Monster Labil

Monster Labil
Belajar dan Belajar


__ADS_3

Terlahir di keluarga sederhana membuat karakter ku terbentuk dilengkapi dengan sifat turunan dari kedua orang tua. Kadang saat kecil aku memang menginginkan menjadi orang yang kaya. Bukankah itu hal yang wajar, cita-cita dari kebanyakan orang. Iri melihat orang lain memiliki sesuatu yang tak kita miliki, namun jika kau sudah memilikinya apa kau sudah puas? "Lalu terlintas dibenak mu "jika kau miskin.. " kata-kata itu seperti magic  bayangan yang menghantui.


Aku pun pernah berharap kalau tidak ingin jatuh miskin selamanya. Agar tidak miskin tentu saja kita harus kerja dan belajar menuntut ilmu banyak-banyak. "Ilmu itu bagaikan udara" kata dari seseorang aku lupa namanya. Benar.. aku tau itu bahkan teori Big Bang sudah ku tambahi dengan jalur umumnya, seperti halnya ikan Nun ataupun tentang UFO. Hal itu membuatku perlunya berpikir luas, seluas alam semesta. Manusia adalah hal yang paling kompleks menurutku. Mereka berpikir, mereka memiliki hati, nafsu, takdir dan lain-lain. Aku pernah mencoba berpikir apakah di luar sana maksudku di galaksi lain makhluk-makhluknya memiliki agama? Ataukah seperti apakah peradaban mereka dan jenis-jenis mereka? Mungkin saja mereka benar ada.

__ADS_1


Aku terpukau dan itu membuatku bersalah karena pernah menyalahkan dunia. "Kenapa aku ini bodoh?" "Kenapa aku hidup di keluarga ini?" Padahal di sana, di tempat yang tidak pernah aku tahu jauh lebih banyak yang menderita. Mereka berperang! Anak mereka dibunuh, wanitanya diperkosa, kelaparan, kekeringan.. seandainya hidup seperti permaianan mungkin kita bisa memilih yang mana kekurangan kita dan kelebihan kita. "Aku ingin memiliki wajah seperti Raisa serta kehidupan mewah tetapi tak memiliki orang tua" dan semua orang pasti memilih wajah tampan dan cantik. Itu nafsu.


Tujuan manusia hidup memang beragam. Percayalah memahami hal yang mustahil bisa membuat kepala sakit. Hidup memang indah jika kalian menikmatinya dengan bersyukur, jika dalam masalah bersabarlah dan cari solusi terbaik dengan cermat tanpa menyakiti siapapun. Belajar belajar dan belajar tak semua masalah terletak di manusia.

__ADS_1


Saat itu kelakuan ku begitu keterlaluan, Bu Leni mungkin berpikir aku marah karena di pisahkan duduk sama Shevira atau karena pernah debat tentang UN ditunda menguntungkan atau tidak.. yaa itu hanya dugaan saja, yang penting tidak membuat Bu Leni berpikiran kalau aku sedang ngambek. Aku sangat tak terbiasa soal presentasi. Aku lebih memilih belajar sendiri karena sedari sekolah dasar memang begitu.


Aku masih ingat saat pertama test masuk sekolah dasar mencoba menulis angka satu sampai sembilan, tetapi aku menulis angka 7 terbalik hehe.. yah aku jadi teringat dengan kejadian lainnya he.. he.. he.. ah bertapa cengeng nya aku dulu.

__ADS_1


__ADS_2