Monster Labil

Monster Labil
Trauma dan Karakter


__ADS_3

Semasa sekolah dasar aku tergolong murid yang tak terlalu pintar. Banyak pengalaman yang memalukan pastinya, seperti dimarahi dan aku sempat nangis sedikit. Kalian tahu kan mental ku ini cukup buruk, tapi aku masih bisa mengalihkan topik, selalu ceria, jadi tidak ada yang menyadari, hmm mungkin lebih tepatnya seperti sihir penghilang ingatan karena yang menontonnya pasti merasakan malu juga😂.


Sebelum punya akal aku tidak tahu siapa yang memakai raga ku ini, dia belajar, bermain dan.. serasa kalau aku sedang mengikuti sifat turunan yang dibawa oleh orang tua ku. Umur segitu yang namanya kesadaran atau akal belum kita dapatkan. Hubungannya? sifat, tekanan dan mental adalah ketakutan. Mendarah daginglah rasa takut akan dimarahi. Lalu perasaan takut itu tumbuh bercabang menjadi takut akan sebagai pusat perhatian.


Kelas 6 SD setelah semester pertama si Hakim dan teman yang lain ingin meminjam rapotku. Dalam hati ku bicara 'sudah tau kalau aku ini tidak pintar tapi masih merasa penasaran dengan nilai rapotku'. Aku pun berlari keluar kelas lalu sembunyi di balik pohon pisang. Aku tersadar, kenapa harus lari dari mereka. Aku heran sendiri dengan diriku. Kemudian teman kelas menemukan ku. Aku tertawa dan malah! merasa bersalah dari mereka. Pengalaman itu awal dari kemampuan ku untuk membaca niat orang lain.


Berpikir positif? tidak, aku hanya mengikuti insting alami ku, sifat turunan untuk tetap memasang wajah ceria. Pastinya aku cepat pulih karena aku punya teman untuk bermain sepulang sekolah. Melupakan semua tekanan.


Lalu pengalaman kedua menjadi pemimpin upacara. Entah apa yang ku rasakan saat mendengar itu. Ingatan ku samar-samar. Sudah tahu aku murid yang bodoh masih saja menawarkan pelajaran yang sangat sulit untuk ku jangkau. Tidak tau apa-apa tiba-tiba saja ditunjuk menjadi pemimpin upacara😑. Mendarah daging lah ketakutan ku menjadi pusat perhatian.


Aku sangat berterimakasih telah menanamkan sebuah kutukan yang membelenggu ku untuk menjadi orang yang lebih baik. Aku tetap harus menghargai. Ini hanya masalah ketidak mampuan, semua orang memiliki kelemahannya tersendiri.                       


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiap tahun aku harus mengambilkan rapot adik ku ke sekolahnya. Terpaksa menjadi wali karena ibuku tidak di rumah lagi. Suasana sekolah, perasaan sedang diperhatikan membuatku gugup dan badan ku terasa dingin, makanya aku selalu memakai jaket bila hendak berpergian. Memakai jaket selain bikin keren penampilan juga dapat menutupi sedikit kekurangan.


Aku mulai gak enak badan. Memasuki kelas adikku dan bertemu dengan para guru dan juga orang tua murid.


Apakah aku sudah memasuki tahap trauma?


Menahannya memakan energi banyak sekali. Entah apa solusi terbaik untuk keluar dari trauma ini.


Aku seperti Killua yang di tanamkan jarum kutukan dari kakaknya agar melarikan diri dari musuh yang kuat. Sayangnya kutukan ku dari dalam diriku sendiri.


Setiap kali aku gagal melawannya aku semakin terpuruk. Lalu tenggelam dalam kepasrahan.


Aku pernah berharap agar ditolong, but ya.. itu mustahil.


Tidak ada yang mampu mengenali ku dengan baik. Aku akan mengganti karakter ku sesuai mood dan alasan tertentu. Aku sendiri pun sulit untuk menyederhanakannya. Misalkan saja aku melihat seseorang disakiti, aku akan memasuki mode Beater. Eh rupanya memang salahnya sendiri, aku kembali ke diriku sendiri. Eh rupanya lagi masih memakai kekerasan padahal dia sudah minta maaf, aku masuk mode campuran. Sulitkan😅, setiap apa yang ku pahami dan ku rasa itu benar adalah alasan khusus munculnya karakter labil ku.


Gunanya?


