Monster Labil

Monster Labil
Hanya Suka


__ADS_3

Walaupun sudah akrab dengan teman-teman kelas aku tetap menyendiri, tidak masuk ke dalam kelompok ataupun geng-geng pertemanan. Maksudku, aku netral, aku bisa berteman dengan siapa saja. Dengan teman cewek juga bisa apalagi cowok. Tetap menjadi pendirian yang periang dan menyenangkan.


Suatu ketika beberapa teman kelas mulai membuka pembicaraan tentang siapa yang disukainya, sialnya aku ikut terbawa kelompok mereka. Ah, apa alasan supaya bisa menghindar dari pertanyaan cinta lokasiku dengan pupuput. Rupanya aku memang menjadi sasaran mereka. Indah duduk di sampingku dan memegang tangan kananku lalu memeluknya.


Hah!?.. refleks aku menariknya dan tak sengaja mengenai sedikit pipinya. Ingin ku ucapkan maaf tapi yaa situasi ini seperti ingin menyudutkanku. Gania yang duduk di meja mulai menanyakan siapa yang aku sukai diantara mereka berdua. Yaitu Ika dan Indah. Kenapa aku harus memilih diantara mereka? padahal mereka tahu kalau aku pernah suka dengan puput. Sedikit waktu untuk berpikir jadinya aku lebih memilih Ika karena ia kurus. Nampak kecewa dari raut wajah Gania.


Pertanyaan lain yang datang dari Fidya.


"fidz kamu suka puput atau Linda?"


Jahat mereka jahat.


Cepatnya aku menjawab "Linda.." ya jelas saja.


Linda adalah cewek pertama yang pernah membalas perasaanku. Dia adalah cewek kembang desa.


Cerita tentang aku dengan bermula dari pertemuan kami di panti asuhan. Kami sama-sama anak yatim.

__ADS_1


Ketika acara selamatan aku makan dengan rakusnya karna lapar. Aku tak pernah memperhatikan sekitarku dan hanya peduli dengan diri sendiri. Tokoh baru datang mengejekku. Ya, dia adalah Linda.


"dasar gajah rakus.." katanya


Apaan coba, badan yang kurus begini gak ada hubungannya dengan gajah yang besar.


Pertama aku tak membalasnya. Benar, Linda mulai hari itu selalu mengejekku dengan sebutan gajah rakus. Aku juga membalasnya dengan sebutan singa rakus. Bingung mau sebutan apa agar dia berhenti mengejekku. Tapi anehnya kami malah menuai perasaan tersendiri di dalam hati. Ahh mungkin aku saja kali yaa yang merasa.


Anehnya ketika aku berjumpa dengannya di pasar malam aku malah tersipu mengejeknya. Perasaan yang aneh ini mungkin bisa disebut cinta kali yaa.


Kembali ke kehidupan SMA ku.


Kelas kami mengadakan penentuan tempat duduk berdasarkan siapa yang paling cepat datangnya bisa memilih sesuai kehendaknya ingin duduk dimana. Ya jelas aku yang duluan datang haha.


Di kelas kami sering bercanda entah sejak kapan aku dan Raga sudah saling akrab. Kami sering duduk setelahnya. Hehe gak lagi duduk dengan Dayat. Orangnya ramah dan suka bercanda juga. Aku jadi nurut kehendaknya ketika ingin duduk di paling depan.


Saat menyalin ke buku catatan, Tessa duduk di sampingku. Ia terus menggeser posisi duduknya sampai bersentuhan dengan tubuhku. Aku pun meminta Raga agar bergeser juga tapi nampaknya agak aneh seharusnya lengan Tessa sudah mudah menulis karena mejaku hampir dikuasainya.

__ADS_1


"anu Tessa bisa geser.." suasana jadi hening.


Ahh..


Tiba suatu hari ketika Gania memberi pernyataan tentangku, menjadi akhir dariku dekat dengan Raga.


"fidz.. kamu suka Raga ya?.. nempel melulu sih" muka sinis


WHAT!!


...


Sulit dipercaya, jika selama ini teman kelasku pada melihatku seperti itu. Harus aku akhiri.


Esoknya aku tidak lagi duduk dengan Raga dan lebih milih duduk dengan Gody di tempat paling pojok belakang.


Hah!

__ADS_1


__ADS_2