
Hari ini kaka ku akan membeli kendaraan milik kaka sepupu ku, anaknya kaka ibuku. Aku sedang bermain Dota di warnet dengan Yahya.
Gak nyangka kalau kaka ku malah naik ke lantai dua warnet untuk mencari ku. Wtf. Aku merasa seperti anak kecil yang bandel karna jarang pulang ke rumah. Aku jadi sulit fokus main Dota.
"iya tunggui aja di bawah bisa gak?"
Segitu gak sabarnya kah ingin punya kendaraan baru."bukan fidz tapi kaka mu ingin menghemat waktu, kau tau sendiri kan sekarang pemikirannya bagaimana setelah menikah"
*mulai menganalisa
Begitu ya. Baiklah sabar aja entar lagi kelar kok.
"aku nungguin di bawah"
"iya"
Grrr.. tindakannya malah mengundang pemikiran negatif tentang ku pada anak-anak yang lain. Seharusnya lewat pesan kan bisa memberitahukan ku. Mengganggu sekali..
Oke fokus lagi. Gak perlu ngurusin orang lain.
"Ya aku pulang dengan kaka ku"
"oke"
Aku turun duluan ke bawah kemudian langsung pergi dengan kaka ku.
Di perjalanan pikiran ku sedikit mengganggu. Ya jelaslah gimana mau tenang karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang yang tidak ku suk- oh lebih tepatnya yang membuatku gak suka. Mengingat jalan menuju ke rumahnya saja sudah membuatku down apalagi sampai di sana. Aku ingin menghindari. Iya seharusnya aku menghindari. Tapi aku lupa. Aku terlalu fokus untuk hari ini bermain dengan Yahya. Jadinya aku lupa memikirkan apa yang akan terjadi.
Huh~
Di depan rumah kami telah sampai. Lihatlah. Seharusnya aku senang bisa berkunjung ke sini seperti dulu. Namun kali ini pandangan ku berubah karena hanya masalah sepele, yaitu aku gak kerja.
__ADS_1
Bukan..
Sekali pun aku kerja mereka akan tetap merendahkan ku. Menyindir ku dari belakang. Apa yang diinginkan mereka dari diriku tetaplah kembali ke diri mereka masing-masing. Kebiasaan menuruti nafsu bicara membawa dampak buruk pada diri sendiri.
Sulitnya menahan diri untuk tidak membicarakan aib orang lain.
Di sini aku bercerita tentang mereka untuk dijadikan pelajaran. Bicaralah hanya untuk hal yang berguna saja, lebih baik lagi kalau melibatkan Tuhan kita. Ucapan yang bermanfaat mendatangkan kepribadian yang bagus. Misalnya seseorang memaksa mu harus bicara cobalah untuk menanggapinya dengan sopan dan jawaban yang singkat serta jelas.
Ngomong sih enak, coba kalau berada di posisi tersebut.
Untuk bisa menutupi kekurangannya kamu harus tetap bergantung pada Tuhan mu.
Kedua cobalah untuk menahan amarah karena imbalannya besar tapi jangan sampai niatnya hanya untuk menjadi lebih baik tapi kita kembalikan pada yang Menciptakan kita. Kalau sampai lupa diri dengan Yang Menciptakan kita itu artinya juga sombong kan. Coba kalau kita niatkan semua kegiatan kita hanya untuk Tuhan maka yang lainnya bisa kita dapatkan tanpa perlu berusaha susah payah lagi. Dengan begitu kita bisa "tahu diri" siapa kita. Otomatis rasa sombong terhadap orang lain juga akan hilang dari diri kita.
Iya ini cobaan aku tahu itu.
*Menghela nafas
Badan ku mulai gak enak. Berusaha tetap mempertahankan efek Enchanter agar tidak goyah.
Nyehhh.. yang muncul pertama kali malah suaminya pula.
Kenapa respon ku begitu? apa dia jauh lebih merepotkan?
