
Saat itu aku sedang membeli gorengan di dekat rumahku ,terlihat banyak orang-orang bersantai ,aku melihat ke kiri rupanya ada seseorang yang paling berharga dalam hidupku dia bisa ku panggil Ushu atau paman ku ,dia adalah orang yang paling menganggap ayah ku seperti penolong dalam hidupnya kerena ayah ku dulu sering membantu untuk pekerjaannya hingga sukses sampai sekarang ,jadi yang membuatku terkesan adalah dia selalu memberiku uang jajan tiap bulannya setelah gajian tak hanya aku ada juga keluarga yang lainnya seperti uncapan terima kasih ,tiba-tiba muncullah pecakapan antara Ushu dan orang tua yang duduk di sebelahnya.
“anak muda sekarang ini mau pergi ketempat dekat aja pakai kendaraan”ucapnya
orang tua sindir ke diriku
“yah makanya bla.. blaa …” ushu membalas
__ADS_1
Memang waktu itu aku memakai kendaraan untuk ke warung gorengan tersebut padahal jaraknya dekat ,aku mulai menanggapi sindiran tersebut adalah renkarnasi dari perang ,aku mulai benci orang tua yang tak tahu namanya perasaan.. pantas saja dari dulu aku agak jengkel bila melihat orang tua kecuali ibu ku ,terlintas dibenakku siapa yang mengajari kami caranya merokok?? Pacaran?? Andai bisa mengoreksi diri sebelum mengeluarkan pendapat. Dalam ucapan kata-kata itu akan memiliki rasa tersendiri “bodoh !” “sial !” di tangkap oleh telinga dan di artikan melalui otak bagi yang memiliki hati sensitive seperti aku.. bakal marah .. bentak pendapatnya jika mereka melihat kami dari segi negative aku juga bakal melihat mereka dari segi negative ,kata-kata yang telah masuk ke hati seseorang bisa ditarik kembali jika hal itu menyadarkan bahwa sempitnya penglihatanmu ,akan tetapi aku tidak berucap apa-apa waktu itu.
Walaupun tidak berucap bahwa mereka itu salah aku tidak boleh gegabah mengambil kesimpulan bisa saja aku yang salah. Hal ini akan menjadi perdebatan panjang.. perang batin yang menentukan siapa yang salah melalui berberapa informasi terakurat yang ku dapat selama ini ,aku selalu mendiskusikannya dibenakku .. tanpa sadar memulai sidang tersangka. Jika perang batin itu tak menujukkan hasil berarti aku hanya perlu mengetesnya ,hya perbuatan tak lazim ini sering ku lakukan jika tak mendapatkan jawaban yang sebetulnya. Kenapa jadi panjang lebar begini ?? ..
Aku mulai menunjukkan rasa ketidak puasanku kepada ushu ,aku diberi uang lagi tetapi sekilas ku lihat di wajahnya seperti tak berirama datar dan kurang menyenangkan , “oh jadi elu mau menerima uang yang pemberinya tak puas ,seperti tak ikhlas” ucap side of dark me ,logis sekali .. soal balas budi yang dramatis ,aku tidak suka kalau ada orang yang seperti itu walaupun hatinya ikhlas tetapi raut wajah menunjukkan sebaliknya tentu menimbulkan rasa cemas dalam diri seseorang ,senyum kek atau apalah biar orang yakin melihatnya. Sama halnya denganku ..teman sekelas ku gak sengaja menginjak sepatu yang ku kenakan
“ah gak papa gak” datar
__ADS_1
“ah injak fidz soalnya aku mengotori sepatumu”
“ah gak papa kok” mulai dikit senyum
Hingga akhirnya aku menginjak baliknya ,rasa cemas tak akan membiarkan mu tidur dengan nyenyak menghantui mu agar berbuat sesuatu. Sedikit bisa ku membaca situasi melalui rasa yang seseorang tunjukkan marah ,kecewa ,sedih ,senang dan lain-lain .. jadi yang ku dapat ketika mengetesnya adalah yah kurasa sedikit kecewa kenapa aku baru menyadarinya sekarang. Mulai kejadian itu aku tidak bergantung dengan ushu lagi ,aku menolak untuk diberi uang. Masalah bertambah besar ketika kaka ku marah ke padaku , “kenapa kamu bagitu sama Ushu mu??” kaka ku tidak tau apa-apa soal masalah ku karena aku ini “solo player” aku menyembunyikan semua masalah ku hanya dikit yang diketahui oleh keluarga ku .. mah ini gak begitu penting juga ,jika ada masalah yang tak bisa ku selesaikan aku akan menanyakannya dengan orang yang paling ku percaya ,tetapi orang itu sekarang sudah tak ada bukannya meninggal tapi gak disini bersama ku ,yah itu juga gak papa.
Puncak masalahnya kaka ku mulai ngeselin .. ngebentak aku .. memangnya aku anak kecil ,sikap aku terhadap keluarga sangat berbeda jika dibandingkan dengan teman-teman ku bisa dibilang penyesuaian lingkungan jadi untuk mengakhiri masalah seperti ini aku akan bersikap berbeda jauh dari yang dibayangkan. Memutuskan hubungan bukan akhir sebuah cerita ,ceritanya akan terus berlanjut sampai menemukan posisi sesungguhnya .. aku hanya menundanya .. menundanya.
__ADS_1
Aku gak tau harus bilang apa dari akhir cerita ini ,dilihat dari situasi sekarang ini aku masih jaga jarak dengan paman ku ,bukannya benci tapi kecewa aja ,memang sih aku berniat sekali mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik ,tetapi aku ingin sekali mengubah tata cara hidup ku dulu dari begini dan begitu ,terlalu cepat mengambil kesimpulan untuk bisa menata kehidupan seseorang salah salah berujung fatal ,bila ada yang memintanya aku akan berjuang sebaik mungkin memberikan jawaban yang benar.