
Tentang pertemanan, bergaul dengan teman yang kita sukai. Berteman dengan teman sekampung atau di tempat kita menimba ilmu. Sesuai sifat bawaan dari orang tua, kita memilih teman yang kita sukai. Aku bisa berteman dengan siapa saja. Semua jenis ragamnya kepribadian seseorang bisa ku terima. Namun beranjaknya usia dan pengalaman dalam bergaul membuatku lebih selektif mengizinkan seseorang untuk menginjak zona kehidupanku. Aku membatasi kehidupanku demi diriku sendiri. Aku sudah punya teman yang bisa diajak bersenang-senang, mereka sudah cukup untuk melengkapi hidupku.
Dengan sedikitnya pergaulan memberiku banyak ruang untuk melayani tamu, tokoh baru. Tapi jika tamu tersebut berlaku kasar padaku akan ku tolak mentah-mentah siapa dirinya dan langsung ku black-list. Bersikap kasar dalam artian bercanda berlebihan, suka menghina, gosip, apalagi main fisik. Sikap seperti itu otomatis kelakuannya yang lain juga buruk. Karakter Beater tidak tahan dekat dengan mereka.
Karakter yang paling baik untuk bergaul dengan orang-orang adalah diriku sendiri, Hapis. Bahkan orang yang terbilang nakal lama kelamaan bergaul dengan ku akan berubah. Itu membuatku takut terdiam dalam masa perubahan diri. Betul auara keraguan ini datang darinya. Mungkin Agung telah mengalami masalah sebelumnya. Dia seperti aku dulu. Masalah memang menyakitkan namun itu akan menyadarkan diri kita. Aku pernah bilang Agung itu orang yang baik sebab saat duduk dengan ku sifat sesungguhnya muncul. Aku bisa merasakan itu. Hanya saja saat bersama dengan yang lain dia seperti sedang menyesuaikan. "Menyesuaikan" kalimat yang cukup akurat. Bukan bermaksud menghina. Ini dalam segi sudut pandangku. Aku tak memaksa orang-orang untuk percaya dengan ku. Kita hanya belajar untuk mengambil tindakan yang paling tepat ketika masalah datang.
Masalah yang datang akan menawarkan pelajaran untuk kita.
"Apa yang kau mau dariku?"
"sebuah keyakinan?"
"sebuah ketahanan mental?"
"sebuah kemampuan?.. pilihlah sesuka mu.."
Janganlah kita berpikir sebuah masalah hanya membawa kesialan ataupun kesedihan semata. Ini saran paling bagus yang muncul seketika di benakku, untuk kita yang sedang ingin berubah ke jalan yang lebih baik.
Cogito, ergo sum dari bahasa latin yang artinya
"aku berpikir, maka aku ada"
Selamat datang di blog ku!!🙌🙌
Aku berteman dengan teman baru di FB, panggil aja dia Tiara. Foto profilnya sama dengan ku, Genos dari serial anime One Punch Man. Mungkin itu yang membuatnya tertarik me-add aku. Dia mengira aku wibu mungkin. Tak apalah. Kalau dia suka share yang gak jelas atau berbau politik tinggal ku blokir aja.
Setelah berteman di FB dia sering me-like dan mengomentari status ku. Hmm aku tidak tau apa yang dia inginkan. Anggap hal itu biasa saja. Sedikit penasaran aku melihat profilnya seperti foto dan status. Koleksi foto hampir semua anime. Status juga sebagai seru-seruan. Nolep nolep apalah itu aku tak terlalu paham. Aku bertanya ke sana sini apa itu nolep akhirnya ku menemukannya. Nolep atau No Life artinya gak ada kehidupan. Padahal dia sedang bernafas itu kan juga hidup. Yang dimaksud NoLife artinya kesulitan dalam bergaul dan lebih aktif di dunia maya.
hmm..
__ADS_1
Sebuah pesan masuk darinya.
"ada no WA gak?"
"punya, mau temenan ya?"
"yap betul sekali"
Di saat seperti ini kalau ada akun cewe yang chat duluan biasanya seorang Hode(cowok jadi-jadian) aku mengetes dia apakah betulan cewe atau hode.
"hhh kenapa ya tertarik sama aku? aku ini orangnya gak romantis loh.."
"gak lah, aku masih menikmati hidupku yang sekarang, J O M B L O"
"ohh haha, paling kamu hode"
"hode, maksudnya apa? baru dengar"
"heh? masa?"
Ini aneh biasanya manusia yang lebih aktif di dunia maya pasti tau julukan hode. Seringnya dia menghubungi ku aku pun mulai tertarik mengenalinya. Aku minta no WA nya. Sebelumnya memang tidak ku beri karena aku rasa lewat messenger sudah cukup. Messenger lumayan berat mengirim pesannya makanya aku milih lewat WA agar lebih mudah.
Mulai lah aku berbincang dengan anak SMP yang nolep😂. Aku ada waktu luang jadi sebaiknya aku menemaninya agar tidak bosan. Katanya dia di sekolah sangat sulit bergaul. Aku terus menanyakan tentangnya agar mudah mengenalinya biar aku bisa membayangin di posisinya saat ini. Untuk apa? tentu saja aku ingin membantunya.