Tentu untuk menutupi kekurangan ku. Kalau aku sudah bisa menyesuaikan semuanya dalam satu bentuk karakterku berarti itulah akhir dari kisah si monster labil. Masih coming soon! bruh!😅 gw gak tau kapan selesainya karakterku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Senin kemarin aku pergi dengan Hakim membuat surat keterangan kesehatan. Tujuan utamanya adalah membuat sim!! iya!! aku belum punya sim!! pernah kena razia?! pernah sekali karena si Aldi bilang kalau itu acara pernikahan padahal insting ku sudah bilang itu razia, yang anehnya aku percaya!!😂.


Yah sebetulnya aku gak suka jalan-jalan juga sih makanya tidak perlu buat sim. Tapi mumpung si Hakim ingin memperpanjang masa sim-nya yaa jadi ikut aja deh kalau nanti berguna.


Yang mengantri banyak juga. Aku mengambil nomor antrian ke 56. Kalau gini selesainya bakal lama. Yang telah dipanggil sudah tiga puluhan orang dan ini jam 9 lebih sedikit. Menunggu antrian sambil bermain game Infinitode untuk mengalihkan perasaan diperhatikan orang lain. Oke keadaan ku membaik setelah menyesuaikan dengan keadaan sekitar.


Infinitode adalah game strategi tower defense. Game ini sudah mendapat penghargaan tower defense terbaik dalam hidupku😂 karena tak hanya bikin otak jalan juga butuh waktu yang lama agar bisa mendapatkan high score nya. Aku sangatlah suka dengan game strategi. Uh badan ku gak enak, minggu ini banyak sekali urusan yang bikin lelah. Jam setengah sepuluh. Makin rame aja yang mengantri.


Hm!? itu Ari kan? Memakai seragam polisi. Wah gak nyangka😮. Dia telah berubah. Aku melihat dia lewat menyapa bapak-bapak dengan sopan dan formal. Ahaha jadi teringat sifatnya waktu sekelas dulu😅. Mungkin dia gak bakalan mengenali ku.


Ah! ketemu Ramlan juga. Jadi reunian.


"fidz yang tadi itu Ari kan?" kata Ramlan. Aku menjawab 'iya' dengan santai. Semua orang pastilah telah berubah dan aku menganggap itu sudah wajar. Pengalaman😤.


"ehh fisikku mana kuat bekerja berat" ucapku.


"lalu kenapa kemarin milih jurusan Las Listrik?" Ramlan memojokkan ku


"aaa..." Aku terdim


Mana mungkin aku bilang kalau aku salah tulis. Ramlan itu cowok yang berbau dewasa😂, gua yang ke kanak-kanakan gak bakalan serasi dengannya. Apalagi ada si Hakim di samping gua😑 bakalan heboh mendengar jawaban ku. Saat itu aku mengalami mind blank gara-gara gugup, yang kerja cewek sekolahan!😲. Sudah salah nulis jurusan, tahun pun juga salah ku tulis. Situasi yang formal membuat gugup ku kambuh. Buat kalian itu mudah tapi buat gw susahnya setengah mati, mulut ku jadi gagap, tangan gemetaran, jantung dag dig dug, keringat dingin pula. Iya susah! kalau sudah mengakar. Perlu banyak pengalaman agar bisa terlepas dari trauma ku ini. Tak ada waktu untuk melakukannya.

__ADS_1


"eh fidz itu cewek satu SMP kita kan?" sambil meng-kode cewek tersebut


"oh, siapa ya?kelas 3 hmm.. oh! kelas 2 dia sekelas dengan ku.. cuman aku lupa namanya, ya kami sekedar hanya kenalan saja sih"


Makin rame. Selanjutnya siapa lagi? hari ini event nya reunian ya?😂


Setelah lama menunggu akhirnya giliran ku tiba. Duh jadi gugup. Tes tensi darah sudah. Tes mata sudah. Berat badan.. wtf 55 kilo segitu saja kah bobot ku😱. Tinggi badan.. 172 cm hehehe cungkring😢.


Habia membuat surat kesehatan aku dan Hakim langsung pergi kantor polisi. Btw kantor polisinya disamping doang.


Uah di sini dua kali lipat orangnya.


*Gehhh


Makin banyak energi ku terpakai. Dingin.. AC sialan. Badan ku makin gak enak, kalau begini yang ada aku tewas duluan.


