Monster Labil

Monster Labil
Pilihan


__ADS_3

*gehhh


Seminggu ini tiap harinya aku kurang tidur, menumpuk dan aku perlu membayarnya. Kalau enggak entah apa yang akan terjadi denganku tapi masih banyak aktifitas yang harus aku lakukan. Mengingat tubuhku ini staminanya rendah dibawah standar pekerjaan rumah yang sedikit sudah membuatku kelelahan. Jam tidurku juga gak seperti orang pada umumnya.


Jam 9 malam aku sudah harus tidur. Jam 4 subuh sudah bangun. Pagi gak boleh tidur sebelum waktu Dhuha selesai. Kalau gak sibuk aku bisa dapat 2 jam waktu tidur setelah waktu Dhuha, alaram siap biar kagak kelewatan tidurnya. Kalau sampai tidur diwaktu sholat atau ada kesibukan aktifitas yang mengganggu, aku tidak bakal memaafkan diriku ini. Masuk waktu sholat aku sudah tidak bisa diganggu. Siang hari setelah Dzuhur kesempatan buat tidur kecil. Di tempat tinggalku siang harinya panas banget, bikin berkeringat dan gak enak buat sholat. Ganti baju terus bikin repot, kalau mandi kena penyakit panuan dan hemat air. Gak boleh tidur kalau banyak aurat yang terbuka. Sorenya juga gak boleh tidur. Kata guru, tidur di sore hari bikin kita lekas pikun. Malamnya juga gak boleh tidur sebelum waktu sholat isya selesai. Soalnya tidur diantara jam maghrib-isya.. cari tahu sendiri, pokonya kebiasaan buruk.


Nah belum lagi aktifitas keagamaan di luar rumah yang bisa memakan waktu tidurku.


Aku tidak keberatan, soalnya aku hidup untuk beribadah, kan kan aku sudah dapat jati diri jadinya kalau aku sampai keluar dari tujuan hidup gua artinya kego*lokan ku kembali lagi. Aku akan merasa sangat hina. Aku tidak mau itu.


Lelah..


Aku harus menguatkan diriku.


Malam ini aku sudah janjian sama Yahya main Dota 2 bareng. Sudah lama terjanji dihari sebelumnya jadi harus ku tepati. Seandainya aku tahu bakalan sibuk pasti gak akan janjian.


Hmm kadang memang ya pilihan hati dan nafsu itu sulit dibedakan. Keduanya tentu saja sangat mempengaruhi kehidupan kita dalam menanggapi sebuah masalah.


Menurut KBBi, nafsu adalah selera, gairah dan keinginan yang kuat. Dalam versi ku untuk memperjelasnya ialah keinginan diri yang kuat tanpa memikirkan sebab akibat apa yang akan terjadi pada dirinya setelahnya(menuruti keinginan).


Terdengar negatif? jelas lah karena nafsu selalu mengarah ke hal yang negatif. Keinginan yang telalu kuat membuat pikirannya tidak waras. Seseorang yang selalu tunduk pada nafsunya cendrung memiliki penyakit hati, keraguan pun bisa dirasakan dalam dirinya karena rasa bersalah akan tindakan yang telah ia perbuat.


Berbeda dengan pilihan hati yang datang dari  perasaan diri dengan memperhitungkan sebab akibat dan kondisi yang mempengaruhinya. Pilihan hati itu lebih mengutamakan hal-hal yang bersangkutan dengan hasil akhir. Bedanya dengan nafsu, pilihan hati adalah pikiran akal kita.


Loh kok disebut pilihan hati? Pertanyaan yang bagus Pis..


Kenapa disebut pilihan hati? karena pilihan hati adalah bagian dari keinginan diri(nafsu).


Koreksi dikit nafsu itu keinginan kecil ataupun kuat sama saja. Jadinya mempertimbangkan gairah ataukah akal kita  salah satu diantaranya akan gugur dengan makna berbeda. Dan memperjelas siapa kita. Apakah tergolong orang yang berakal atau tidak.


Terdengar kasar sekali. Tapi begitulah.


Akhir dari pilihan kita akan selalu mempengaruhi hasilnya. Jadi hitungan lah baik-baik tindakan kita dengan mengenal diri.

__ADS_1


Sebelumnya..


Mungkin aku sudah melupakan sesuatu yang penting sehingga membuatku salah langkah. Eh? kalian pikir aku yang lumayan paham tentang kepribadian manusia selalu benar dalam bertindak? tentu tidak karena masalah itu akan selalu diatas kemampuan kita tapi masih bisa terjangkau. Hanya saja dengan usaha yang kuat. Kalau belum bisa terselesaikan sekarang mungkin nanti, nanti dan nanti diwaktu yang tepat saat hati kita terbuka menerima setiap pelajarannya.


Sekarang yang mesti aku lakukan walaupun sudah salah langkah memberikan kemampuan terbaik ku. Sudah kubilang dari dulu kalau game Dota 2 itu sangat baik untuk pengenalan diri. Tapi tentu lah aku paham gak semua orang bisa bermain game ini jadi hanya terkhususkan pada pemain yang bisa saja. Semakin pandai dia bermain Dota 2 semakin terlihat cara terbaiknya dia menanggapi suatu masalah.


Di dalam permainan Dota 2 ada tingkatan rank tiap pemain yang telah menyelesaikan Ranked Match-nya.


