Monster Labil

Monster Labil
Mr. Misterius


__ADS_3

Aku menyukai dia yang sekelas denganku..


Aku melihatnya begitu bersinar, kehidupan ceria yang dia jalani memberikan kesan dalam hatiku..


Aku pun ingin bertindak untuk melampiaskan rasa suka ku terhadapnya..


Karena aku suka dengannya..


Kisah lama ini agak memalukan untuk diingat. Dimana masa-masa sekolah ku yang paling terlabil parah yaaang pernah ada.


Namun aku ingin berbagi kisah ini agar semua tahu dengan detail fakta yang terjadi waktu itu.


Aku tergolong orang yang pemalu dan gak pede-an. Ditambah tidak romantis dan humoris.


Jadi.. bagaimanakah agar aku bisa mengungkapkan rasa suka ku terhadap dirinya.


Terlintas di benak tentang coklat, semua orang pasti suka coklat. Ku rasa dengan sebuah coklat bisa membuatnya senang. Hihi aku belikan coklat Silverqueen untuknya.


Besoknya tanpa rencana aku gak tahu bagaimana cara menyerahkan coklat ini padanya mengingat culunnya diriku ini.

__ADS_1


... emmm.. bingung..


Sebuah kesempatan baru datang lagi. Ketika orang-orang di kelas tidak ada aku menghampiri tempat duduknya. Selanjutnya bisa ditebak. Aku taruh saja di dalam tasnya, tanpa izin. Maaf ya.


Kurasa aku sukses. Ku lihat esok harinya dia begitu semangat apalagi ketika berbicara dengan temannya. Cukup mengagetkan. Aku juga senang.


Selanjutnya aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Sumpah tiba-tiba jadi dungu. Jadinya aku melawati hari dengan biasa saja.


Sampai pada tahap masalah pertama ketika aku sekelompok dengannya. Waktu itu aku tidak bisa memberikan bantuan sama sekali sebagai anggota, kerjaannya hanya bercanda alhasil dia memarahiku. Seketika itu pun rasa suka ku terhadapnya berkurang drastis. Hari demi hari aku menjadi tak suka dengannya. Kekanakan sekali bukan? ya, itulah diriku pada masa sekolah. Pada tahapan labil yang paling parah ketika menyempurnakan karakter Beater. Semua yang dipandang ku hanya karna satu kesalahan saja sudah bisa berbalik tajam layaknya paku.


Bodohnya lagi aku bercerita keburukannya pada teman sekelas ku.


Hingga aku tahu ketika Amal bilang kalau dia sudah menulis apa yang dia alami di sebuah blogger-nya.


Kebodohan..


Mendapatkan pelajaran penting sebagai pencegahan dimasa depan kelak ketika aku menyukai seseorang.


Makanya aku sering minta maaf padanya. Kesalahanku yang kecil pun aku langsung minta maaf. Karena aku lemah tak bisa berbuat apa-apa, membuatku down dan ingin cepat lulus untuk menyelesaikan sesuatu yang ada dalam diriku. Kehidupan sosial hanya membuatku tidak fokus.

__ADS_1


Tapi setelah kejadian itu entah kenapa aku jadi lebih menyukainya walaupun aku tahu aku tak mungkin bisa jadi kekasihnya. Aku tahu kekurangan ku tapi aku ingin dekat dengannya.


Masih jika satu kelompok dengannya aku jadi gembira. Kepribadian Hapis yang kekanakan pastilah menyukai suatu hal yang luar biasa terlihat di dalam dirinya.


Ketika dia berpidato. Menyelesaikan tugas. Menjadi peringkat pertama. Menjadi yang disuka oleh guru. Banyak alasan mengapa aku menyukainya.


Purple yang anggun..


Begitulah mungkin warna aura yang dapat membuatku terpikat. Bagiku, Hapis, bukan dari kepribadian yang lain.


Hapis menyukainya sementara Beater tak suka dengannya karena kesalahan.


Dua kepribadian yang berbeda dan satunya lagi tak bisa diperkirakan, Zheill.


Jalan cerita semakin jelas terlihat ada saat dimana aku menyukainya, tak suka dengannya dan ingin merelakannya. Makanya saat itu aku jauh lebih kebingungan terhadap diri sendiri dibandingkan dengan tugas sekolah.


Perkara yang menghalangi perasaan suka ku terhadapnya adalah inginnya hati mencari tempat untuk menyempurnakan karakter..


Tapi jangan salah sangka dulu. Bukan berarti tujuanku adalah dirinya karena jika alasanku adalah dirinya maka aku takkan pernah melangkah maju.

__ADS_1


Hingga..


Telah lama terlupakan, rasa suka itu kian pudar dan akhirnya hilang. Sekarang yang ada dalam pikiranku hanyalah bagaimana mencari cara agar menjadi lebih baik lagi. Tak ada luang waktu untuk menyukai seseorang.


__ADS_2