Monster Labil

Monster Labil
Puasa dan Kerepotan


__ADS_3

Bulan puasa telah datang tapi entah kenapa hatiku sulit sekali bahagia menyambut kedatangannya. Tiap tahun rasa bahagia itu semakin memudar. Mengambil langkah pasti, aku takkan membiarkan pembelokan perasaan ini menjadi-jadi. Sebab jika mengabaikannya dan hilang tanpa ada rasa bersalah.. rasanya sama seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga tanpa mengetahui itu benar-benar ada. Sebuah firasat yang paling sering aku alami dari kecil hingga sekarang.


Aku takkan menyerah. Aku akan berusaha mencari penyebab dan solusinya. Pasti terdapat pelajaran yang dapat diambil. Lebih teliti mengoreksi diri. Lebih teliti.


Sembari beraktivitas pikiranku tetap bekerja mencari kesalahan diriku.


Kenapa aku mulai kurang suka dengan datangnya bulan Ramadhan?..


Waktu kecil aku begitu bahagia menyambutnya. Beda dengan sekarang.


Apakah karena waktu kecil aku bisa berlibur lalu bermain sepuasnya? mungkin saja itu alasannya. Karna sekarang aku sudah punya banyak waktu luang jadi... hmm tidak juga. Saat ini aku sedang mengatur waktu untuk beraktivitas soalnya jam tidurku selalu kurang. Makanya datangnya bulan r a madhan- oh! mungkin karena jadwalku terganggu. Ah maksudku aku harus mengatur ulang jadwal seperti tidur, makan, ibadah dan lainnya. Hedehh rupanya hanya karena hal sepele begini. Kalau gitu aku hanya perlu mengikhlaskannya.


Banyak orang-orang alim yang begitu antusias datangnya bulan penuh berkah ini.


Aku tak melihat ke sisi baiknya karna merasa bakal repot lagi mengatur jadwal. Beberapa hari ini atau seminggu ini aku susah sekali istirahat, stamina turun dan tentunya pikiran jadi kelelahan. Ingin berjuang tapi sudah lelah duluan jadinya bakal kerepotan.


Solusinya aku hanya perlu menanamkan kecintaan pada bulan ini dengan begitu karakterku akan jadi lebih baik.

__ADS_1


_


>>> Ramadhan bulan penuh berkah <<<


Malam pertama tarawih kondisiku tidak dalam keadaan baik ditambah ruangan Langgar pengap karna jendela sedikit. Angin dari kipas-kipas gak ada gunanya. Malah memperparah. Aku pusing dan ngantuk. Tapi aku masih harus berjuang lagi. Setelah ini kami akan mengadakan tadarusan.


Uhuhu harus kuat lagi..


Setelah tarawih aku dan bapaknya Parid saja yang tadarus. Sebelum bulan puasa aku sudah berjanji bakal tadarusan di sini, kalau yang lain? aku tak tahu, aku tak memaksa hanya mengajak, mau atau tidak terserah mereka, semua punya haknya.


Aku belum lancar mengaji walaupun sudah bisa membaca dengan hukum tajwid. Tapi yang namanya sebatas pengetahuan sendiri dan mencari sendiri tanpa seorang guru pasti masih ada kesalahan. Yep, benar. Aku belajar hanya lewat internet. Mendengarkan langsung dari Hafidz Qur'an asal Arab. Aku suka dan telah belajar mulai dari kelas 2 SMA. Tapi masih disurah Al-Baqarah itupun gak sampai habis. Bayangkan susahnya melawan diri sendiri yang pemalas. Terjebak dalam zona nyaman. Ujungnya akan merasa direpotkan oleh suatu yang pikirku adalah masalah. Bahayanya lagi jika saat ini aku tadarus dengan niat terpaksa menepati janji apa yang akan aku dapat nantinya?


Aku berniat untuk belajar bagaimanapun kondisinya. Sakit, senang, marah apapun itu.


Aku ditegur oleh bapaknya Parid karna banyak salah. Maaf.. aku gugup haha. Padahal aku sedikiiit lancar diawal juz tapi karna gugup.. yah  begitulah.


Cahaya pengingat aktif.

__ADS_1


Koreksi diri.


Ahh terselip di dalam hati aku pengen pamer. Sulit juga tadarus memakai mikrofon. Pusing. Pusing. Aku sangat kelelahan.


Besok subuhnya setelah sahur aku hendak pergi sholat. Ah sudah ada yang adzan. Tapi siapa ya? belum kenal aku dengan suaranya, orang baru kah?


Syukurlah.. paling tidak ada yang mau gantikan aku berwirid sebelum subuh soalnya aku masih kesulitan berniat bercampur rasa ingin berbangga diri.


Santai aku berjalan tanpa beban. Aku lihat dari luar sudah banyak orang yang duduk. Hihi rame nih. Pas aku masuk ke dalam ternyata belum ada yang mau berwirid, orang yang adzan tadi adalah temannya adikku, ahh ia belum hafal wiridnya. Setelah sholat sebelum subuh akupun menawarkannya tapi ya ia belum bisa. Uhh terpaksa nih, naitku tak boleh bercampur dengan perasaan bangga.


Suaraku agak bersemangat karna udah makan. Sedikit kurasakan gugup tapi masih bisa diatasi, mengantuk membuatku kurang peka dengan keadaan sekitar.


Bulan ini musuh kita hanyalah diri sendiri.


Aku harus lebih cermat mengatur jadwal dan harus penuh semangat menjalani hari.


...

__ADS_1


Berbuka puasa.


Entah kenapa rasanya biasa saja


__ADS_2