Monster Labil

Monster Labil
Enchanted


__ADS_3

Aku lupa kalau ada pr biologi, bahkan halamannya pun aku lupa.. Duh gimana nih?..


Teman sekelasku itu siapa aja ya emm, berpikir, berpikir...


Oh iya Nisa! aku coba sms Nisa..


"Nisa teman mu yang se-alumni di SMP 2 itu siapa namanya ya, yang sekelas dengan ku??"


"yang mana?"


"yang duduknya di pojok kanan depan"


kalau tak salah.


"oh ,iya, mau ngapain sih?"


"ee. . .Minta nomor handphone-nya, soalnya ingin menanyakan pr biologi nih"


"oh yang dikiri atau dikanan?"


Aduh masalahnya aku belum tau nama tuh cewe dan tempat duduknya. Aku ingat wajahnya karena kami pernah berkomunikasi saat masa orientasi.


"ee. . .Yang kanan aja dah"


Dari pada aku bingung.


Setelah dapat nomornya . . .


"hai.."


"hai juga siapa ya?"


"aku hafidz temannya Nisa dan juga tetangganya"


"oh iya iya.."


Kurasa ini cewek kenal juga sama aku. Katanya, aku ini cowo yang seru gokil, padahal aku sendiri yang tanya haha.


"Ee. . . Kamu udah punya pacar belum?"


*ctarrrr


"ih kepo.."


Aku terdiam sejenak.. Kepo itu apa sih?

__ADS_1


"kepo itu apa?" aku kirim.


"kepo itu pengen tahu"


Oalah bahasa gaul rupanya. Baru lah kulanjutkan lagi percakapan kami. Kalau aku sering sms-an dengannya tanpa tahu kalau dia sudah punya pacar bisa-bisa aku dihajar habis-habisan sama pacarnya. Aku kirim alasan ini padanya.


Balas dia "oh, aku tidak punya pacar"


"Baguslah kalau begitu" balas ku.


Satu kesalahan yang aku bingung sejak saat ini adalah...


Nama nya! Aku belum tahu namanya! Belum tahu namanya!


Aku coba tanya ke Nisa siapa nama dia. Balasan datang, Puput namanya Puput. Besok aku akan cari tahu supaya bisa tahu.


Pagi hari aku datang cepat-cepat kesekolah untuk mengetahui adakah orang yang bernama Puput di absen. Tunggu kenapa aku begitu penasaran? gak biasa-biasanya aku ingin tau tentang cewek.


Sesampainya di depan kelas, aku masuk kekelas ku yang paling pojok, yang paling gelap, yang bekas gudang dan sedikit angker karna aku paling duluan datang. Cukup terlambat, jam 06:45 sekarang, aku buka absennya, lalu aku tekan search pada absennya dan ku tulis pupupuput. Hasilnya.. tidak ada!..


Kok tak ada ya? dari A sampe Z tetap tak ada. Berpikir, berpikir, mungkin gelar, pupupuput atau putri, oh! aku coba cari ulang kembali dan ketemu, tapi namanya panjang juga. Okelah catat dulu dalam otak.


Saat belajar aku coba cari siapa orang yang bergelar puppupuput itu, tapi hari ini tidak ada guru yang memeriksa kehadiran murid. Hanya pertanyaan simpel "hadir semua?" "ada yang tak hadir?" itu saja jadi mana mungkin aku bisa tahu siapa dia.


Di hari Jum'at sore, sekolah melakukan kegiatan pramuka khusus kelas sepuluhnya, seandainya bisa ditolak seperti SMP dulu pasti sudah santai-santaian di rumah.


Tiba-tiba aku terbangun dari khayal karna ada cewek yang mau minta foto denganku.


Hah! Gila apa tuh cewe kata ku dalam hati, sambil pegang tanganku pula, aku yang terkejut banget soalnya baru kali ini ada cewek yang segitu nekatnya, tapi aku mengenalnya, dia itu temannya Nisa yang aku maksudkan sebelumnya jadi aku berbaik hati lah. Sungguh aku ingin nolak karna harga dirikulah yang terasa direndahkan. Tiba-tiba ada suara "masa mau fotoan sama hafidz" kulihat kebelakang, rupanya itu si Gania ,ya gak apa-apalah, wajar nasib orang yang jelek, serius loh. Aku biarkan aja ocehan nya, lalu Fidya meneruskan pengambilan fotonya, tapi aku terpaku dengan temannya Fidya yang sedang mengambil foto kami. Siapa dia? aku seperti mengenalnya, ku pandang dia lalu dia memalingkan wajahnya ,aku bingung siapa dia.


Sepulangnya..


Hah ! Si pupuput ! Itu?!


Hahaha, jadi itu dia ya, bagus lah..


Kami mulai saling mengenal dan akrab kadang Nisa mengajak Fidya, Puput dan terutama aku kerumahnya, masalahnya ,dari sikap Fidya ke aku itu, sikap nya seperti menunjukan bahwa dia menyukaiku, tapi kata Nisa, santai saja, dibalik semua itu aku mulai menyukai pupupuput, sifatnya yang sangat beda dari cewek lainnya, sangat langka menurutku, sampai aku gak sengaja nulis marry me..


