Monster Labil

Monster Labil
Kalian yang Terbaik


__ADS_3

Semua manusia adalah tokoh utamanya aku maupun kalian, kita juga saling berbagi peran, peran antagonis, protagonist dan juga tokoh pemabantu atau tokoh baru bermunculan. Ada pun tokoh pahlawan menurut saya yaitu seorang sahabat, ya aku berharap tokoh itu ada dalam cerita hidupku.


Sahabat .. aku melihatnya dalam hidupku..


Ketika SMP kelas satu aku bertemu dengannya, ya dia adalah Yahya, keluarga mereka pindah rumah. Kami bertemu di musim kelereng. Pada saat itu aku juga merasa kalau ia adalah orang dari cara bicarany. Kami mulai berteman akrab dari sebuah permainan tak hanya Abdi tapi juga Aldy dan Herry kami sering tertawa terbahak-bahak bila di suguhi sebuah lelucon, kadag pula kami seperti anak kecil bila jaringan warnet lelet “nih me yutube pasti” sorak diantara kami ya faktanya begitu apalagi orang tua yang menjudi togel. Umur Aldy beda 3 tahun dengan ku dan Yahya Herry 2 tahun yup mereka masih muda perjalanan mereka masih panjang. Mereka memang memiliki sifat anak kecil karena perbedaan sebuah pengalaman walaupun begitu aku tetap berteman dengan mereka.

__ADS_1


Di kasus Abdi aku sudah dari dulu menganggapnya seorang teman, jika dibandingkan dengan teman yang lain hanya Abdi lah yang paling terbaik. Memang, dulu kami sering bertengkar tapi sekarang pikiran kami mulai matang dan aku melihat aura berbeda-beda dari mereka. Di kasus Herry kami sulit berkomunikasi dengannya, soalnya ia harus menghadapi rintangan dunia di usia menginjak 15 tahun, tak semua orang memiliki harta melimpah, mencari kerja sebuah harapan lain. Aku berharap jika aku seukses nanti bisa membantunya bukan tapi kami.


Sekarang aku mulai mencari pengalaman baru kerja di Bumi Jaya yup sebagai anak magang. Aku senang sekali mereka menyambut kami dengan cara biasa. Di tempat magang aku bertemu lagi dengan tokoh-tokoh baru, yup aku akan selalu belajar. Aku magang bersama teman BLK, aku panggil Fahmi, aku tak terlalu akrab dengannya seoalnya aura yag ia tunjukkan lain dari yang ku harapkan, ia tak menyukai ku, entahlah kenapa bisa begitu. Jujur saja aku mulai tak menyukainya kenapa? ia pernah mengentuti tepat di hadapanku, sebagai sapaan?? Bahkan saat aku mencoba berkomunikasi ia malah menuli. Kelopak mata kanan ku menutup perlahan dan hanya tersisa setengah pandangan, ya itu saat dimana aku bertemu dengannya, aku tak berharap dengannya lagi. Hanya sebagai teman magang, kedudukan lebih rendah dari pada seorang teman.


Pada minggu kedua aku mulai kelelahan, aku merasa kalau tubuh ku belum bisa mengimbangi mereka, mereka yang ku maksud anggota workshop, aku kelelahan memaksa tubuhku mempercepat perkembangan agar sebanding. Pemakaian Beater pun hanya berlangsung 3 hari dimulai saat aku kehabisan tenaga, berat rasanya. Aku tersadar seseorang memanggil ku dari belakang, katanya dia ingin aku bersama kak Albert membeli gallon, kami pun pergi dan kembali membawa 4 galon, “kak biar aku saja yang bawa” pinta ku, kak Albert pun mengizinkannya karena hari ini ia tampak kelelahan. Sesampainya di workshop aku pun memarkirkan kargo yang tinggi ini di dekat dispenser, aku angkat satu gallon dan meletakkannya di bawah disamping dispenser jua, namun saat aku mengangkat gallon yang kedua tiba-tiba saja kargonya terjungkal ke depan dan memecahkan satu gallon yang satunya lagi tutupnya terlepas membanjiri lantai. Mungkin wajah ku tak berbentuk lagi, dengan langkah kilat aku membujurkan kedua gallon tersebut supaya menghentikan alairan air yang keluar, tentu saja aku malu, terlintas aku mengingat pesan kak Almino kalau anak magang yang dulu bandel dan mencoreng nama baik BLK, padahal aku ingin memperbaikinya dangan lulusan kami ini, serasa aku pingin minggat dari sini. Jam 12 kami istirahat, kami makan bareng di tempat istirahat yang sudah disiapkan, sekarang tidak lagi, aku pergi ke kantin saja, siapa yang tahan setelah memecahkan gallon terus makan bersama meraka, mendekat pun aku enggan.

__ADS_1


Sepulangnya di rumah aku berhenti memakai tenaga dan otakku, aku lelah fisik maupun mental. Aku merbahkan tubuhku yang tiap hari bertambah beratnya di kasur, apa yang telah kulakukan dasar bodoh..


*ting tong*


Suara notifikas dari line dari group “Agen Tahu Bulat nyoi” aku meraih ponsel ku dan membukanya, aku tertawa kenapa?? kenapa masih ada kau, Hafidz?? Jangan tertawa. Mungkin ini yang di maksud sahabat, sahabat yang selalu aku idamkan dari dulu, mereka selalu saja bisa membuatku tertawa. Ya mereka adalah teman ku..

__ADS_1


Kalialah yang terbaik..


__ADS_2