
Bagian 2. Alasan Mencintai
Sore hari aku pergi menjemput adikku pulang sekolah. Sampai di sana, di pinggir jalan depan sekolah, aku memarkirkan kendaraan lalu duduk menunggu. Huhh gak enak rasanya kalau berada di tengah kerumunan. Biarlah lagian gak bakalan lama juga.
Keluarlah beberapa murid kelas 3, itu artinya les sore ini telah berakhir. Diantara banyaknya murid muncullah dia. Bukan adikku, melainkan anak pemilik toko dekat rumahku. Panggil saja dia Bibah.
Yup! dia cewek.
Jujur dulu pas kenaikan kelas 3 mereka aku sempat naksir dengannya. Bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal aku sudah sering lihat dia pas lagi kecil kok malah baru sekarang sukanya. Alasannya pastinya bukan karena dia sudah masuk masa puber ya ya ya. Ngaco kau kuntil onta.
Cinta pada pandangan pertama itu artinya menyukainya, sebab dia tergolong dalam tipe pasangan kita. Tipe itu dari rasa suka. Suka itu sesuai apa yang kita inginkan. Yang kita inginkan itu dari sifat sejati kita. Karena tipe pasangan tiap orang itu tergantung dengan sifat sejati yang dimilikinya begitu pula dengan sifat sejatiku yang super labil dan belum sepenuhnya terpelajari. Sampai saat ini masih menjadi misteri kenapa jatuh cinta itu perlu alasan.
Iya saat ini saja. Berarti setelah ini bukan lagi misteri dong.. Yup! aku akan menjawab misteri ini.
Mempersempit pandangan. Mengumpulkan informasi. Mulai melakukan perhitungan.
1.Mengapa aku bisa jatuh cinta pada pandangan pertama?..
2.Mengapa aku butuh pembuktian dengan tindakan(kita atau dia) untuk memastikan dialah tipeku?..
3.Kenapa cewek cantik yang wajahnya misal seperti artis belum tentu membuatku fall in love?..
4.Lalu.. apa yang aku cari dalam suatu hubungan?..
Jawabannya, cobalah gabungkan dengan sifat kita.
Cinta itu tentang pelaku keduanya.
Cinta itu tentang saling melengkapi.
__ADS_1
Pertama.
Kita menyukai seseorang pada pandangan pertama karena dia termasuk dalam tipe pasangan kita. Hubungannya dengan sifat? sindir dan koreksi diri.Apakah kita punya sifat buruk dan sifat baik? misal sifat buruk, sifat tersebut akan menuntun kita kepada hal yang disukainya. Contoh melihat rambut pendeknya yang lucu, bibirnya yang kecil, matanya dan semua tentang dirinya. Segi fisik, materi ataupun kepribadiannya.
Cinta itu buta? gak lagi. Cinta pada pandangan pertama itu karena kita menyukai sesuatu tentang doi tanpa kita sadari. Kebiasaan yang berasal dari sifat sejati kitalah yang menjelaskan mengapa pada pandangan pertama anggapan tentang dirinya akan selalu baik. Sifat sejati seperti apakah yang kita miliki?..
Kedua.
Khusus dalam kasus ku ketika suka dengan Sophia yang butuh beberapa momen hingga jadi cinta. Momen yang dimaksud saat doi menunjukkan kelebihannya. Sedikit flashback pengalaman saat aku suka dengannya.Ketika kami kerja kelompok di rumahnya. Pastinya pas kerja kelompok itu ada aja kesempatan untuk bercanda. Kemudian pada kesempatan itu sekilas aku melihatnya tersenyum. Kenapa baru sekarang aku suka dengannya? karena baru kali ini aku melihatnya tersenyum dan senyumnya itu menumbuhkan benih cinta. Tapi keduluan orang yang nembak haha. Emangnya berani nembak cewek wkwkw.
Pembuktian dari hasil tindakan untuk memastikan apakah dia benar-benar sesuai dengan tipe kita. Jika bukan, maka hati kita tidak menginginkan apapun dari dia.
Ketiga.
Kenapa? Soalnya bukan termasuk dalam tipe ku, ya kan?
Panjang lebarnya, seperti yang ku bilang tadi dijawaban pertanyaan pertama. Pertanyaan ketiga ini hanya untuk memperjelas.
Jatuh cinta karena suka.
Suka dalam hal umum, fisik, materi dan kepribadian. Suka datang dari sifat sejati.
Jatuh cinta pada pandangan pertama dan mengharapkan bisa mendapatkan dirinya.
Apa yang dimaksud dengan "mendapatkan dirinya"? inilah pertanyaan sesungguhnya.
Mengingat kepribadian yang tidak stabil dikarenakan belum paham tentang diri sendiri. Dalam cinta pastinya satu, dua atau lebih harapan besar yang kita inginkan dari membentuk suatu hubungan. Aku yang dulu tidak paham siapa kah diriku.
Kenapa aku bisa marah?..
__ADS_1
Kenapa aku bisa senang?..
Kenapa aku bisa sedih?..
Dan kenapa aku menginginkan dirinya yg hanya karena aku jatuh cinta?..
Meragukan..
Aku pernah bilang ketika jatuh cinta dengan seseorang
"apakah aku bisa melihat apa yang tidak bisa aku lihat dalam dirinya?"
Makin membuatku ragu. Tapi sampai tahap ini aku mulai paham jawaban atas pertanyaan tersebut adalah karena sifat sejati kita. Aku menyukainya berdasarkan sifat sejati yang ku miliki. Sifat seperti apa yang aku miliki. Labil? aku belum tau.
Namun yang bisa aku pastikan dengan menggabungkan poin-poinnya yaitu..
"Aku melihat apa yang tidak bisa aku lihat" itu artinya aku melihat yang tidak bisa dilihat oleh mataku. Yang tidak nampak. Apa itu? Yup! kepribadiannya.
Tapi.. Kenapa aku mengharapkan dirinya karena alasan kepribadian diri?
Cinta itu tentang saling melengkapi.
Apakah aku punya kekurangan ataukah kelebihan yang membuat kekurangan? labil..
Kenapa tentang cinta pada pandangan pertama, sifat sejati lah yang mendorong diri untuk melakukannya, berusaha untuk memilikinya.
Artinya alasan sebenarnya ku jatuh cinta adalah untuk dapat melengkapi kekurangan diri, menyempurnakan kepribadian labil yang ku miliki. Inilah alasan spesifiknya.
Benarkah begitu?
__ADS_1
Jika aku telah menyempurnakan karakterku.. mungkin akulah yang akan menyempurnakan sosok pasanganku.
Mungkin saja. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi dimasa depan.