
Gilee!! ngantuk banget -___-
Aku terlalu memaksakan diri menahan ngantuk. Pagi dan siang tadi aku sudah minum kopi 2 cangkir!.. jadinya sekarang aku sempoyongan.
Merebahkan diri sebentar saja bisa langsung membuatku tertidur.
*uah -_-
Layaknya seperti zombie geliat-geliut, otakku sudah sangat kelelahan. Tapi aku harus bertahan sampai waktu isya berakhir kemudian aku bisa istirahat.
Setelah sholat maghrib aku ingin ke pasar membeli pentol goreng dan keripik buat adikku. Aku juga ingin sih makanya aku mau menuruti keinginannya. Biasanya? aku berpikir dulu, misalnya di rumah makanan banyak yaa gak bakal beli makanan lagi, ini soal nafsu. Aku melarangnya agar menghemat pemakaian.
Eww.. sulit tahu, jadi kaka yang harus selalu ada menuruti keinginannya. Aku jadi terbatasi sekali.
Seperti biasanya pasar malam emang ramai oleh para remaja. Aku tak terlalu suka karena mereka semua saling unjuk penampilan untuk menarik pasangan. Aku jadi grogi. Terlalu banyak perasaan yang bisa aku tangkap dari berbagai arah.
*Aku memperbaiki poniku
Eh? kenapa aku malah memperbaiki penampilanku dan juga aku ikut-ikutan tebar pesona.
???
Ada yang aneh denganku.. kenapa aku malah mengikuti instingku? uh kepalaku sakit..
aku tak bisa berpikir..
Langsung saja tanpa basa-basi aku mengantri membeli keripik. Ada dua cewek yang sedang mengantri.
Oke! jaga jarak Beater!
seharusnya..
Kenapa malah dekat-dekat!!??
Dan juga auraku mencoba berbaur dengan mereka.
Ehh!??
Jarak penglihatanku terbatas..
Seperti bermimpi..
Ini tak bagus..
Terakhir membeli pentol. Masih harus mengantri.
"5000rb bu pentolnya"
"siap" balas istrinya paman pentol
Aku melihat jualan lain dekat pentol. Kue bingka berendam mini dibungkus dengan plastik es.
"wah jualan ini juga ya bu, sempat kukira ini pentol giga spesial" aku.. entah kenapa malah ngelawak..
Tertawa kecil mereka berdua karna lawakanku. Dalam hati emang senang melihat orang lain tertawa tapi yang ku lakukan kali ini jauh lebih bertentangan dengan kepribadian diriku yang super cool. Malah akunya yang membuka ruang untuk orang lain agar bisa mendekatiku.
Hendak berbalik mau pulang, aku lihat seorang cewek di atas kepalanya ada serangga.
*bzzzt.. Otakku mengolah informasi..
__ADS_1
Sebaiknya aku bilang aja.
Hah!? impossible!!!
"hey.. tuh di atas kepalamu ada serangga" aku memberitahunya terus berbalik pulang.
Anjiirrrrr.. sok cari perhatian.
Gak beres, gak beres..
Pas pulang aku terlalu cepat mengemudikan kendaraan kemudian.. hampir menabrak orang. Beberapa meter lagi sih jadi gak bikin heboh. Syukurlah refleks ku aktif, bukan, syukurlah aku ditolong.
Alhamdulillah..
Besoknya..
Aku mengoreksi diri.
Kejadian kemarin adalah yang baru pertama kalinya aku rasakan.
Kesadaran yang tipis membuat pengendalian diri sulit teratasi. Cahaya pengingat menjadi kacau. Karakter lain saling bertabrakan.
Kalian bisa bayangkan siswa siswi satu kelas ribut karena gak ada guru mungkin seperti itulah.
Hapis nimbrung ke sana kemari bergaul dengan yang lain..
Zheill sok keren!
Beater membuka hati buat orang-orang di sekitarnya..
Kacau!!! Campur aduk!!!
Pelajaran yang bisa aku ambil dari pengalaman baru ini adalah menghindari kantuk yang berlebihan dan mengambil langkah pencegahan. Membuat cahaya pengingat yang kuat untuk kejadian seperti kemarin bila syarat terpenuhi.
Karya Seni
Kami murid kelas 9 C mendapat tugas membuat kerajinan tangan dari tanah liat. Kata bu guru bebas bentuknya.
Aku punya ide tersendiri.
Sorenya aku pergi ke sungai untuk mencari tanah liat yang bagus yang mudah dibentuk. Biasanya kami bermain adonan kue dari tanah di sungai ini makanya aku tahu kalau mudah dibentuk. Tinggal bagaimana cara aku mengolahnya seperti bikin adonan tepung. Harus benar-benar merata. Kerikil dan dedaunan mati aku singkirkan.
Dan.. siap dibentuk!!
Coba tebak aku akan membuat apa?
Ibuku merasa heran denganku. Sedang bikin apa anakku ini? mungkin katanya dalam hati.
"kerajinan apa nak yang kamu buat?" ibuku akhirnya penasaran.
Aku menjawab.
"Bikin Naga ma!" sambil tersenyum ceria.
*doengg
Esoknya di sekolah.
Syukurlah bentuknya gak rusak setelah melewati rintangan jalan gak rata saat bersepeda tadi.
__ADS_1
Jam pelajaran kesenian akhirnya tiba.
Satu persatu kami maju ke depan menanti pendapat dan menunggu nilai dari bu guru. Sedari tadi aku lihat semuanya yang telah dinilai bentuknya sama aja.. yaitu asbak rokok.
Kecil, sedang, besar, bahkan ada yang dicat.
Punya Ramlan juga asbak dan bentuk kecil. Kayaknya lagi gak mau kotor-kotoran dia.
Kemudian giliranku tiba..
Aku membuka bungkus wadah dari kediaman Bronze Elder Dragonian.
Cahaya menyilaukan membuat semua teman sekelasku terpana.
*clinggg!
"bisa dijelaskan ini apa?" kata bu guru.
Terdiam sebentar..
"ini Naga bu.." aku membalas
astagadragon!!!
Teman sekelas mulai mengerumuni meja guru karena penasaran bagaimana sosok Naga yang aku buat.
Aku tersenyum sendirian.
"aa.. gunanya buat apa ya?" bu guru sedikit kebingungan.
*ehem
"enak dipandang bu, atau memperindah ruangan" spontan saja aku bilang begitu.
"ahaha.." bu guru tertawa
Dari semua murid di kelas ini hanya aku yang membuat kerajinan Patung Naga -__-
Sisanya asbak semua..
Ajaibnya dapat nilai 80an sama kayak lain.
*Ukh
Aku kira bakalan dapat nilai tertinggi karena beda dari yang lain.
huhu~
Yang bikin sakit itu! pas jam terakhir tak ada guru, hendak pulang sekolah, teman sekelas yang sering memalakku meminta izin padaku kalau Bronze Elder Dragonian dilemparkan ke teman yang lain(ceritanya lagi bercanda kejar-kejaran).
Akunya mengiyakan saja kemauannya soalnya aku gak butuh lagi sih tuh Naga.
*cplak
Sang Naga mencium lantai keramik.
Uwah! rupanya masih belum kering kerajinanku, padahal kemarin sudahku jemur seharian.
*huhu~
__ADS_1
Selamat tinggal Bronze Elder Dragonian!!
*clingg