"kamu niat gak mencari teman di kelas?"
"kamu itu menurut mu sendiri apakah cantik atau tidak?"
"di kelas yang menurut mu teman baik ada berapa?"
__ADS_1
"duduk sendiri atau bedua?"
Aku terus bertanya sambil memikirkan di posisinya lewat jawabannya. Niat kita harus jelas. Penampilan yang mempengaruhi sudut pandang teman kelas. Penilaian dari seseorang yang sering sendiri dan posisinya saat jam pelajaran. Sedikit demi sedikit aku mulai paham di posisinya. Sungguh aku sangat memahaminya. Lalu aku bertanya lagi."apa sudah dari SD suka menyendiri?"
"di mulai dari kelas 5-6 SD, karena pengaruh anime"
Aku kaget. Anak kecil nonton anime. Eh aku dulu sering nonton Naruto juga sih. Tapi, anime yang sekarang ini banyak yang gak berkualitas. Kalau anime yang bergenre bunuh-bunuhan, sensor dan yang gak mikirkan dampaknya gimana nasib generasi selanjutnya.
"siapa yang ngajrin kamu nonton anime? masih kecil nonton anime"
Aku menyarankan dia agar memilih anime yang berkualitas contohnya yang bergenre pertemanan agar mood dari anime yang ditonton bisa kebawa.
Masalah utama darinya adalah malu. Menurutku bagus aja kalau malu. Tapi, terlalu malu gak baik juga. Dia cewek, aku rasa saran yang lebih baik agar dia tidak terlalu banyak begaul. Entah bagaimana kondisi tempat dia belajar dan tokoh-tokoh di sampingnya. Dia bilang banyak teman yang baik sih. Namun aku khawatir mengingat zaman sekarang ini. Moral dan norna manusia sudah turun. Ucapan kotor yang keluar dari anak zaman now gituh. Image ku tentang perkotaan dan orang kaya hanya itu. Kesombongan, kemewahan, pergaulan bebas, bioskop, pacaran, obat-obatan dan apalah. Aku ditahan oleh insting ku untuk berperilaku seperti itu. Lalu apa yang sebaiknya aku sarankan untuk Triana.. eh Tiara. Aku ingin sekali mengajarkan banyak hal padanya jika seandainya dia tinggal di daerah sini😑. Lewat pesan aku rasa sulit sekali menggambarkan kondisinya.
So aku menurut informasi yang dia berikan aku menyarankan agar dia membuat lingkungannya sendiri walaupun hanya di tempat duduknya. Maksudku Tiara kalau di rumah sangat ceria. Bawalah sifat asli mu ke lingkungan sekolah yang kau buat sendiri. Sesuai pengalaman ku tiap kali di kelas baru. Kombinasi penampilan dan sifat asli pasti berbuah hasil setidaknya akan ada yang melirik. Tapi harus siap digosipkan, ya~ kan sangat aneh kalau ada orang yang pendiam tiba-tiba berubah😂.
Langkah awalnya yang ku sarankan untuknya adalah hobi menggambar di aplikasikan saat jam kosong di kelas. Minimal untuk menghabiskan waktu. Aku tahu pasti rasanya sulit bernafas ketika berada di antara orang yang kita tidak kenal jadi asiklah sendiri di lingkungan yang telah dibuat.
Untuk memulai pembicaraan sebaiknya ketika tugas berkelompok. Sedikit ruang, sedikit tokoh akan lebih enak memulai langkah awal untuk berubah.
Aku ingin sekali membantunya sampai tercapai tapi kalau lewat pesan sangat sulit. Ah aku mengatakannya dua kali.
Saran terakhir ku apabila telah berubah pasti akan ada seseorang yang menyukainya. Bagiku itu yang berat sebab perasaan jauh lebih penting.. ah lupakan.
Aku jadi teringat waktu SMA dulu. Memang aku tergolong murid populer di kelas aja. Hampir semua aku temani. Tapi karena terlalu asik aku sampai melupakan teman sekelas yang jarang ku perhatikan. Dia memang tidak terlalu mencolok. Mungkin seperti itukah kondisi Tiana.. eh Tiara. Aku jadi sadar akan hal itu karena aku melihat Aulia bersamanya. Masih ada banyak waktu sebelum adzan Dzuhur. Kelas ku berada di lantai dua. Dari dalam kelas aku melihat Aulia bersama Dia- tunggu aku lihat rapot dulu.
Oh panggil aja dia Rezkini. Aulia berangkat bareng dengannya menuju mesjid. Terlihat dari kejauhan aku bisa memastikan sedikit. Syukurlah waktu sekolah aku sudah melatih penglihatan ku. Hal kecil yang aku anggap remeh seperti ini yang sering terabaikan. Sepintas aku melihatnya, aku jadi yakin kalau orang yang aku sukai memang spesial makanya aku ragu memaknai apa arti cinta itu.
Aku jadi Ikut-ikutan bahkan teman sekelas juga mulai berbicara dengannya. Sedikit terdengar jelas apa yang dibahas mereka. Tak lain tak bukan soal K-pop haha.
__ADS_1