Monster Labil

Monster Labil
Satu Titik


__ADS_3

>>Post kali ini akan membahas tentang diri sendiri dan Sang Pencipta<<


Aku mendalami ilmu agama dengan cara menghadiri pengajian dan menonton ceramah ditelevisi. Pengajian yang ku hadiri tentunya yang bisa aku jangkau ialah pengajian Guru Danau, Guru Ilmi, Guru Ahmad dan Guru Ahmad(Jaro). Kalau diTV penceramahnya bisa gonta-ganti namun selektif. Bebas dari SARA, politik dan ajaran lain. Jika instingku mendeteksi ada yang tidak beres pastinya sudah aku jauhi. Sampai sejauh ini belum ada dan seterusnya semoga aja. Yang aku maksudkan penceramah diTV.


Dalam satu minggu bisa lebih dari 3 kali pengajian dari guru yang berbeda.


Malam selasa Guru Ilmi mendalami ilmu fiqih. Malam rabu Guru Danau(2 minggu sekali) pelajaran bisa random. Malam sabtu Guru Ahmad pelajaran hanya beberapa menit saja(banyak melakukan amalan) dan Malam minggu Guru Ahmad(Jaro) belajar ilmu Tasawuf.


Hit Combo Bonus!


Entah kenapa aku bisa langsung masuk ke tahap ilmu Tasawuf padahal iman masih lemah.


Awal ceritanya aku diajak oleh imam yang rumahnya dekat langgar, ayahnya si Parid. Katanya pengajian yang sering aku hadiri kurang efektif makanya dia menyarankan kami ikut berguru lagi.


Pertama aku menolak ajakannya karena Hakim gak mau. Aku memastikan si Hakim saja sebenarnya aku juga belum mau.


Tasawuf ey! itu ilmu bagi orang yang punya pondasi kuat. Kalau roboh yaa bisa gila.


Aku menolak karena akan memasuki daerah baru dan mungkin akan menjalin hubungan baru lagi, hal seperti itu akan sangat merepotkan untukku. Aku ini orangnya simpel.. pel.. pel..


Firasatku tak mengatakan bahaya, sekali lagi aku hanya tak suka dengan hal merepotkan. Yep hanya itu.


Kesempatan lain datang ketika Guru tampil diacara TV. Aku menontonnya sampai puas. Puas dengan penjelasannya yang bisa diterima akal pikiranku. Wow.. aku terpana. Rangkaian kata yang indah menumbuhkan keinginanku untuk langsung mendengarkannya. Duduk di pengajiannya. Sampai akhirnya aku membuka kitab Ad-Durrunnafis.


Aku penasaran dengan diriku sendiri, bagaimana bisa aku menerima ilmu tasawuf diusia sekarang dengan level iman yang sekarang?..

__ADS_1


Aku mulai teringat tentang UFO, konpirasi alien, pseudo sains, misteri alam semesta, misteri bumi, misteri kehidupan sebelum manusia dan yang lainnya.


Mungkinkah?..


Mungkinkah karena telah memikirkan hal semacam itu pikiranku jadi lebih fleksibel menerima tiap ilmu. Apalagi aku ini pernah jurusan IPA sehingga mata pelajaran dasar telah aku pahami.


Misalnya


Tentang alam..


Apa yang menyebabkan buah bisa jatuh?


Bagaimanakah awal mula lahirnya galaksi?


Bagaimana jadinya bumi jika tidak ada manusia?


Tentang kehidupan bermasyarakat..


Mengapa manusia harus menjadi khalifah di muka bumi?


Kenapa kita harus berbuat baik kepada orang lain?


Dan tentang pengetahuan lainnya, semuanya akan merujuk pada satu titik.


Tentang pengenalan terhadap Sang Pencipta. Adab kita terhadap Sang Pencipta.

__ADS_1


Akupun menyadari bahwa dunia ini tercipta tanpa adanya kecacatan.


Pernah berpikir, ruang kosong di luar angkasa sana apakah benar-benar kosong?


Semuanya saling berhubungan dan membuat cerita masing-masing.


Dengan pemahaman yang aku dapatkan dari ilmu-ilmu yang telah dipelajari  aku harus tahu diri, siapakah aku ini.


Aku bingung bagaimana cara menjelaskannya.


Aku tak terlalu pandai merangkai kata-kata indah.


Sedikit yang bisa aku simpulkan, mempelajari ilmu tasawuf membuatku semakin bersyukur, semakin ingin meminta ampunan, semakin ingin memuji-Nya, memuji keindahan-Nya, memuji kekuasaan-Nya, ingin meminta harapan, keinginan, doa dan semakin semakin menginginkan keimanan meningkat.


Bertapa nikmatnya jiwa ini..


tanpa sadar air mata telah berderai..


Namun kenyataan yang sebenarnya aku baru mengetuk pintu luarnya saja (ilmu tasawuf) kata guru. Belum masuk ke pembelajaran yang sesungguhnya.


Uwahh.. pantesan orang yang kayak gua bisa paham haha..


Tapi ilmu yang kudapatkan sangatlah bermanfaat untuk keseharian maupun menangani berbagai permasalahan hidup.


Aku mengamalkannya?..

__ADS_1


Jelaslah.. Itu yang disebut dengan belajar.


Jangan sampai ketidaktahuan diri menjerumuskanmu ke hal yang buruk..


__ADS_2