Monster Labil

Monster Labil
Peduli


__ADS_3

Aku punya teman yang ngeselin namanya Hakim. Kenapa ngeselin? dia itu kurang pandai bergaul dan sifat ku yang sangat sensitif dengan tindakan seseorang membuat hampir tiap pengalaman ku dengannya dibumbui rasa kesal. Sebetulnya dia adalah satu-satunya teman dunia akhirat ku dan itu membuatku harus tetap mempertahankan hubungan ku dengannya. "Kalau ada teman yang mau mengajak mu ke jalan kebaikan  jangan lepaskan" begitulah ungkapan ku. Jarang-jarang ada teman yang perhatian keselamatan akhirat. Inti dari masalah kali ini adalah pengalaman berteman dia kurang baik dan bagaimana aku harus menyikapinya. Masih tentang aku kok.


Kami pernah dapat ujian, waktu itu dalam perjalanan kendaraan ku mogok yang mengharuskan kami untuk berjalan, padahal dikit lagi sampai ke tujuan. Aku yang mendorong kendaraan ku sendiri, nah ini masalah pertama seharusnya dalam hubungan pertemanan kalau teman kamu ke susahan harus dibantu kan? walaupun akhirnya dia menolak permintaan tersebut setidaknya ada rasa simpati sedikit, dalam kasus ini aku yang harus mengerti situasi, teman ku ini susah bergaul dan mungkin ke sisi introvert, dia gak suka jadi pusat perhatian, siapa audience nya? tentu saja pengendara lain yang lalu lalang.


Aku sedang dalam kondisi mudah marah dan ujian ini bertambah. Sambil berjalan aku mendorong motor matic ku, teman ku ini gak bisa diam sama sekali, banyak sekali yang ia gumamkan aku gak bisa mendengar ucapannya karna suara berisik pengendara lain. Jadi aku lebih milih diam tidak membalas omong kosongnya. Dia sudah lama mengenalku tapi kenapa masih belum tau juga kondisi ku yang sekarang ini lagi naik darah, kesempatan mau mencairkan suasana yang kurang tepat. Sepanjang jalan aku diam saja, lebih baik begitu kalau aku membalasnya mungkin saja aku akan marah.


Kami melihat bengkel, sayangnya tutup, kali ini aku mendengar apa yang ia ucapkan katanya kita ketuk aja kalau ada orangnya di dalam, emosi ku naik lagi seharusnya kan kamu aja yang ngetuknya soalnya dia yang duluan sampai kenapa gua yang lagi dorong motor. Aku berdiri di depan bengekel, oh ya ampun ini mah bengkel buat nambal ban doang disamping itu orangnya pasti gak ada di dalam, aku menengok ke belakang nah itu mungkin rumahnya tapi biar orangnya ada pun gak ada yang bisa dilakukan juga karena bukan bidangnya.


Aku kembali mendorong kendaraan ku tanpa sepatah kata pun menjelaskan apa yang ku tahu, aku lagi emosi. Mau berharap dengan pengedara lain gak mungkin lah siapa juga yang peduli dengan kami. Sampai di tujuan kami melihat Rizal aku melihat peluang. Aku menanyakan apakah dia membawa ponsel dan peluang itu ada aku meminjamnya dan mengirim pesan lewat FB ke kaka ku. "Ka kendaraan ku mogok" begitu saja aku mengirim pesannya. Hari sudah senja sebentar lagi maghrib. Si Hakim mencoba meminta bantuan dengannya tapi aku melihat wajah Rizal yang ragu kalau dia bisa menolong makanya aku diam saja dan tak mencoba membujuknya. Ah yang terjadi biarlah terjadi setelah pengajian selesai nanti biarlah aku yang di masa depan yang mengurusnya.


Saat sholat aku melihat si Hakim menjauhkan sedikit sejadahnya dari aku yang berada disamping kirinya. Ya ampun lagian salah siapa juga bikin aku emosi, kalau bukan teman biasa aku sudah lama mencampakkan nya. Ya beginilah permasalahan ku bila berurusan dengan orang lain, mereka tidak ada rasa peduli dengan sekitarnya, tidak ada pengertian maupun rasa hormat, penuh dusta, ini membingungkan, a- aku bosan menjadi orang baik, aku sadar akan posisi ku tapi tentu saja aku belum percaya semua ini, "merepotkan" ya kalimat itu seolah-olah sedang memburu ku. Oke kalau memang itu takdir ku  aku akan berusaha dan semoga dipermudah, jangan sampai keluar Beater.


Setelah sholat isya aku bersalaman padanya dengan niat minta maaf atas tindakan ku yang kurang pantas tadi, niat saja tanpa ucapan ataupun ungkapan. Kami berbaikkan dan aku harus memainkan peran ceria ku. Sujud terakhir tadi aku berdoa untuk dipermudah dalam berbagai urusan dan ajaibnya setelah selesai acara kaka ku datang dengan istrinya. Kaka ku agak marah karena tidak menjelaskan secara detail apa yang sedang terjadi. Tumben sekali dia begitu peduli dengan ku, aku agak senang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Banyaknya pengalaman tentang sifat dan sikap seseorang memudahkan ku untuk membaca jalan pikiran mereka. Cara berpenampilan dan tindakan adalah inti dasar untuk mengambil kesimpulan tentang sifat seseorang. Jujur saja aku ini suka memilih teman.. tapi tidak semua harus dimusuhi.. ya padahal sesama saudara gak boleh saling memusihi hehe. Kau tahu? kalian pernah merasa gatal habis di gigit nyamuk? nah mungkin begitulah rasanya ketika melihat seseorang(teman) melakukan tindakan yang kurang menyenangkan dihadapan ku. Kemudian aku memusuhinya itu adalah hukuman atas tindakannya, berlaku untuk semua orang.


