
Malam minggu ini langitnya cerah sekali. Banyak pasangan kekasih, di perjalanan maupun yang nongkrong di cafe. Aku dan sahabat ku juga sedang jalan-jalan. Tidak ada tujuan jelas kami hanya keliling saja. Seperti biasanya Nisa selalu ada topik pembicaraan yang membuat suansa kami tidak canggung. Apa aku merasa canggung? tentu saja, aku perjelas kami hanya sahabat. Tetapi rasa nyaman ini begitu halus dan lembut, menyelimuti hati yang dingin ini. Aku berharap dia akan selalu ada di sisi ku.
Banyak hal yang kami bicarakan. Dari teman kami Norma yang ingin nikah sampai cowo-cowo yang mencoba dekatin sahabatku, ah bahkan supir taksi juga ikut-ikutan. Aku bingung apa yang cocok dibicarakan ketika dengan seseorang, yang ada di dalam kepala ku hanya game dan anime, sifat ini perlu aku perbaiki agar pasangan ku nanti gak merasa bosan. Yah tentu saja aku pasti akan memiliki pasangan nanti, iya nanti makanya aku perlu memperbaiki sifat Monster Labil ku ini. Kalau membicarakan tentang agama sih kurasa Nisa gak begitu tertarik.
*tiitt
__ADS_1
Kami hampir saja ditabrak kendaraan lain gara-gara aku lupa menyalakan lampu sein kanan, ku pikir pengendara tadi kecepatan pelan saja jadi ku pikir gak perlu menyalakan lampu sein, yah pokoknya kami baik-baik saja sekarang.
Taman Tanjung, kurasa kami akan menghabiskan waktu disini sebelum larut malam. Syukurlah ada ayunan yang masih tersisa pas sekali untuk dua orang, kami duduk saling berhadapan. Uh rasanya sulit sekali menatap wajahnya, btw aku kalau bicara dengan seseorang memang gak saling bertatapan, sekali-kali saja menatapnya itupun kurang dari 5 detik. Pertahanan rasa malu luar biasa walaupun pernah ku coba untuk melewatinya tapi tetap saja sulit sekali, aku coba memandang sahabatku lama-lama tapi saat dia balik memandang tiba-tiba saja aku reflek memalingkan wajahku. Rasanya sulit banget memandang wajah seseorang, aku heran dengan para artis yang bisa menahan perasaan saat saling bertatapan, profesional sekali. Dia begitu asyik sekali dengan handphone nya bikin kesal saja. Langit tambah cerah dan suhunya makin dingin namun aku merasa begitu nyaman dekat dengan sahabat ku ini, semakin menjadi.
Aku harap waktu berhenti.
"fidz kalau kamu nikahan jangan lupa undang aku ya"
__ADS_1
"yah tentu lah mana mungkin aku gak mengundang mu"
"kita pulang yuk sudah larut malam nih"
Menuju parkiran sahabat ku menanyakan siapa saja temanku di sini. Aku berpikir sejenak, ah si Hakim kataku. "itu saja? kasihannya kamu fidz" wah benar juga ya aku memang sedikit memiliki teman tapi aku tidak pernah merasa kesepian tapi beda sekarang saat kamu pergi barulah aku merasa kesepian bikin kesal saja, gak papa nanti hatiku akan sembuh lagi kok. Yahh lagian aku hampir menyelesaikan karakter ku, di masa depan bakalan banyak rintangan dan tokoh-tokoh baru itu sedikit merepotkan.
Aku memang membuang teman-teman ku dulu agar aku bisa mengontrol sifat labil ku ini, yang terpenting adalah menemukan karakter baru untuk masa depan. Rintangan akan selalu datang dan aku ingin menyelesaikannya dengan nilai diatas rata-rata, semua pengalaman.. rasa sakit, kesal, senang, bahagia, takut, sedih, nyaman, suka, cinta, momen memalukan, penyesalan dan lain-lain aku mulai terbiasa merasakan semua emosi masuk di satu wadah yaitu hatiku. Aku serasa ingin berteriak sekencangnya sampai terdengar ke planet tetangga begitu bahagianya aku yang telah berjuang menyelesaikan semua masalah. Ini bukanlah sebuah akhir justru sebuah awal baru dengan berbagai banyak rintangan. Lagi? ya lagi lagi lagi selama aku masih bisa berkata "iya" semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
"Nisa, aku akan merubah penampilan ku dan juga gaya rambut ku" hihihi