
Setiap yang kita lakukan selalu diawali oleh keinginan hati. Keinginan akan membuka lintasan perjalanan takdir. Usaha atau tindakan yang diambil di tiap cobaan menuntun kita untuk merubah sikap buruk. Hikmah, begitu sebutannya. Pintar-pintar sendiri untuk mencarinya.
Seseorang yang telah mendapatkan jati dirinya memiliki pandangan yang kuat. Cara dia memandang sesuatu akan berbeda. Dan udara di dekatnya terasa lain tergantung apa yang dia dapatkan dan harapkan.
Setelah sholat tasbih berjamaah dan mendapatkan cemilian aku langsung saja keluar mesjid. Ya habisnya cemilannya enak sih makanya aku mau😂. Aku juga melatih deduksi ku dalam menilai cepat orang-orang, mumpung ada kesempatan. Aku melakukannya saat bersalam-salaman kok gak waktu sholat haha, kalau melakukannya diawal atau pas lagi sholatnya nanti niat amal ibadahnya rusak. Iya ini minggu terakhir bulan puasa, tinggal menghitung hari saja lagi hari raya. Badan terasa berat karena rasa lelah jadi setelah bersalaman aku langsung mau pulang.
Menuju tempat parkir aku melihat kaum wanita juga ikut keluar, menuju tempat parkir yang sama. Ini tidak baik aku harus menjaga jarak. Hakim, Erpan dan Pandi juga ikut sholat tasbih. Mereka sedang berbincang-bincang membahas ibunya Opie yang ingin ikut pulang. Aku ikut bergabung. Hendak berbicara, aku melihat cewek cantik dengan mukena yang masih dikenakan. Tapi yang membuat ku terpana bukan keelokannya tapi tatapan dan auranya. Dia sangat unik. Kenapa unik? hey kau tahu sudah berapa banyak aku melihat cewek soleh? banyak lah tapi dia berbeda, kepribadiannya sangat kokoh aku pastikan itu dengan bagaimana cara dia memandang lurus ke depan. Bahkan saat dia lewat di dekat kami sedikit pun tak tertarik dengan hebohnya kami. Melirik pun enggak.
Aku masih terpana, mata ku masih menatapnya sampai dia menaiki kendaraannya.
"oke jadi ibunya Opie ikut Nanang"
Aku langsung menaiki kendaraan ku. Menunggunya lewat. Aku menurunkan perhatian ku padanya agar tak di curigai. Alasan ingin menghidupkan kendaraan lalu ah aku lupa gimana membawa cemilan ini, gak ada kantong plastik. Sedikit lama akhirnya dia lewat di dapan ku. Uwah auranya hebat. Jarang sekali aku melihat cewek sepertinya, soleh pula. Pasti banyak cobaan yang telah ia lewati. Pandangan seperti itu sangat langka. Pandangan lurus tanpa tergiur untuk melirik sekitarnya. Dia sudah mengabaikkan nafsunya. Dijamin 100% itu malaikat kalau sudah menaruh hati terhadap seseorang dia akan setia selamanya. Apa dia sudah bersuami ya? tapi kalau dia pulang sendiri masih memakai mukena pula berarti belum. Atau suaminya kerja.. entahlah tapi cowok yang sudah mendapatkan hatinya akan sangat beruntung dunia akhirat. Enaknya aku harap dapat cewek kayak dia nanti.
"perbaiki diri mu dulu fidz.."
__ADS_1
Iya iya aku tahu.
Apa aku akan bertemu dia lagi ya? di mesjid Tanjung ini.. kalau jodoh past- ah basi. Aku sedikit khawatir dengannya pulang sendirian malam-malam begini. Tapi kalau dia masih memakai mukena mungkin rumahnya tak jauh dari sini. Aku menyapa om-om di samping lalu kehilangannya. Ah biarlah perut ku sudah laper.
Aku menarik kesimpulan tentang pertanyaan yang muncul berserta jawabannya. Sejauh mana kita bisa menarik kesimpulan sebaik mungkin seperti di mata pelajaran bahasa Indonesia. Setelah kita mendapat cobaan cobalah ingat untuk sadar tak boleh terbawa emosi. Anggaplah cobaan itu sebagai anak tangga untuk menggapai kepribadian lebih baik.
Terlihat sederhana.. tapi tergantung kitanya. Mengenai hal-hal biasa yang kita abaikan dibaliknya tersimpan jawaban atas apa yang kita lakukan. Kita melihat, kita berjalan, kita melakukan aktifitas biasa dalam keadaan menurunkan kewaspadaan. Ahh bagaimana ya menjelaskannya intinya di setiap kita tersadar dalam sebuah momen ceritanya akan berlanjut di kemudian hari, seminggu kemudian, satu bulan, setahun tidak ada yang tahu. Contoh saat kenaikan kelas waktu SMP dulu.
