Monster Labil

Monster Labil
Hancurkan Dinding Egois


__ADS_3

Nama ku Hafidz Rachmadana bisa dipanggil Hafiz, aku lahir di keluarga yang sederhana dan tempat tinggal sederhana pula. Kehidupanku bermulai ketika SMA yang mana saat itu aku mencapai “tingkat kesadaran standar” melalui secret situs .. bisa diartikan keinginan logis yang mencakup 20 persen kapasitas otak, yah setiap manusia pasti mengalaminya ..  walaupun awalnya aku ragu tapi berkat banyak hal termasuk itu aku menemukan tujuan ku, tujuan ku yang sebenarnya .. ya begitulah namun tujuanku itu tidak ada kaitannya dengan pelajaran sekolah jadinya aku mau serius ketika aku lulus SMA aja.


Bulan April adalah bulan kelahiran ku bukan saat bulan Ramadan, kebanyakan orang-orang berpikir kalau aku lahir di bulan Ramadan sebab nama belakang ku  “Rachmadana”, kemudian orang yang menanyakan menjawab “eh bukan ya?” begitulah seperti sedikit merasa bosan, akan lebih baik jika tidak ada orang yang tahu hari kelahiranku .. ah jadi teringat sesuatu boleh aku ceritakan? mungkin agak sedikit berguna. Ini tentang hari ulang tahunku, waktu itu aku sedang duduk di kelas masih kelas satu SMA tiba-tiba dua teman ku mengasih aku kado ulang tahun, aku benar-benar kaget plus mati rasa karna malu, dua orang itu bernama Fidya dan Rusda kami kenal pada saat pendaftaran masuk SMA, sebenarnya aku ingin nolak tapi karna udah terlanjur makanya aku terima, isinya pun tidak membuat ku tertarik biar diganti dengan 1 kg batu akik .. sama sekali tidak membuatku minat. Bisa dibilang aku ini aneh .. sangat aneh .. akan tetapi itu adalah kado pertama ku dan juga yang memberi teman terbaik ku, sungguh terimakasih .. tapi tetap aja aku gak mau ada kejadian yang kedua kalinya .. kenapa aku bilang begitu karena aku ini tipe orang aneh yang jarang serius melakukan sesuatu, begitulah otak ku berpikir ..


aku tidak terlalu suka dengan hal yag meriah ..

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu akhirnya tibalah hari perpisahan, coba tebak menurutmu aku akan datang atau tidak, sebagai refrensi aku ini tidak suka bergaul dengan orang yang menyukai sisi dunia, yap ! .. aku gak bakalan datang walaupun ada seseorang yang berani mengajak aku untuk pergi ke acara perpisahan dan aku akan beralasan “oh iya aku lupa beli baju sasirangan” begitulah .. padahal aku sudah mempersiapkannya. Sebagai manusia yang suka bermain game perang .. keajaiban itu hanya sedikit bisa tercapai untuk player .. kenapa .. karena ada hal yang perlu diperhatikan dalam bermain game .. pertama kekuatan, kedua strategi dan terakhir skill .. hem apa aku lupa hal yang lainnya? intinya kau hanya perlu mempelajari situasinya dan berusaha tenang atau mungkin kau menikmatinya .. jika kalian bisa memahaminya maka akan ku jelaskan permasalahannya ..


Sebelum ujian akhir sekolah teman-teman ku sering datang kerumah ku tak lain tak bukan untuk bermain game, sebetulnya aku senang bisa mengenal banyak dari teman-teman dan juga aku sedikit terbantu akan kehadiran mereka *masalah pribadi* aku tidak menyuruh mereka datang tapi mereka yang datang dengan sendirinya .. aku sih tidak keberatan tapi adikku dan juga nenekku masih belum tau apa eksperesi mereka .. tapi kayaknya .. fine fine aja, okelah boleh datang kok.


