Monster Labil

Monster Labil
Antara Musuh dan Teman


__ADS_3

Kali ini aku akan bercerita tentang diri ku dan dia ,dia yang ku anggap setengah musuh. Nama panggilannya Ervan ya bisa dipanggil begitu ,kami sudah bertengkar tiga kali semasa kecil dan sampai sekarang ini kami belum berbaikan ,sungguh belum berbaikan. Awalnya sih kami ini adalah teman baik ,yup teman baik .. bahkan dulu aku sering sekali berkunjung ke rumahnya dan kami selalu bermain bersama namun sulit sekali membuatnya tertawa ,yah maksudnya tertawa dari hati .. gitu? .. hem! .. yah pokoknya begitu.


Kami sering bermain di Loyang jaraknya gak jauh dari rumah kami ,di sana merupakan perumahan baru namun jarang sekali diurus bahkan gak ada pekerjanya dan terlihat seperti kampung yang tak berpenghuni ,yup bangunannya banyak yang gak terselesaikan dan belum ada peminat untuk tinggal di area ini ,jadilah area ini sebagai tempat bermain kami ,yah sebetulnya bukan hanya tempat ini sih. Saat musim anime naruto hadir di siaran Global tv kami jadi lebih sering nonton di rumahku selepas sholat magrib di Langgar At-taqwa ,kadang kami juga merekam lagu Opening nya, entah bagaimana dulu eksperesinya ,senang atau tidak.. aku tidak mengetahuinya soalnya aku hanya sibuk menghibur diri sendiri. Pertama kami bertengkar entah disebabkan oleh apa .. aku lupa hehehe .. lalu kami baikan melalui sms ,yup sms ,yah pada saat itu kami baru mengenal apa yang namanya handphone dan berbagi nomor hp ,kami berbaikan setelahnya karena itu.

__ADS_1


Kemudian pada saat itu terjadi lagi ,maksud ku bertengkar kali ini sangat parah ,dia dan Abdi mengetahui password Facebook ku ,bagimana mereka tau juga belum ku ketahui mungkin disebabkan password FB ku pendek dan mudah dihapal ,ketika aku membuka akun ,aku melihat foto FB ku berbau porno .. aku tekejut dan langsung menggantinya .. sungguh leluconnya menyakitkan .. namun dia datang kehadapan ku .. di saat aku dan Abdi duduk di bangku halaman rumah Abdi ,dia menodongkan tangannya ke hadapanku ,aku rasa dia sangat malu untuk meminta maaf dengan ku kemudian aku bilang “kenapa ?” lalu dia menampar pipiku yah sedikit agak keras sih ,duduk lah dia di samping ku ,kami baikan dan melupakan apa telah terjadi yang terjadi.


Kejadian itu berulang lagi jauh lebih berbahaya dari sebelumnya ,dia mau menenggelamkan aku ketika kami sedang mandi di sungai ,jujur saat itu aku pikir akan mati ,semua nafas ku hampir habis dan syukurlah dia melepaskan ku ,lalu aku bertengkar lagi dengannya ,sejauh yang ku lihat dia itu selalu mencari bahan untuk melampiaskan hasratnya untuk membuat yang lain tertawa ,benar juga itu bisa menjadikan yang lain senang namun ada juga pihak yang tersakiti ,dan ku pikir candaannya itu tidaklah menyenangkan ,selama ini aku selalu menganggap hal itu tak pernah ada tapi saat aku yang menjadi bahan bully nya aku sadar bahwa itu tak menyenangkan ,aku pikir dia harus tau dengan sendiri apa yang ia perbuat itu bukanlah menyenangkan karena aku bukan temannya lagi.

__ADS_1


Teman yang lainnya menyemangati mereka berdua agar berani menyebrang ,mungkin memang berhasil yang lain untuk mengajaknya dan mereka berdua memberanikan diri berenang dari jalur berbeda ,jalurnya pendek tapi arusnya super deras aku gak yakin mereka berdua bisa ,yang satunya menyerah dan kembali tapi Ervan masih meneruskannya yang lain tidak peduli dengannya aku yang musuhnya malah bersimpati terhadapnya “Ab pegang tangan ku ,kuat-kuat lah” ,lalu aku menghampiri dia yang sedikit lagi sampai walaupun begitu dia pasti sudah kualahan mengeluarkan tenaga penuhnya tapi tetap saja aku khawatir soalnya semakin ketepi arusnya semakin deras ,lalu aku mengulurkan tangan ku ke dia ,tentu saja dia menangkap tangan ku orang bodoh aja yang mengabaikannya “yosh!” aku dan Abdi menariknya dan sampai ketepi lalu kami bermain sepuasnya sampai sore, “eh sudah berteman ya” kata Rezki berbisik ke aku.


Aku berpikir kami ini sudah berbaikan apalagi setelah kami berjabat tangan waktu itu ,namun aku tidak berpikir untuk berteman dengannya lagi ,kenapa ?,awalnya aku memang ingin berteman lagi tetapi setelah melihat kejadian di Bulan Ramadhan itu di episode Penyesalan ,aku berpikir dia tak banyak berubah dan ketika aku melempar pancis untuk menolong si korban dia malah bilang “ ah apa itu pancis buat apa dilempar ke dia” aku syok sekali tangan ku gemetar seolah-olah berhadapan dengan makhluk buas. Yang buruk di cerita ini bukanlah dia namun aku ,aku berusaha untuk memusuhinya dan tak pernah berbaikan “sudah tiga tahun fidz ,masa kamu gak memaafinnya?” Tanya Nisa ,jika aku menjadi Nisa mungkin kami sudah berbaikan dari dulu ,haaahh … sering terlintas dipikiran ku seandainya dia berubah jauh lebih baik mungkin aku akan berteman lagi dengannya begitulah namun jika seperti itu aku hanya menjadi anak kecil yang berharap semua keinginannya terwujud .. egois .. bodoh .. aku berharap bisa berubah jauh lebih baik dan dipertemukanlah aku dengan Rama di kehidupan ku ,di mata ku dia sering sekali mem bully ku .. kepribadiannya buruk selalu mengejekku akan tetapi menyenangkan bersamanya badannya yang besar sedikit membuatku ketawa yah aku harus berusaha supaya tidak mengacaukannya aku tidak ingin kejadian seperti dulu terjadi lagi ,biarlah yang dulu sebagai contoh.

__ADS_1


__ADS_2