Ya begitulah. Kebiasaan buruk bicaranya jauh lebih parah. Aku bisa bayangkan bertapa tidak senangnya dia ketika melihatku.
Eh? kurasa gak hanya aku.
Ehm..
mungkin lagi kelelahan setelah membengkel.
__ADS_1
"mamanya di rumah datangi aja ke belakang"
Aku dan kaka ku langsung saja ke bawah terus ke belakang toko.
"assalamualaikum" kaka ku mengucapkan salam.
Kalau aku? suara ku pelan. Serasa nyangkut di tenggorokan. Mungkin lebih ke perasaan sedang tidak menginginkannya. Jadinya respon tubuh ku berusaha menyembunyikan diri untuk tidak menjadi perhatian. "masuk masuk.. duduk di kursi, acil ngambil kunci dan surat-suratnya dulu"
Duduk di kursi? saling hadap-hadapan? ihh enggak ah mending duduk di lantai aja. Alasan bermain dengan kucing aku pun duduk di lantai.
Setelah mengambil kelengkapan kendaraan, acil dan kaka ku berbincang-bincang tentang kendaraannya. Ya mengenai apa-apa aja kekurangan ataupun kelebihan. Gak banyak juga dan aku lebih milih diam tak usah ikut campur pembicaraan seperti biasa. Paling sedikit itupun tentang kucing. Haha kenapa begitu?
Ya soalnya aku suka membicarakan kesukaan masing-masing contoh tentang kucing, dengan begitu dapat memicu rasa senang agar mengalihkan pikiran untuk tidak berpikir negatif. Yep hanya untuk ku. Aku tak suka suasana yang suram.
"iya nih jadi agak lambat ke sini gara-gara nungguinnya main warnet" kaka ku membicarakan ku
"iyaa.." balas dengan nada sedikit tinggi dan terdengar seperti mengerti keadaan.
Ka, konyolnya kau. Tau aja kalau acil paling gak suka aku ke warnet dan malah membahasnya di dekat ku.
Apa ini niatan ingin menjatuhkan? Gak berperasaan sekali.
Aku tahu dia senang makanya asal ceplos aja untuk mencairkan suasana. Jangan begitu ya Fidz. Kata siapa aku bakalan melakukan hal yang sama pada orang yang memiliki masalah. Aku sudah belajar dari episode Penyesalan dan melatihnya hingga sekarang. Kemampuan untuk membaca pikiran orang lain memudahkan ku mengusahakannya.
Sabar..
Yang tukang lapor kegiatan ku di sini ke ibuku pastinya Kaka ku dan Acil ku. Kegiatan yang dilaporkan tentunya kebiasaan buruk ku, menurut mereka.
Ah kalau dibandingkan dengan kegiatan baik kira-kira 7:3 atau bisa juga 9:1, melihat dugaan dari cara pandang mereka terhadap ku.
Aku sempat heran mau menanggapi apa ketika ibuku menegurku supaya tidak lagi main ke warnet. Bagian yang mengherankannya bukan dari mana ibuku tau tapi teguran ibuku gak mendukung dengan suasana hatinya, ah, jelasnya ibuku hanya ingin melakukan apa yang kakanya inginkan. Respon ku? angguk mengerti situasi bukan teguran. Ya tujuan utama aku ke warnet cuman main dota doang itupun kalau ada waktu senggang. Kalau ingin mengumbar apa sisi baiknya bermain Dota.. aku hanya akan merasa bersalah. Niatan mengumbar kelebihan termasuk sombong apalagi kalau hanya untuk membungkam orang lain, makanya hati ini akan selalu gelisah bila tidak adanya tekad untuk bertahan. Melawan? bukan tapi menutupi cara ku berpikir. Lagian dilihat dari sisi mana pun ngabisin uang untuk mengubah pemikiran yang jelas-jelas manfaatnya dikit, tapi dengan pemikiran ku sekarang aku bisa lebih memaksimalkannya.
__ADS_1
Ya begitulah..
Dalam hal kegiatan yang kita sukai dengan senang hatinya kita lakukan..