Selesai mengisi formulir lalu befoto tibalah stage terakhir hari ini yaitu ujian teori. Kaka ku bilanh  enggak semua orang bilang kalau ujian teori dan prakteknya sama-sama sulit. Maaf ya aku cuman lewat. Kalau gak lulus ya sudahlah. Intinya aku gak niat untuk menang. Aku capek. Masuklah aku ke dalam ruang ujian. Ada cewek keturunan papua di samping ku yang ikut ujian juga. Hmm komputer khusus yang unik. Mulai lah ujiannya. Kata si Hakim ujiannya tinggal jawab benar atau salah aja tapi kok beda ya? yahh biarlah.


30 menit waktunya untuk 30 soal.


Oh tidak!!


tak terpikirkan lagi oleh ku.. aku mau pipis!! asemmm gara-gara kedinginan tadi. Berpacu antara waktu dan batas menahan ingin buang air kecil membuat kekuatan pikiran ku jadi super super maksimal!! instinctive pressure!!.. 😂


Sebutkan pengendara-pengendara yang paling berbahaya di jalanan?


A. Emak-emak


Wuah! jelas lah betul tapi simpan dulu jawabannya siapa tau pilihan B dan C nya juga betul.


B. Pengendara Siluman


C. Pilihan A dan B adalah benar


Oke aku pilih C. Aku mark jawabannya lalu ke soal selanjutnya.


Di belakang ku sangat ribut. Polisi dan petugas sedang mengobrol. Apa mereka gak sadar ya kalau suara mereka itu menganggu peserta ujian. Aku menutupi kepala ku dengan hoodie jaket untuk mengurangi pandangan ku agar bisa sedikit lebih fokus. Aku bisa merasakan kalau aku lagi diperhatikan oleh polisi. Tenang aja pak aku bukan penjahat, lagian salah sendiri ngobrol di sini.


Singkat cerita aku lulus. Aku menjawab benar 21 soal. Wah rupanya gampang aja. Aku pun langsung keluar ruang sudah gak tahan.


*tcihh malah jadi sorotan di ruang tunggu.


Tau gak kenapa aku gak suka menjadi pusat perhatian selain trauma? matanya ituloh kayak leser! 😂 sakit eyy.. misalkan gak kontak matapun aku masih bisa merasakan niat mereka kalau sedang memperhatikan ku. Cara berbicara, gerak-gerik, udara di sekitarnya, sangat ku kenali.


Besoknya pukul 10 aku dan Hakim sudah berada di sini. Hari ini aku akan ujian praktek sim dan Hakim mau menemani ku ke sini, jaga-jaga kalau saja ada razia. Mata ku ngantuk sekali dan lelah karena kurang istirahat. Aku bermain game lagi menunggu ujian tapi kata bapak yang bekerja di sini hari ini polisi yang mengurus lagi sibuk di lapangan. Ah bikin aku kesal, emosi ku naik. Kalau gak tahu kapan pastinya ini hanya akan membuang waktu ku untuk menunggu.


Esoknya hari rabu aku datang lagi, sendiri. Kalau sampai 3 kali gak ada petugasnya aku nyerah. Hari ini ngantuk ku 2 kali lipat. Di bawah efek caffein kesadaran ku sulit sekali terkontrol, rasanya seperti alam bawah sadar ku lah yang sedang mengendalikan tubuh ku. Informasi ini sangat berguna.


Ada orang yang berada di depan ku. Umurnya sedikit lebih tua daripada ku. Aku mengajak dia ngobrol dan rupanya dia juga ingin ujian praktek sim. Menunggu di ruang tunggu khusus peserta. Beberapa lama kemudian datang polisi memakai rompi hijua dan seorang karyawan membawa berkas formulir peserta. Akhirnya.. syukurlah hari ini aku datang.


Aku peserta pertama yang menulis absen dan aku pertama juga yang akan langsung di tes😐 asemm. Di beri waktu cukup lama untuk latihan aku manfaatkan itu dengan baik-baik. Ada tiga tahap ujiannya.


Pertama melaju dan sampai di garis, kita harus rem mendadak. Gampang


Kedua, 2 bundaran membentuk angka 8. Hanya masalah ketenangan gampang.


Yang terakhir zig-zag seperti ular. Ini yang sulit soalnya timing dan kedua rem dan ketenangan harus tepat.

__ADS_1


Tibalah ujiannya. Aku memakai rompi anti peluru.


*brumm *tiiitttt


Anjay terlewati batas. Sial aku malah gugup. Banyak peserta yang menonton ku. Aku di beri kesempatan untuk mengulang.


