
Ulangan akhir semester sebentar lagi tiba, bukan, bukan itu yang kupikirkan. Tapi kami akan berpisah! berpisah dari teman-teman yang ku inginkan. Aku sudah nyaman sekelas dengan mereka, bahkan karna mereka aku dapat mengenal banyak tentang dunia ini. Dunia yang indah akan hilang dalam beberapa bulan, setelah itu, mungkin aku tak dapat lagi tertawa. Aku mencoba menutupi semua itu, dan ku nikmati waktu yang tersisa bersama mereka. Soalnya baru kali ini aku dapat teman yang bikin aku takut kehilangan.
Namun benarkah ini wujud dari rasa persahabatan? Bila memang benar.. dapatkah aku mengetahui semua dibalik rahasia mereka, setiap curhatan mereka dan dari mereka itu.
Hanyalah teman ,teman terbaik bukan sahabat. Jelas sahabat itu berbeda dari teman, sahabat bagiku tak kenal umur, selalu berbagi setiap rahasia, dan selalu menjadi terbaik yang menguntungkan di sekitarnya.
__ADS_1
Berbeda dengan teman yang hanya sebatas mengetahui disisi tertentu. Ada pengalaman ku ketika aku memperbaharui status ku di facebook tentang sahabat dan teman, semua berjalan dengan baik maksudnya dibaca dan di like, tetapi keesokannya ketika aku tak sengaja menemukan status dari teman facebook ku, teman dekat rumahku, kata nya "semua teman ku adalah sahabat ku"
Aku tercengang dan agak dibikin bingung, rupanya temanku merespon statusku. Aku tersenyum akan perbedaan diantara kami yang begitu menarik dan ya. Begitulah..
Aku sangat perlu mendalami kejadian itu, terkadang yang kita anggap itu benar adalah salah dan yang kita anggap salah itu adalah benar, mengapa kita perlu berhati-hati, karna ada salah, mengapa kita perlu lagi karna itu benar. Dunia ini adalah kebahagian, mengapa kita harus jauh-jauh mencari kebahagian sementara kebahagian itu sendiri ada disekitar kita, kita hanya perlu menyadarinya.
__ADS_1
Mungkinkah kita bisa menjadi karakter yang bagus namun kita sendiri yang menolaknya lewat kehendak kita yang manja akan suasana senang, tenang dan damai. Akankah terbentuk karakter baru yang tahan berbagai macam cobaan?
Dunia ini memang kejam kata Mikasa, tokoh dari serial anime. Dan aku sependapat dengan nya.
Akhirnya rapot diserahkan padaku ,bukan ke orang tua ku, karna orang tua ku sudah bersama dengan ayah tiriku. Aku melihat isi rapot ku dan ada peningkatan ranking dan juga aku masuk di kelas jurusan IPA, syukurlah. Tapi hati ini tidak merasa senang. Rupanya Susan disamping ku menangis, menangis karna ingin berpisah dengan kelas ini, Raga mencoba untuk memenangkannya. Aku hanya bisa menarik napas panjang dan pergi pulang. Mau tidak mau aku harus siap menerima semua ini. Semoga saja aku bisa mendapatkan teman baru seperti mereka lagi, di kelas berikutnya atau bisa bersama mereka lagi. Aku hanya dapat percaya saja walaupun aku sudah tahu jika nantinya akan jauh lebih sulit lagi. Aku harus tegar.
__ADS_1
Baiklah.. ini bukan akhir dari segalanya akan tetapi awal dari segalanya. Masalah sudah menghadang di depan.
Siapkan kemampuan!