Aku tak sengaja terdiam menatap seseorang yang dari kelas lain. Rasanya aneh seperti ada sentuhan berbeda di dalam hati. Aku mengabaikan. Kemudian di kelas baru aku jadi sekelas dengannya. Bahkan setelah lulus kami saling menyapa padahal tidak terlalu akrab. Aku bertanya kenapa aku bertemu dengannya? jawaban mungkin saja tak ku pilah karena aku belum memutuskan untuk berjuang memperbaiki diri. Aku lupa namanya karena memang kami tak terlalu akrab. Dia dilihat dari penampilannya seperti preman, kau tahu geng anak SMP yang ku maksud? dia juga membernya 😂. Tapi walaupun penampilannya begitu dia ramah, menyapa aku yang masih jadi tokoh sampingan. Apa yang telah Tuhan sampaikan aku mengabaikannya. Makanya aku membuat kebiasaan untuk selalu memperhatikan sekitar ku sekecil apapun takkan ku abaikan.
>>>Bila ada pertanyaan pasti ada jawaban<<<
Tak pernah absen satu kali pun tiap dua minggu sekali aku pergi ke Guru Danau yang terletak di Mabuun. Bertemu Wali Allah adalah rasa syukur yang sangat besar. Banyak sudah ilmu yang telah aku amalkan dari beliau. Iya guys makanya hijrah lah pada tempat yang tepat bukan dari internet. Resikonya besar loh.
Rizal datang ke rumah untuk mengajak ku ikut acara Guru Danau di Pamarangan. Aku agak bimbang tapi akhirnya aku ikut soalnya teringat malam sabtu kemarin aku gak ikut acara Guru Danau juga di Tanjung karena kerja. Minggu ini lagi banyak undangan oleh calon pergi haji jadi punya banyak kesempatan mendengar langsung suara indah dari wali Allah. Badan ku agak lelah tapi aku masih bisa memaksanya.
__ADS_1
Aku ke rumah Hakim dan melihat dia juga sudah bersiap lalu kami pergi. Dia tak banyak bicara. Apa dia mengira aku lagi marah ya? tapi tak banyak bicara membuat ku senang sedikit, beda dari biasanya. Aku harap si Hakim bisa merubah sikap ngeselinnya😂.
Sampai di tujuan acaranya sudah dimulai dan setelah duduk beberapa menit acaranya selesai. Sayang sekali seandainya Rizal lebih cepat mengajak kami, tapi agak aneh biasanya jam segini acaranya baru mulai. Saat hendak pulang kami berpas-pasan dengan teman alumni Hakim. Katanya satu kali lagi acaranya di rumah calon haji dekat sini. Kami tak jadi pulang, syukurlah kami bertemunya kalau tidak pastilah kami pulang.
Jalanan macet hal yang biasa dialami bila setelah acara. Bau pembakaran mesin yang keluar dari knalpot membuat hidung ku sakit. Sumpah pernapasan ku gak tahan menghirupnya. Pernah sekali karena terlalu sering menghirupnya nafas ku dingin di tenggorokan dan berbau. Bukan disengaja karna saat itu juga aku terjebak macet panjang. Aku menggiring kendaraan ku kesamping jalan. Mengurangi polusi yang masuk ke hidung ku. Apa masih jauh ya sampainya. Melirik ke kanan aku melihat seseorang yang sangat ku kenali.
Aulia!
Aku hampir melambaikan tangan dan menyapanya. Se per sekian detik aku menyadari bahwa Aulia lagi kuliah. Sungguh!? tapi lihat! dia sangat mirip. Wajahnya, tinggi badannya bahkan cara dia berdiri menunggu seseorang dengan wajah polos menatap ke arah jalan. Ii- imutnya😂. Anak SMP kah? mungkin SMA kelas satu. Aku tidak menyangka akan bertemu kembaran Aulia disini. Kira-kira apa perbedaannya ya? hmm aku masih meliriknya. Mumpung memakai helm jadi tidak ketahuan kalau aku sedang memperhatikannya. Dia melirik ke samping dan aku melihat perbedaannya. Dagunya. Itu perbedaan fisiknya. Kalau kepribadiannya tentu saja aku tidak tahu haha.
Eh! tunggu..
Apa maksudnya ini kenapa aku bisa bertemu kembarannya? Apakah akan terjadi sesuatu? minggu kemarin juga aku memberi hadiah ultah untuknya 3 kesempatan bertanya dan akan ku jawab semuanya dengan jujur. Entahlah begitu saja terpikirkan oleh ku untuk memberinya hadiah.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.. akan kah cerita ku dengannya terus berlanjut? misalkan iya, pasti aku telah melewatkan sesuatu yang penting darinya. Seperti halnya pengalaman ku yang diatas tadi.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu pasti. Kapan, dimana kisah cerita kita. Semua tokoh yang muncul dalam hidup kita akan mengajarkan hal yang kita inginkan. Selama kitanya~ lalala~🎶🎶
Oke itu aja yang ingin ku sampaikan, sampai jumpa di pengalaman berikutnya!!🙌