Okeh kali ini aku harus tepat.


*brumm *tiittt


Kaki kiri mendarat duluan kemudian melihat ke samping kanan. Nice.


Tahap kedua sedikit bergelok tapi tidak papa asal jangan jatuh. Setelah 3 kali berputar membentuk angka 8 ku lanjutkan tahap terakhir tanpa menurunkan kaki ku. Weh unjuk skill. Aku terlalu percaya diri padahal sedang di bawah pengaruh caffein dan gugup. Di zig-zag yang kelima aku kelewat. Ahh!


Polisi bilang ini kesempatan terakhir ku dan kali ini berhasil, aku lulus di kesempatan terakhir. Horeee!!


Seandainya kondisi tubuhku baik dan juga gak gugupan mungkin sekali coba langsung lulus. Uahh aku berkeringat sekali.


Aku duduk di bangku antrian dan menunggu hasilnya.


"Nama mu siapa tadi?" kata pakpol


"Hafidz Rachmadana" balas ku terbata-bata.


Kok malah nanya lagi ya? kan aku nomor absen yang pertama. Mungkinkah pakpol mengira aku rider atau.. anak jalanan yang bedebah😂, tapi aku merasa kalau pakpol ingin memujiku. Makasih pak aku sedikit percaya diri berkat pengalaman bekerja bulan kemarin memberi ku ide agar kemampuan harus digunakan sebaik mungkin. Well aku lulus, tinggal bayar saja lagi dan sim ku keluar.


Aku hendak bergegas tapi ditahan oleh peserta lain. Katanya ingin meminjam kendaraan ku. Aku pun meng-iyakan kehendaknya, lalu pergi ke loket pembayaran.


Huftt


Masih terasa gugupnya. Untuk menghilangkan rasa gugup ini sebaiknya aku main game.


Lumayan lama juga.


Pesan masuk dari Nisa. Sebuah gambar. Oh lowongan pekerjaan kah. Maaf nis aku gak tahan bekerja yang berat-berat. Masih loading, sinyalnya buruk. Aku memasukan tangan kiri ku ke kantong jaket.


*kringg


Sumpah aku kaget! kunci kendaraan ku masih di aku!! lalu??!! sial aku kelupaan gara-gara gugup aku keluar dan langsung menuju tempat ujian tadi. Peserta sedikit. Sudah berapa lama tadi. Sialan!


Aku melihat orang yang pertama ku temui pagi tadi.


"eh gimana tadi orang yang mau minjam kendaraan ku?"


Aku melihatnya berdiri di samping pakpol.


"ehh bro sudah ya ujiannya?"


Dia hanya mengangguk dengan tatapan yang pasrah. Ah aku paham sudah. Beater sabar ya.. ini memang salah ku. Ughh dada ku sakit sekali. Karena gugup aku sampai kelupaan memberikan kunci motor ku. Ahh sakit sekali.


Aku telah mengecewakan orang lain akibat kebodohan ku. Satu hal yang paling ingin ku hindari dalam hidup ini adalah tidak ingin mengecewakan orang lain. Tetapi aku melakukannya lagi.


Tak sanggup aku mengingatnya. Kejadian tadi akan menghantui ku.


Aku pulang ke rumah. Sim sementara sudah ku dapat. Aku langsung bercerita ke nenek ku tentang apa yang terjadi tadi. Iya aku sedikit curhat untuk menghilangkan rasa bersalah tapi tetap saja masih terasa. Sakit sekali. Coba kalau aku di posisinya. Pasti sangat kecewa. Aku minta maaf dengan Allah atas apa yang ku perbuat. Aku mendoakan orang yang aku kecewakan tadi agar diberi keluasan hati untuk memaafkan.


Sangat berguna.

__ADS_1


Pelajaran yang aku dapatkan dari pengalaman ini adalah setelah keluar dari posisi terjepit aku harus santai dan fokus dengan keadaan sekitar. Secepatnya merubah karakter ke mode Zheill. Tenang dan tanggap. Kurasa tak hanya posisi terjepit. Kondisi yang memungkinkan membuatku lengah? bisa jadi.


Berarti aku harus menyisipkan titik kesadaran ketika hendak memasuki keadaan yang tak menguntungkan. Naluri berperan merasakan bila ada yang tidak beres. Setidaknya dengan cara itu dapat mengurangi tingkat kesalahan ku.


__ADS_2