
Aku tak tahu. Aku bingung kenapa kakak-kakak kelas itu malah marah padaku karena aku tak sengaja bilang mereka "gila"..
Serius?..
Bagaimana tidak tiap kali aku lewat samping gedung dekat gerbang sekolah mereka selalu menungguku. Dan apabila aku lewat di depan mereka bersorak gembira. Fans? Entahlah..
Wajah salah satu dari mereka agak familiar. Rasanya aku pernah bertemu dengan salah satunya di ruang UKS. Saat itu aku kelelahan sekali dan pusing setelah berlari sekuat tenaga.
Ada 2 orang kakak kelas cewek yang menjaga ruangan. Mungkin bermula dari situ mereka mencari tahu tentang diriku.
Sebutannya untuk orang-orang yang suka denganmu mungkin penggemar karna bukan sebagai teman.
Rasanya aneh, diteriaki oleh mereka. Pertama kali kurasakan ketika aku dan teman cowok kelas X-1 di perjalan ingin ke mesjid. Tak terlalu jauh dari kelas kami tepat seperti yang aku bilang di atas tadi mereka menungguku siap untuk bersorak. Aneh tau gak..
Tampang biasa saja begini malah ada kelompok penyuka seperti mereka.
Aku mempercepat langkahku karena ku rasa dan yakin bukanlah aku yang mereka maksud.
Kenapa? di kelasku ada Raga dan Rama loh yang tampangnya jauh lebih dariku yang biasa saja.
Aku tak terlalu suka situasi yang berisik makanya aku mempercepat langkahku.
"nah itu yang di depan, yang langkahnya cepat" salah satu dari mereka.
__ADS_1
Jelas aku kaget dan seperti magic aku ingin lupakan mereka dan tentang mereka. Dipercakapan temanku, aku mendengar Ikhsan memujiku.
hmm..
Tapi ya aku orangnya simpel dan bergerak sendiri. Aku punya duniaku jadi aku anggap mereka bukanlah suatu hal yang perlu dipikirkan.
Ucapan terlontar yang tak sengaja menjadi petaka buatku. Aku gak nyangka juga mereka mendengarnya. Mulai hari itu reaksi mereka berbalik menjadi sorakan kegaduhan. Mereka kakak kelas 3 aku tak berani menghadapinya. Berpura-pura tak mendengar adalah tindakan terbaik yang aku tahu. Tapi yang namanya mengacuhkan tak selamanya bisa aku lakukan. Baik jam sekolah maupun pramuka mereka selalu menghantuiku.
Aku sempat ketakutan bila ketemu mereka. Tapi aku harus hadapi dengan cara berbeda.
Mereka menungguku di jembatan mesjid. Aku harus melewatinya. Kali ini sorakan mereka tak begitu keras tapi tetep men-trigger ku.
Aku tersenyum santai dan melihat mereka walaupun sebenarnya aku takut.
"wahh dia tersenyum" kata salah satu dari mereka.
Walaupun mereka terus menyerangku tapi aku tak boleh menyerang balik.
Walaupun salah seorang dari mereka ada yang tubuhnya(maaf) tak seperti orang normal aku tak boleh memanfaatkan itu untuk menyerang balik.
Mereka tetap kakak kelas dan aku harus menghormati mereka.
singkat cerita..
__ADS_1
Lama sudah aku tak mendengar ejekan karena musim ujian. Sebentar lagi mereka lulus begitu juga denganku yang lulus dari ejekan mereka!
Horayyy!!
Tepat akhir dari cerita tentangku dan mereka adalah ketika aku berjumpa dengan ketua mereka di depan koprasi, juga yang paling cantik dari mereka yang selalu mengejekku.
"hayy" katanya dengan nada rendah yang mengundang simpati.
Yaa, ayahnya meninggal setelah ujian akhir.
Aku..
Mungkin merasa, dialah yang suka denganku. Hanya firasat.
Tatapannya yang hangat karena takkan melihatku lagi.
Inginku bilang "bodoh amat tentang perasaanmu yang campur aduk itu"
Tapi aku tak mau menyakiti dan juga tak mau bicara padanya.
Jadi..
Ini adalah untuk yang terakhir kalinya..
__ADS_1
Akupun berbalik meninggalkannya..
Selamat tinggal..