Seperti yang ku bilang tadi aku fine aja tapi kelamaan aku juga merasa terbebani apalagi dengan kehadiran Daniel maka dari itu aku cari opini dan fakta untuk sebuah alasan seperti halnya adik ku yang mulai terasa terganggu dengan kehadiran teman ku, sebelumnya akan ku jelaskan teman-teman ku yang sering datang, pertama Novan orangnya pelawak, kedua Daniel .. sangat jago bermain Dota tapi suaranya bising dan agak bawel, Agung .. ah dia mah jarang datang dan juga gak bisa bermain game tapi orangnya baik, lalu ada Yahya .. orangnya biasa suka ikut-ikut musiman *maksudnya suka ikut hal yang sedang ngetrend*, terakhir ada Abdi .. yah orangnya bisa sedikit melawak tapi suaranya kalo bicara itu pelan sekali mungkin mirip denganku. Okeh dengan begini aku bisa menjelaskan situasinya.

__ADS_1


Selanjutnya kami akan versus 3 lawan 3 ,aku dapat kelompok Radiant bersama Abdi dan Fiqri dan musuh kami adalah Yahya, Novan dan Daniel dari tim Dire .. ujung dari pertarungan ini bisa aku tebak jelas lah kami kalah, dilihat dari jenis ke kompakkan tim, tim kami lah yang jelek karna apa karna aku gak bisa konsentrasi mendengar Abdi diomelin terus sama Fiqri mereka berdua mirip seperti bertengkar tapi gimana yah gak begitu jelas dan disisi lain si Yahya .. dia begitu menikmatinya setiap ucapan yang dia utarkan begitu senang dan cerewet itulah yang ku tahu saat mendengarkanya terlebih saat konflik seperti ini, hem bukannya hal ini sudah biasa, lalu aku tersenyum sambil mengatakan “ah ini cuman game gak perlu seriuslah” seperti itu lah tindakan ku sampai pertarunganya selesai, mulai hari itu ketika aku mau me-sms Abdi untuk datang kerumah ku main game aku merasa gak enakkan bahkan ia menjawab atau membalas sms ku “kawan mu datang juga gak?” terlihat jelas keraguannya untuk datang bermain karna aku kenal ia dari sejak kecil.


“oi sudah mau jam enam nih gimana sholat kita?” ungkap aku mendesak yang lain, ini sudah biasa terkadang kami bermain sampai mau magrib, aku meragukan mereka maksudku teman-teman ku ..apa mereka sering sholat di rumah atau di tempat ibadah, kami terlalu bersenang-senang termasuk aku .. tanpa sadar aku selalu berbuat salah .. kesenangan demi diriku sendiri.


Datanglah konflik baru antara aku dan Daniel kali ini aku yang diomelin karna salah mengambil karakter, aku benar-benar marah tapi inilah kesempatanku. “ahh aku bosan main game ini sudah” benar alasan akan selalu menimbulkan masalah cara inilah yang sangat efektif untuk mengakhiri penderitaan mereka, soalnya aku meragukan mereka .. apa mereka sholat setelah pulang tiap kalinya, jika tidak aku lah yang menyebabkan mereka begitu karna meminjamkan tempat bermain dan lupa waktu sholat walaupun sholat ashar saja, layaknya keajaiban saat bermain game strategi kesempatan ini akan sangat berguna akan tetapi resikonya buatku karna sudah terbiasa mereka hadir dan bawel di rumah ku kali ini aku harus kehilangannya, begitu pula ku pasti bakal kesulitan untuk berbicara dengan Daniel atau mungkin kami bakal tidak akan berteman lagi karna konflik ini .. “yah terserahlah” aku bilang begitu bukan berarti aku punya banyak teman justru aku selalu kehilangan banyak teman. Pada akhirnya mereka gak lagi berkunjung kerumahku.

__ADS_1


Kenyataannya yang egois tetaplah aku . .


__ADS_2