Monster Labil

Monster Labil
Proses


__ADS_3

Kelas IPA 3..


Oh di sini, coba lihat betapa mengerikannya kelas ini, aku masuk kelas dan baru beberapa langkah, sudah ada yang meliriku dengan tatapan yang mengerikan. Seakan-akan ingin melucutiku, tapi aku terus melangkah dan duduk dipojok.. sendiri.. tidak ada teman cowo!! Hanya aku saja!! Bertapa kejamnya dunia ini.. Ketika aku lagi menghayal, aku terkejut, karna ada yang sedang meledek ku dari kejauhan, siapa dia? Aku tidak kenal? Tidak ada yang bisa diajak ngobrol. Kalau pun ada, ngobrol apa coba.


Saat guru masuk, yang lain pada mencari tempat duduk, duduklah satu cowo disampingku karna ia sangat merasa iba terhadapku, namanya Ahmadi. Tapi aku hanya diam dan tak mau bicara, biologi adalah mata pelajaran kesukaanku sebab mudah dihafal karna banyak gambar. Gurunya pun berbeda, yang kali ini gurunya sangat cepat menjelaskan materi, tapi aku tetap bisa menangkapnya walaupun yang lain pada protes. Kian lama bersama teman baru akhirnya aku bisa berbaur walau tak sepenuhnya. Sangat jauh perbedaannya antara kelas yang dulu dengan yang sekarang.. jauh sekali..


Ketika aku duduk sendiri, aku dikejutkan oleh cewek yang duduk disebelahku, siapa dia? Tapi aku tau namanya? Kata orang-orang cewek ini sangat pintar dan selalu peringkat satu. Katanya juga dia berasal dari SMP yang sama dari ku, hanya saja dia akselerasi. Aku benar-benar gugup, kalau dia tahu identitasku sebenarnya ketika waktu SMP ,emang gua pereman? Enggak, tapi kali ini aku benar-benar gugup, soalnya baru pertama ada cewe yang berani duduk disebelah ku. Saat belajar, aku menjadi sangat kacau, masa 1+1 aja aku gak tahu? Jadinya aku merasa tidak senang karna kehadirannya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian kami ke multimedia untuk belajar TIK, cukup jauh perjalanannya tak lupa kami beli permen buat bekal, sesampainya aku langsung mengincar tempat duduk kesukanku yang ada mejanya tapi bukan di depan. Pelajaran berlangsung selama 2 masehi atau setara dengan rasa lapar kami. Ketika aku gak bisa melihat layar tancapnya karna temanku melindungi layar, aku berdiri dan tak sengaja melihat notebook si cewek, cewek itu nah, wah itu Salicia ujarku dalam hati, rupanya dia penggemar sword art online, tapi kenapa harus Salicia, kenapa gak Kirito atau Asuna saja? Enyahlah eh entahlah.


Aku punya ide!


Aku gambar monster gleam eyes saja ,beserta hit pointnya di atas, lalu kuserahkan gambar tadi kepadanya, tapi dia gak mengerti yang aku maksud, mungkin gambarku malah menyamai genderowo, uhh..


Saat aku ingin bertanya kepada guru, aku mendengar ada yang memanggilku. Rupanya dia, tapi dia malah menunjukkan sesuatu kepadaku, aku mengenalnya dan tersenyum, itu salah satu gerakkan Annie, aku tersenyum karena dia sulit memperagakkannya dikarenakan roknya, haha . . . Jangan berpikir negatif.

