku menghajar dinding kayu rumahku. Tidak terlalu keras namun suaranya cukup untuk menyadarkan makhluk-makhluk yang tidak bisa menjaga pandangan dan rasa penasarannya.


"knapa fidz haha knpa kamu fidz.." adik sepupuku setengah tertawa


"enggak papa kok" ucapku sambil melanjutkan makan.


Bikin kesal. Tubuhku jadi gemetar. Kalau sudah tau itu ibuku gak perlu dipandang lama-lama dong. Apakah memang sesulit itu untuk menjaga pandangan?


Mau komplain tentang ibuku berarti harus berhadapan denganku dulu. Sejenak aku bisa lupakan siapa diriku dan beralih ke mode full Beater.


Ah sial! aku terlalu dalam meresapi karakter Beater. Karakter yang bersumber dari amarah dan dendam. Niat membunuh pun jadi sulit terkontrol. Ini tidak baik. Misalnya aku terlalu mudah emosi bisa-bisa kekuatan ini lepas sesukanya. Pentingnya pengendalian diri agar kekuatan ini tidak salah sasaran. Betul.. kekuatan ini hanya boleh lepas ketika seseorang yang ku sayangi disakiti. Aku harus menyimpannya. Aku harus menyembunyikannya. Untuk masalah sepele seperti ini masih bisa ditoleransi. Tapi untuk beberapa alasan aku harus benar-benar mencoba melepas kekuatan ini demi informasi yang penting. Misalnya kedua karakter ku ini belum pernah menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya atau belum pernah melakukan kendali penuh tanpa terselip sifat lainnya maka ketika penggabungan karakter..


"Hasilnya tidak akan sempurna"


Kenapa?


Sebab masih adanya perkara yang belum ku ketahui. Insting pun akan aktif sebagai penanda hati yang ragu. Pembagian sifat kepribadian ku tujukan untuk menyederhanakan permasalahan, menyelesaikan keraguan hati, membangkitkan bakat terpendam dan merapikan kehidupan yang berantakan. Hebatnya aku melakukan semuanya tanpa ku sadari

__ADS_1


*bahkan judul blog nya juga dibuat tanpa disadari


ya.. itu karena aku ingin jadi lebih baik..


Untuk informasi yang ingin ku ketahui tentang sifat sesungguhnya dari karakter ku ini mungkin di masa depan ada saat dimana aku akan kesulitan mengontrol emosi ku. Kesedihan dan kemarahan yang meluap mengendalikan penuh tubuh ini oleh permasalahan yang super merepotkan. Aku tak tau.. apakah aku benar-benar harus melakukannya? agama kan mengajarkan ku untuk tidak marah dan tidak bersedih berlebihan


kan.. aku labil lagi.. kemarin bilang ingin menyempurnakan karakter yang sesungguhnya sekarang bimbang lagi. Ahhh!! aku bingung yang mana suara hati yang mana suara jin kamvret dan yang mana kesadaran pikiran lainnya.. kepala ku sakit


Aku telah belajar untuk berpikir jernih dalam kondisi apapun. Jika masalah memang selemah itu aku akan tetap tenang hmm.. ah pusing. Biarlah aku yang di masa depan yang mengatasinya.


Sisa dua karakter baruku ini aja lagi yang belum pernah mengeluarkan penuh kendalinya kalau aku yang asli sudah pernah lepas kendali. Itu sangat menyakitkan untuk diingat ketika tubuh ini melakukan semuanya tanpa disadari atau hanya bergerak mengikuti kata insting.


Kebanggaan..


Senyum yang bisa merendahkan harga diri orang lain..


Dan permainan drama yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang ku inginkan..


Perasaan bersalah membuatku sadar.. aku akan terus berhati-hati melangkahkan giliran ku.

__ADS_1


__ADS_2