10 permainan sendiri(solo)


10 permainan dengan kawan(team)


Jika salah satunya permainan solo ataupun team telah menyelesaikan ujian 10 kali penampilan terbaiknya di Ranked Match pertamanya akan keluar poin Ranked Match. Solo ada poin tersendiri begitu pula team poin. Nah poin itu yang menentukan kemampuan kita apa hebat atau enggak haha. Jadi pas hendak bermain, poin rank tersebut penentu agar kita mendapatkan lawan yang sepadan nanti. Ahh aku terlalu banyak bicara soal game. Yaa itu reaksi senang karenanya aku selalu ingin menampilkan permainan terbaik ku, sekuat tenaga dan kemampuan.


Okehh!!!


3 jam kemudian..


*glekkk


Ini nih yang bikin kesal pemain lain yang satu tim kurang kuat. Huehh.. kalah lagi. Mending pulang dah.


Kepala ku rasanya sakit sekali. Begini rupanya rasa sakit memaksakan diri melawan ngantuk. Pengalaman yang bagus, memberiku inspirasi untuk meningkatkan kemampuan survival ku. Tentunya aku gak mau melakukannya lagi. Hari ini aku terpaksa saja.


Pulang ke rumah jam 12. Tidur. Bangun jam 4. Sholat. buang air. Mandi. Pergi sholat. Ke pasar. Sholat sunnah. Tidur bentar. Jam 11:30 Alaram berbunyi. Lalu bangun.


Ah badanku demam. Sudah mencapai bataskah? ughh.. Kalau aku gak sholat Jumat karena sakit? apa boleh?


Zheill: oiy oiy salah siapa sampai sakit


Serius badanku gak enak banget. Dingin udaranya apalagi air bak mandi di rumah gua yang kayak es. Tapi..


ughh.. baiklah.. kita gunakan apa yang ada. Last Breath!

__ADS_1


Langsung aku mandi melawan rasa dingin yang menggigit saraf tubuh. Rasa lelah dan mual mulai terasa.


Paksa.. lagi.. lagi..


"ka aku ikut nebeng lagi sakit nih"


Aku pun ikut kaka ku ke mesjid.


Sesampainya aku bisa istirahat dengan menyandarkan tubuh ku di tiang mesjid. Tulang punggung serasa berat makanya aku bersandar. Angin berhembus merasuk lewat kulit tubuh. Dingin. Membuatku tambah mual. Untuk jaga-jaga sebelum pergi tadi aku sempat menyimpan kantong plastik di saku ku.


Jangan bayangkan tentang muntah. Ahh.. imun tubuhku serasa mau habis aja. Tanpa pertahanan. Mungkin aku akan sakit nanti.


Dan benar. Aku sakit.


Kali ini rasanya berbeda. Sakit level medium. Kalau sakit biasa mah 1 hari sudah bisa pulih tapi kali ini cukup lama. Aku berusaha sekuat tenaga agar bisa menggunakan kemampuan Last Breath tapi tetap tidak bisa. Tubuhku meminta bayaran balik atas penggunaan kekuatan Beater. Kepala ku sakit. Suhu tubuh panas dingin. Seharian hanya bisa berbaring. Memulihkan kembali apa yang sudah ku rusak.


ugh..


Hmm apa aku akan mati? ketika manusia sakit bayangan pertama yang ia tahu adalah kematian. Kalau aku mati rasanya gak bakalan masuk surga deh mengingat banyak sekali dosa yang telah ku perbuat dengan orang-orang. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin tapi respon mereka selalu ingin menghancurkan ku.


Semakin membayangkannya semakin yakin aku ingin dipanggil. Yang ku tahu saat berurusan dengan orang-orang hanyalah MEREPOTKAN. Bikin emosi makanya salah langkah. Iya iya mending nyerah dah daripada nambah dosa lagi. Aku ingin kembali apa adanya walaupun nebus dosa dengan disiksa. Iya aku yakin dengan pilihanku. Aku pun berdoa agar cepat dipanggil. Sisanya aku serahkan saja.


Di hari kedua saat tengah malam aku ke wc mau pipis. Tiba-tiba pandanganku buram. Aku sempat panik.


"Jangan pingsan di wc" ucapku dalam hati. Selesai pipis. Aku langsung berjalan cepat menuju kamar dengan kesadaran yang hampir hilang. Sampai di kamar aku langsung rebahan. Wahh hampir aja. Kalau sampai pingsan di wc tadi tubuhku gak kuat menahan dingin dan bisa saja bakalan terkena penyakit lain. Entar tambah repot.


Kok bisa ya aku hampir pingsan? padahal baru bangun tidur. Mungkinkah karena sirkulasi darah yang tiba-tiba berubah akibatnya penyaluran oksigen di otak terganggu.. apalah itu yang pasti ada kaitannya dengan tubuh kurang fit baru bangun langsung ngelunyur ke wc. Siapa yang bilang? ahh aku hanya menggunakan instingku untuk memahami situasi.


Belum ada tanda-tanda kondisiku akan membaik. Mengepal tinju pun sulit, tenaga ku masih seperempat dari tenaga normal.


Huhh.. Dalam keadaan lemah seperti ini. Aku tidak bisa melakukan banyak hal. Seandainya ada masalah besar datang menimpa ku sementara aku tidak berguna.. mungkin aku akan lebih menyesal lagi.


Kecerobohan kecil yang dianggap remeh mungkin akan sangat berdampak lebih besar apabila terus menerus dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2