__ADS_1


Semakin hari aku semakin menyukainya, mungkin karena dia pintar dan sesuatu, sesuatu yang bikin cowok-cowok enchanted. Tapi ada saja yang harus dikorbankan, salah satu temanku juga menyukaiku tapi aku pura-pura tidak peka walaupun teman-teman ku pada kode-in aku saat aku ngobrol dengannya. Aku mulai menginginkan hubungan yang serius, awalnya sih ingin dipendam saja tapi karna bisikan setan jadinya bocorlah. Tentunya ini bukan pertama kalinya aku jatuh cinta, saat-saat seperti ini memang perlu ku pelajari, karna apa? Karna aku ingin tau apa aku mampu menemukan jawaban dari arti cinta itu, seperti lagu Ada Band..


ini kah surga cinta yang banyak orang pertanyakan, atau hanya mimpi yang tiada pernah berakhir jua..


Benarkah mimpi atau cinta buta belaka? Hem enyahlah eh entahlah simpan saja seiring berjalan nya waktu.


Sebuah coklat spesial dari ku untuknya, yang sengaja ku buat kedalam tasnya tanpa sepengetahuannya, rupanya sukses. Aku buat dia cheer up seharian. Dia senang aku pun juga senang. Tapi seiring waktu berjalan, aku mulai bosan, bosan? kenapa bisa begitu?. PDKT ku terhenti saat aku marah dengan nya, kenapa harus marah? Semua seolah-olah terhenti, tak ada komunikasi dan kupikir temannya juga pada membenciku, padahal aku hanya bicara sama satu temanku yang menurutku bisa ku percaya karena tenggelam oleh kesalahan aku membicarakan dirinya di belakang. Entah dia atau orang yang ngumping pembicaraan kami. Sejak itu aku mulai tak percaya pada temanku semua, siapapun dia, lebih baik pendam sendiri dari pada harus curhat, seakan-akan tak percaya diri sendiri saja. Beberapa bulan kemudian kami baikkan, tapi tidak mengharap lebih. Aku mulai mengenal blog dari salah satu teman ku, pos-nya sangat ngaur tapi asik, ya yang bikin aku kepengen bikin blog, sampai-sampai semua temanku di kelas, ku tanyai, apa kamu punya blog? Dan ku tanyai dia? Tapi dia malah gak menanggapinya, lalu ku tanya kan kepada Amal, sampe dirumah Amal melanjutkan ceritanya dan aku tahu cerita semuanya, tentang apa yang dialami dia setelah aku mengatainya dari belakang. Sebagai cowok, aku sangat bingung, aku harus cepat-cepat membuat keputusan, tapi aku belum memutuskannya. Jikalau aku mengungkitnya lagi apa dia akan marah? Atau jika aku membalasnya dengan menjadi pasangan setianya atau diam saja dan memendamnya? Aku semakin dilema, rupanya aku ini manusia yang begitu kejam, karna aku tahu bagimana rasanya itu dibalik cerita ibuku. Aku bingung! Tapi kan aku punya prinsip impas? Dan itu mesti dilakukan, tapi tetap saja aku bingung walaupun aku lumayan ahli strategi di game, aku bisa pastikan nanti semua tak berjalan lancar, situasi bisa saja berubah mendadak. Hari demi hari aku lewati tanpa ada respon sedikit pun tapi aku ingin semua nya tidak ku ungkit. Aku masih ingat saat dia mengatai ku PHP ,itu memang kenyataan dari bagian diriku. Aku belum punya bentuk baku dari karakterku karna aku masih dalam tahap proses, maafkan aku, tapi kata maaf tak cukup menghilangkan luka di hatinya. Aku sangat bingung, belum pernah aku merasa sebingung ini. Karna pengalaman ini aku jera untuk menyukai atau dekat seseorang, sudah banyak perasaan wanita yang ku mainkan, ini semua gara-gara cinta. Tapi tanggung jawab harus dilaksanakan, aku mencoba untuk memperbaiki semuanya aku ingin menbuatnya bahagia, tapi hanya sekedar teman. Dan aku tak boleh merusak persahabatan seseorang yang hanya karna kehadiran ku. Aku tak boleh lagi melihat sisi baik tapi melihat disisi buruknya, agar aku takut akan kesalahanku.

__ADS_1


Dunia akan indah pada akhirnya . . .


__ADS_2