
Sore ini cuacanya mendung..
Persiapan sudah lengkap. Aku membuka pintu rumah dan melangkahkan kakiku menuju rumah Hakim.
Di depan toko Abdi aku disapa oleh ibunya. Katanya hari ini gak ada pengajian di guru Ahmad. Aku membalasnya "emm.. ulun hendak ke Bitin, Guru Danau".
Ibunya Abdi langsung mengerti.
Beberapa minggu terakhir aku tiba-tiba berhenti ikut pengajian guru Ahmad. Alasannya ialah aku belum bisa meningkatkan ilmu Tasawuf ku. Kalau ilmu tentang Tauhidul Ap'al aku bisa paham dan sedikit demi sedikit mengamalkannya. Seterusnya bila ingin naik ke atas lagi aku harus bersungguh-sungguh membuang sisi burukku, penyakit hati yang ada dalam diriku.
Malas *ugh
Cepat bosan *ugh
Iri, ria, pendendam dan banyak lagi. Kalau aku MERASA berarti bener tuh. Alasan lainnya, entah kenapa aku seperti orang yang cari muka. Jadi sebaiknya aku tunda dulu pelajaran ilmu Tasawufnya. Masih banyak yang perlu aku cari selagi masih muda aku tak mau sia-siakan kesempatan itu.
Sampai di rumah Hakim. Kami menunggu si Gafur tetangganya si Hakim yang rajin ke pengajian Guru. Alasan kami menunggu Gafur karena kami ingin ikut transportasi orang lain. Si Gafur yang sudah sering menunggu di sini pasti sudah banyak yang kenal dengannya. Bertahun-tahun, pastinya pernah naik dari salah satu mobil yang bertujuan sama ikut pengajian Guru.
Yap.. baru kali ini aku ikut pengajian malam minggu Guru yang ada di Bitin. Soalnya tempatnya jauh banget. Aku yang tak terlalu suka jalan-jalan merasa sangat kelelahan berpergian jauh. Terlebih aku mabuk perjalanan. Nyium aroma pewangi yang sama dengan di mobil aja sudah bikin aku mual.
*hoek
Rintangan berat.
Tapi aku harus mengisi jadwal pengajian yang kosong. Kalau enggak, nanti hit combo bonus-nya hilang.
Berharap mobil pikap yang akan menyinggahi aku atau kami. Kalau naik mobil pikap aku gak mabuk. Mungkin karena udara segar yang bisa k hirup dengan leluasa. Jangan sampai lagi kalau dapat mobil kijang yang sempit kayak tahun kemarin. Lima orang berjejal dibagian belakang mobil. Permen pemberian Gafur habis dan ia malah ngelawak menyuruhku ngunyah uang koin.
Ampun dah.. gak mau terulang lagi kejadian kek gitu.
Kondisiku kali ini juga kurang sehat. Kalo dapat mobil yang tertutup aku gak jadi ikut. Konyol.
Jam 5an sudah. Aku dan Hakim duduk di ban mobil depan rumahnya. Lama juga nungguin pengendara yang mau memberikan tumpangan. Tiap kali mobil kijang yang lewat karena penuh gua bersyukur banget!
Aku melihat si Hakim menggerak-gerakan lengan kirinya seperti mengangkat barbel, pegel kah?
sementara di kakinya banyak luka dan kulitnya juga menghitam seperti habis berjemur seharian.
"habis menyawah ya?" spontan aku bertanya padanya.
"eh! kok bisa tahu?" Hakim terkejut.
Satu-satunya jawaban kenapa badannya bisa kek gitu pasti lah menyawah. Dulu dia sendiri pernah bilang menyawah jadi ku pikir itulah jawabannya.
*citttt!
__ADS_1
Mobil pikap nge drift singgah di seberang jalan.
Yes!!! aku teriak dalam hati.
Haha.. untuk pertama kali ini mungkin bonus kemudahan untukku.
>>MONSTER LABIL<<
Sudah lumayan jauh perjalanan kami hingga bertemu jalan mulus sang supir langsung tancap gas!
Gila cepet banget. Berasa naik taksi bedanya anginnya bisa kerasa.
*brrr
Pengendara lain dibalap melulu. Pas tikungan aku pegang bagian samping mobil agar tidak terlempar -___-
Uhh.. gawat.. misalnya mau tabrakan aku gak bisa reflek menghindar. Misalnya aja ya ya ya.
Semakin jauh perjalanan, semakin banyak daerah yang telah dilewati.
*ughh
Lagi-lagi..
Dingin, kesendirian, awan mendung yang gelap, gambaran tempat tertentu dan munculnya ingatan yang belum pernah ku ingat.
Sulit menjelaskannya. Tapi jika aku menebaknya karena aku juga tak tahu pasti, perasaan ini seperti kesendirian, rindu, kadang bisa terasa menyakitkan dihati layaknya patah hati.
Ingatan.
Jika semakin dalam, akan muncul ingatan yang belum pernah aku alami dan jumpai.
Ingatan tentang tempat yang sangat familiar.
Kasus de javu lainnya kah? aku tak tahu karena dari semuanya tempat yang muncul dalam kepalaku satupun belum pernah ku temui.
Di depan rumah biasa yang terbuat dari ulin.
Berada di tengah pepohonan bersuasana dingin.
Dahan pohon yang basah sehabis di guyur hujan. Banyak lagi.
Gambaran tempat tertentu.
Selain ingatan muncul melihat gambar tertentupun bisa memicu munculnya perasaan ini.
__ADS_1
Wallpaper hp dari tema yang aku download di hp jadul zaman SD dulu.
Wallpaper hitam putih saat tengah malam, bulan sabit dan satu rumah.
Tema pemandangan Blue Moon Light di pantai bebatuan.
Wallpaper seseorang berdiri memandang langit mendung ke coklat-coklatan di tanah bumi yang tandus.
Taman indah yang diguyur hujan.
Semua pesan dari gambaran tempat tersebut mengarah ke perasaan
kesendirian.. rindu.. patah hati?..
Berantakan sekali seperti penggalan sebuah cerita yang berbeda.
Misterius sekali. Belum bisa aku pecahkan kasus ini.
Apakah perasaan ini yang akan terjadi di masa depan ataukah yang sudah pernah aku alami sewaktu kecil?
Apakah makan yang aku makan berasal dari seseorang yang mati sehingga membawa ingatan kepada ku?
Ataukah dari ingatan kedua orang tua ku? nenek dan kakekku?
Aku mencoba menggabungkan semuanya dan mencari pola yang akan menuntunku ke jawaban yang sebenarnya.
Akan tetapi usahaku masih sama seperti sebelumnya.
Sia-sia..
Riddle tingkat mustahil.
Jika benar perasaan ini akan terjadi padaku di masa depan nanti..
Situasi seperti apakah yang akan ku hadapi?
Hapis: diputusi pacar? terus turun hujan dan elo bernaung di bawah pohon dekat rumah yang terbuat dari ulin?
Zheill: penjelasan yang lumayan detail tapi gak masuk akal karena kita gak pacaran.
Hapis: emm.. berarti pas elu habis ditikung?
Ngaco dah..
Misteri tetaplah misteri..
__ADS_1