Eh bukan bukan!!


Tapi i love u haha..


Itu hanya sebuah ungkapan kok, aku dan dia biasa aja, just friend, setelah kejadian itu teman sekelas mengira kalau aku pacaran sama pupupuput, tapi sebenarnya enggak tuh. Biasa gosip.


Aku perhatikan baik-baik ekspresi Fidya ,apa ia marah? Cemburu?

__ADS_1


Seharian ku perhatikan gerak-geriknya. Syukurlah ia tak menunjukan ekspresi marah atau sejenisnya. Mungkin akunya saja yang terlalu percaya diri.


Memang sih pacaran sekelas itu bahaya buanget, apalagi sampai kepergok guru-guru bisa-bisa masuk ruang BP.


Kepergok ngapain sih? ngelantur..


Hari demi hari sampai ke bulan-bulanan, tak ada perkembangan, yang ada malah terperosok ke bawah, puput mulai menyembunyikan sesuatu, terkadang sms-ku pun tak dibalasnya, aku mulai mencurigainya, apakah dia sudah punya pacar? yang semulanya akrab sekarang menjadi renggang, tapi kenapa aku begitu peduli?bPadahal aku bukanlah pacarnya. Aku mengharapkan bantuan dari Nisa ,supaya aku tau apa yang sedang terjadi.bBesoknya Nisa datang kerumahku dengan aura yang gelap ,apa yang terjadi? Nisa menjelaskan sampai ke akar-akarnya, dan... ya sakitnya tuh disini didalam hatiku haha alay. Aku pun tersenyum ,dan menghayati apa yang terjadi, rupanya puput berbohong demi aku, tapi ia sendiri pun tak bisa menahan kebohongan itu sejak awal. Biasa saja walaupun aku masih suka dengannya. Kejadian ini hampir mirip dengan kejadian ku di waktu SMP dulu, ah gak usah cerita dah.


Minggu berikutnya, aku dikejutkan oleh seseorang yang suka denganku. Aku dapat informasinya dari Dayat. Kata Dayat ceweknya cantik cocok untuk ku,daaaann.. ingin bertemu dengan ku. Sekali-kali terima saja cewek yang naksir, kata hatiku.


Okelah.. aku setuju.


Di sekolah aku bertanya sama Dayat, bagimanakah cewek itu, pengennya membuat si pupuput cemburu. Malamnya, aku cuman berpakaian biasa alias memakai baju, celana olahraga dan pakai jaket. Niatnya pas pulang dari ketemuan langsung latihan karate.


Sesudah kencan sebutannya mungkin, aku biasa-biasa dengan tuh cewek, dia pun juga begitu mungkin, ya iyalah kalo pakaian ku norak seperti gak niat kencan. Hubungan yang ia harapkan luruh sudah, sms-an juga sulit dengannya, kalo bertemu malu, fb gak punya, twiter ada tapi aku gak punya ,dan cuek, gimana jadinya hubungan ini. Yasudalah..


Pulangnya aku sudah siap latihan karate walaupun hujan, semoga aja Ikhsan dan Raga masih setia menanti. Sesampainya, harapan ku sirna, aku tak melihat mereka !!. . . Dimana mereka !! huhu~


Yasudahlah..


Semua gagal total..


Okeh sekarang tak boleh lagi ikutin apa kata hati, tak boleh nekat, dan tak boleh pacaran, udah itu aja..


Go to new world!!..


Beberapa bulan kemudian, aku dan puput mulai akrab kembali, karna mereka putus.Kata hatiku ini merupakan kesempatan besar, kesempatan yang menentukan untuk bisa menjadi pacarnya. Karna apa? karna cowok-cowok yang pada ngantri untuk bisa jadi pacar pupuput itu banyak, kemungkinan mantan nya pupupuput itu lebih 50 atau 100, jadi jangan sia-sia kan kesempatan yang ada!!


Tunggu kenapa harus begitu?


Aku sudah tak suka dengannya, aku hanya mengharapkan kami bisa berteman akrab saja, bukan selebihnya dan juga jika aku jadi pacar puput, bagimana hubungan kami selanjutnya, sebelum itu pun apakah aku berhak menjadi pacarnya tanpa ada perasaan cinta, paling tidak hanya 5% saja, lalu ku sms puput..


Jantungku berdebar saat engkau ada didekat ku. . .


Mungkinkah diri ku telah jatuh cinta pada dirimu . . .


Sebisa diriku mencoba untuk melupakan mu . . .


Namun ku tak bisa kau pun selalu ada dalam hatiku* . .


Artinya aku menolak untuk jadi pacarnya. Lalu pesan dari Fidya masuk, katanya puput sudah pusing membahasnya. Akhirnya tak ada sms lagi dari mereka. Kehidupan pun berjalan seperti biasa ,tetap berteman dan akrab.


Aku membuka kotak rahasiaku dan ku ambil sebuah benda yang menurutku bernilai historis, yaitu polpen berlumur isi tipex yang ku dapat saat kerja kelompok dengan nya. Mengingatnya aku dapat tersenyum dan tertawa betapa jahilnya dia.


Polpen albino

__ADS_1


__ADS_2