
Seiring berjalannya waktu aku mulai merubah sikap dan prinsipku. Aku mulai menunjukkan perbedaan yang mencolok dari segi pemikiraanku.. yang jika dikombinasikan dengan hal lain akan membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda tentunya. Sebagian teman-temanku sudah ada yang menyadari bahwa aku berubah sudah terlalu jauh. Aku tahu temanku yang menganggap aku berubah terlalu jauh kini yaitu Nisa. Padahal aku dan Nisa itu teman yang baik bahkan lebih bagiku, dia juga yang sering mengasih informasi penting untukku dan juga bila ada tugas atau ulangan kami sering belajar bersama, tapi yang sering terjadi lama kelamaan gak belajar juga karna kami bercanda gurau. Terkadang aku juga curhat apa yang pernah kualami ke dia, ya aku menganggap dia lebih dari seorang teman. Dan karna itulah aku.. membuangnya sebagai seorang teman. Aku tahu kalau keputusanku ini terdengar gila, tapi jika kau memahami keadaanku, kau pasti akan melakukan ini juga. Aku tahu karna keakraban ku dengannya, membuatnya memandangku dengan berseri-seri, dan melewati batasan, aku menganggapnya begitu. Sekarang untuk menjauhi hal yang gak enggak dan juga membuang sebuah janji ku denganya .. aku harus menjauhinya dan menjadi orang asing dipandangannya. Aku melakukan ini demi kebaikan ku dan dia juga, aku tak mungkin membuat suatu keputusan jika tidak ada hal yang membuatku seperti ini.
Masalah yang datang karna aku, karna aku lemah dan aku akan mengubahnya sekarang menjadi suatu kebaikan.
__ADS_1
*Sms masuk* kamu ,iya kamu, kamu berubah..
Aku tahu dia sangat kebingungan, karna salah seorang temannya tak ada kabar sama sekali dan tak meninggalkan pesan terakhir. Tapi dia harus peka terhadapku agar dia tau apa yang seharusnya dilakukan. Aku ingat ketika aku di jalan ingin ke perpustakaan tiba-tiba dia lewat dengan temannya lalu temannya menyinggungku. Aku pura-pura tak mendengarnya dan terus berjalan ke perpustakaan. Kebiasaan cewek kalau lagi terkena masalah itu pasti curhat ke teman yang menurutnya bisa dipercaya, kata bu Leni ada baiknya untuk kesehatan. Memang sih ada betulnya juga, tapi bisakah untuk melihat kesisi lainnya, menurutku isi dari curhatan hati ke seseorang, hanya akan membuat si orang tersebut percaya dengan apa yang diungkapkan. Pernahkah berpikir jika curhatan itu hanya akan membuat pemahaman sesat hal ini sudah pernah ku alami, jadi ketika aku curhat ke temanku ,aku merasakan ada yang salah. Mungkin ini karna pemikiran ku yang terlalu jauh berbeda, sampai-sampai aku menganggap curhatan itu seperti bisikan setan. Ada bagiannya untuk menghasut.
__ADS_1
Saat aku menuruni tangga, aku terdiam karna ada yang menghalangi jalanku tapi aku juga diam sampai orang yang menghalangi itu sadar kalau aku mau lewat. Ketika ia sadar dan membukakan jalan, aku justru memasang tatapan konsong dan lewat dihadapan mereka tanpa berbica sedikit pun, kemudian orang yang menghalangi tadi berkata "senyum dikit napa.." menyinggungku, aku hanya diam dan terus melangkah ketujuanku. Yah sekarang ini aku bisa dibilang kurang senyum kepada orang lain, tidak seperti dulu murah senyum. Walaupun aku terlihat menyenangkan ketika di kelas, sebenarnya aku sedang bersiap-siap, aku juga sedang mencari celah untuk mengekspresikan perubahan ini dan merubah keadaan disekitarku. Namun aku juga didesak oleh ujian kelulusan, aku harus mengonsentrasikan keduanya secara bersamaan, aku tahu ini sangatlah sulit, tapi yang namanya kuat itu pasti tidak kenal lelah kan..
Akhirnya keburukan dunia ini mulai terungkap ,siapa sangka indahnya dunia ini hanyalah sebuah jurang menuju kemaksiatan, kalau hanya satu orang saja yang melawan dunia ini gak bakal bisa, kalau hanya terjebak dalam maksiat saja gak bakal bisa merubah apapun, dan kalau hanya diri sendiri saja tak bisa dikendalikan gak bakal bisa meraih sebuah masa depan yang baik. Seperti yang kalian baca ini, aku bukanlah sejenis dengan apa yang terungkap disini tergantung situasinya tapi setiap kejadian yang ku alami kini adalah kenyataan.
__ADS_1