Monster Labil

Monster Labil
Seperti Seseorang


__ADS_3

Waktu terasa cepat tak sadar sudah hampir satu tahun aku menganggur itu artinya sisa waktu ku tinggal satu tahun lagi, aku hanya ingin memastikan saja. Sudah beberapa bulan aku mencoba menjadi orang yang dibelakang artinya kurang lebih menjadi orang yang tak disukai, tapi tanpa ku sadari aku masih melangkah maju bersama orang-orang yang berjuang melawan kerasnya kehidupan namun di jalan yang berbeda. Selama hidup aku juga belajar dari diriku sendiri setiap detiknya setiap peristiwanya aku mencoba memahami semuanya, kalimat mutiara biasanya bilang “pahami diri sendiri baru memahami orang lain” yah kurang lebih begitu kalimatnya namun artinya sama saja. Memahami diri sendiri itu susah karena mata kita hanya bisa melihat yang ada di hadapannya saja tapi sebaliknya kita lebih mudah memahami orang lain, kadang kita bisa bilang dia nakal, jelek, bodoh dan sebagainya, kata-kata yang lagi ngetrend-nya “teman makan teman” atau “temanmu musuh yang sebenarnya”.


Ada satu hal yang perlu aku camkan ke dalam pembelajarankau yaitu manusia yang berjuang akan selalu mengalami perubahan sama sepertiku dan yang lainnya, jangan sampai terkejut kalau melihat temanmu bisa sukses duluan atau unggul dalam hal lainnya mungkin bisa disebut penyesuaian, yah itu tergantung masalah yang kita hadapi.

__ADS_1


Ketika kami sedang latihan fisik di halaman BLK sesuai kejuruannya, yang mengejutkannya ku kami hanya ada delapan orang saja anggota kejuruan Las Listrik kira-kira gimana nanti belajarnya. Lalu setiap kejuruan disuruh latihan PBB salah satu diantara kami disuruh menjadi pemimpin oleh penyelenggara kegiatan, dilihat dari bentuk fisiknya aku berpikir dia lebih tua dari aku dan rupanya dia gak tau gimana caranya mengatur barisan, kalau aku ya masih teringat sedikitlah itupun samar-samar namun yang jadi masalah adalah penyakit gugupku. Sudah beberapa orang yang tidak bisa atau malu dihadapan orang yang baru kita kenal, tibalah giliranku tapi ya sama saja aku dengan mereka kurang bisa bahkan saat SMA aku kurang minat dengan latihan PBB soalnya penyakit gugup ini adalah masalah terbesar walapun bagaimana pun aku berjuang rasanya akan sulit jika rasa gugup ini tak disingkirkan.


“siap gerak!” aku mencoba menyiapkan barisan dengan suara agak keras, aku merasa kalau aku sedang sangat gugup sekali tapi saat yang lain mentertawakan ku aku merasa agak terbiasa sedikit, tapi tetap saja rasanya sulit, mereka tertawa dan aku pun juga tertawa sampai aku mendengar “lubang hidungnya gede” yah begitulah. Kemudian diadakan game, anggota kami bergabung dengan kejuruan Akutansi yang cowonya hanya ada 3 orang, gamenya tentang rasa kepercayaan terhadap kawan-kawannya salah satu lagi ditunjuk dan berdiri di atas meja yang sudah disiapkan dan berdiri membelakangi kami, yang berdiri diperintahkan jatuh kehadapan kami dengan jatuh seperti tongkat kemudian kami menyambutnya dengan strategi dari pemimpin, aku dipilih lagi menjadi pemimpin asem sekali.

__ADS_1


Kami beristirahat di halaman BLK duduk dan minum tiba-tiba ada seseorang yang mendekati ku yah cuman duduk saja sih, aku mencoba berbicara dengan beberapa orang yang ada disamping ku yah termasuk dangan orang yang ada dihadapan ku tadi, tiba-tiba kelompok disamping kiri ku heboh “saipul saipul” jer beberapa orang mengolok, oh dia mulai terkenal maksudku orang yang debat dengan ku tadi, ceritanya panjang kenapa dia digelar saipul. Terakhir kami masuk ke aula dan diberi sedikit motivasi, kemudian ada yang mengeraskan suaranya “saipul” dari belakang, aku tertawa kecil “ops aku kelepasan” astaga apa yang aku ku lakukan kenapa aku tertawa ucap ku dalam hati, di sana dia diejek seharusnya aku membela keadilan, huhh. “absen dari las listrik” wah itu dari kejuruan ku, kami ditanyai alamat rumah dan pendidikan terakhir dan giliranku tiba, “… di Jangkung pak”, dibalas lagi ”Jangkung mana?” eh emang tempat tinggal gua punya Distrik lain, gua gugup dan tak tau harus bilang apa lalu ditertawai oleh peserta lain dalam hati ku bilang “ini akibatnya kalau menertawai orang lain hehehe..” lain kali gua mesti tingkatkan kewaspadaanku.


Jam berlalu sangat lambat aku mulai ngantuk dan lelah begitu juga peserta lain, ada yang tidur. Aku melihat Ibu eh gimana ya bilangnya Ibu atau Instruktur ah panggil Ibu aja dah sudah 4 hari ini terpaksa mengisi acara pembukaan peserta baru, kadang ia marah gara-gara peserta cowo menggodanya tiap kali mengisi acara, kasihanlah ketika kita bicara serius malah dijadikan bahan bercandaan. Selang beberapa menit teman sebangku ku mengirim selembar kertas dari depan asalnya “eh apaan ini ucapku!!!” setelah aku membukanya dan bertulisan I love u , “dari siapa ucapku?!” nada yang sedikit tinggi, tapi aku terkejut teman sebangku ku langsung mengambilnya dan mengirim kedepan, “oh baguslah” ucapku tenang dalam hati, soalnya aku gak ingin berurusan soal cinta-cintaan untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2