Aku bertindak sesuka hati?


Tentu tidak, aku juga peduli dengan mereka, posisi ku yang penting dalam suatu hubungan pertemanan adalah senjataku. Kalian sudah sadarkan kalau aku juga sering menggertak. "Aku tidak peduli dengan diriku yang ku pedulikan adalah lingkungan ku" jika lingkungan kita baik aku juga pasti baik. Aku ingin menghancurkan semua sifat buruk seseorang, mencampakkan masih lebih baik daripada tidak peduli sama sekali.


Beater memang jahat tapi aku suka dia, dia sudah banyak melindungi seseorang begitu juga aku, dirinya sendiri. Tidak ada yang mau berteman dengannya karena itulah aku menciptakannya karakter ini dari seseorang yang jahat namun peduli dengan sekitar. Kalian pasti akan bertemu dengan seseorang yang mempunyai karakter ini nanti atau memang sudah ada disekitar mu, entah apakah dia bisa menyembunyikan sifatnya di pangkat tertinggi dalam sebuah negara, sebagai seorang pembunuh ataupun pemuka agama, yang pasti emosinya harus dikendalikan dengan baik agar sifat tersebut sangat berguna.


Terdengar konyol ketika seseorang mengatakan ia ingin merubah dunia ini sebelum ia memperbaiki lingkungan sekitarnya, rasanya itu gak mungkin.. tapi.. tetap ada peluang kecil. Butuh tekad yang kokoh dan rencana yang super cerdas "agar tidak ada rasa penyesalan yang tertinggal".


Sebetulnya sifat asliku suka berteman dengan siapa saja, aku akan menerimanya tapi ketika melihat tindakan yang kurang pantas pandangan ku jadi berubah. Tetapi sekian banyak pengalaman aku jadi banyak belajar dan mengerti kalau tindakan menggertak bukanlah hal yang bijak.


Kadang ya aku juga males mau menuliskan punya dia, dia oh panggil aja dia Ari, preman kelas haha. Kalian tahu aku jadi terbiasa menulis dalam kondisi kritis dikejar deadline, tulisan ku jadi makin rapi dan jarang salah menulis. Kalau dipikir-pikir lebih banyak untungnya daripada rasa tertekan seperti melihat satu titik hitam di kertas yang putih. Sekolah ku juga punya geng preman dan Ari adalah salah satu anggotanya, sedikit informasi.


Nah pas hendak ulangan kenaikan kelas aku dapat jatah lagi menulis rangkuman dan teman sekelas merasa iba dengan ku dan mau membantuku bebas dari tahanan budak Ari. Ini puncak masalah luar biasa, soalnya akan ada terjadi bencana uaah! bagaimana tidak teman sekelas mu ingin berurusan dari anggota geng sekolah yang banyak itu. Aku mulai berpikir untuk lepas juga tapi bukan begini caranya aku tak ingin bencana besar terjadiiiii. Aku menolak untuk ditolong. Ini adalah pilihan terbaik daripada memperpanjang masalah dan juga aku waktu itu tidak punya kekuatan sama sekali untuk berkelahi. Tapi ketua kelas kami yang cewek namanya Tika melaporkan diam-diam masalah ini, Tika bilang guru juga merahasiakan masalah ini, aku pada saat itu pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti, mungkin aja preman sekolah akan menunggu ku waktu pulang sekolah dan dihajar habis-habisan, pasrah deh.

__ADS_1


Tapi kelas tiga, syukurlah aku tidak sekelas dengan preman itu dan sepertinya aku tidak pernah lagi melihat Ari disisa waktu aku sekolah disana. Aku tidak tau apa yang dilakukan para guru dengannya. Walaupun begitu tindakan guru dan Tika menurut aku yang sekarang masih kurang bijak. Pepatah mengatakan "banyak jalan menuju Rama eh maksudnya Roma" aku akan mencari solusi terbaik dalam tiap masalah "agar tidak ada penyesalan yang tertinggal". Sayang banget kan makanan yang lezat tidak kita lahap sampai habis.. mubazir tau. Kalau porsi makan kita banyak pertumbuhan kita juga akan cepat kan hihi.


Dan sampai ke tahap akhir aku akan mengambil 3 cara untuk berurusan dengan seseorang(masalah)


-Pertama aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mencari solusi terbaik


-Kedua sebisa mungkin menerimanya


-Ketiga gertakkan(tidak untuk ditiru)


Tentunya aku akan berusaha sebisa mungkin karena aku akan melangkah maju menjadi sosok yang berarti dalam cerita hidup seseorang walaupun merepotkan.. huft.


Luaskan pemikiran ku..


*krik *krikk

__ADS_1


Yah kebanyakan orang lain akan kesulitan mengenali sifat ku yang sesungguhnya karena itu aku yang akan mengenali mereka dan menjadi tokoh yang terbaik dalam hidup mereka.


Aku si Monster Labil!!!


__ADS_2