My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kepergian Tita


__ADS_3

Masih mengusap lembut air mata istrinya yang berderaian itu.


"Aku tahu.., panggilan ini memang melukai hatimu kembali!,hal ini juga mengingatkan semua kenangan buruk itu kembali,maafkan aku..!,aku baru tahu akan posisimu waktu itu yang tak karuan menghadapi semuanya sendiri, seharusnya aku hadir di sampingmu,tapi malah aku sibuk dengan urusan ku sendiri, sedangkan aku benar-benar tidak mempedulikanmu dengan baik Tita..!"


"Jangan meminta maaf..!,hiks... hiks..,aku memang gila waktu itu, seharusnya aku tidak datang ke tempat buruk itu,aku merasa sendirian.., aku merasa kesepian dan aku juga frustasi karena hidupku hancur begitu saja, aku bahkan...!"


"Cukup..., jangan menangis lagi...!"memeluk erat istrinya agar segera berhenti berbicara.


"Semuanya sudah berakhir!, jangan di ingat!, aku terbawa emosi waktu itu,aku juga egois dan terbawa amarah karena mengganti namamu dan membentak mu begitu saja, kembalikan namamu!, ini adalah nama yang di berikan Ayahmu untuk mu,nama mu sangat indah..!,kau berhak untuk di panggil Tiara kembali...!"


"Aku yang salah!,aku lebih suka di panggil Tita olehmu, nama yang sangat indah yang selalu aku dengar dari mulutmu...,aku lebih suka ini, maafkan aku waktu dulu, aku yang menggila dan tak sadar diri, panggil aku Tita saja,aku mohon!,aku lebih suka nama darimu... ,hiks... hiks..,aku mohon.."


"Baiklah!, jangan menangis!,aku temani kamu ke kamar mandi yah..!"Menuntun istrinya lembut turun dari ranjang dan mengajaknya masuk ke kamar mandi.


Nama ini adalah kenangan,


tapi aku juga tidak ingin teringat akan kemarahan mu yang begitu marah kepadaku waktu itu,aku sangat takut,


kau terlihat begitu menyeramkan..,aku tidak ingin ingat hal itu lagi,aku benar-benar tidak ingin mengingat hal itu lagi, Panggilan aku Tita saja...,


Masih menatap suaminya dengan kesedihannya.


"Muach..., sekali lagi maafkan aku!, Nama asli mu adalah kado pertama dan terindah dari kedua orang tuamu, untuk itu kau berhak memakainya,aku tidak berhak menggantinya..."mengelus-elus rambut istrinya lembut yang sedang duduk di atas kloset sambil menatapnya lekat.


"Tapi jika kau ingin di panggil Tita terus,maka akan aku penuhi...,ini nama khusus dariku dan rasa sayang ku untuk mu mulai saat ini..!, muach..aku sangat mencintaimu Tita, sangat mencintaimu...!"


Setelah selesai dengan semua urusannya di kamar mandi, keduanya langsung kembali ke atas ranjang dan segera tidur untuk Istirahat kembali.


Karena waktu juga sudah sangat malam jadi mereka akan menghabiskan malam ini dan menyambut datangnya mentari di esok hari.


Pagi ini...pagi yang begitu indah, selain itu Devino dan Anjani sedang melihat lingkungan rumah barunya sambil melihat-lihat pemandangan di balkon depan kamar.


Hawa kabut yang sejuk dan pepohonan yang tampak asri begitu terasa nyaman dan damai saat di rasakan dengan sayup-sayup semilir angin pagi.


Jalanan komplek juga sangat ramai, terlihat pula orang-orang yang sedang saling menyapa dan tertawa satu sama lain sambil olahraga pagi.


"Disini terasa tentram dan damai yah sayang.., semua orang juga tampak ramai dan ramah saling menyapa satu sama lain saat berjoging..!"


"Iyah tentu saja..,kau suka lingkungan disini?"


"Belum tahu si...,aku kan baru merasakannya pertama kali"


"Semoga saja kau nyaman dan suka ya berada di rumah ini.."


"Aammmin, semoga saja ya sayang..!"


"Ada kabar baik buat mu..."

__ADS_1


"Apa itu..?"


Anjani di buat penasaran oleh suaminya saat ini.


Tangan itu sudah merangkulnya erat dari belakang, meletakan kepalanya di bahunya sambil mencium pipinya lembut.


Semakin sempurna kehangatan dan kenyamanan pagi ini karena pelukan Devino.


"Tita sedang hamil.."


"Apa?..,Tita hamil juga?"


Setelah melihat kepastian wajah dari suaminya yang menganggukan kepalanya itu benar-benar membuat Anjani bahagia mendengar kabar baik ini.


"Syukurlah..,aku jadi tidak sendirian di sini!"


"Tapi Tita akan kembali ke rumah dan berhenti bekerja.."


"Hah?, kenapa?..,aku tidak akan memperkerjakan nya sayang,dia cukup menemaniku saja kan, aku juga tahu kalau ia sedang hamil.."


"Mamah Erik sangat merindukan menantunya..,ia ingin sekali bertemu dengan Tita hari ini, terlebih Tita sedang hamil, pastinya Mamah Erik begitu menyayangi Tita dan tidak ingin jauh darinya, setelah sekian lama mereka juga tidak bertemu Anjani..., Mamah Erik pasti benar-benar merindukannya dan sangat menantikan cucu pertama dari Tita setelah sekian lamanya,Ia juga akan menjemput Tita hari ini dengan supirnya kemari..!".


"Benarkah..?"Terlihat Anjani yang berwajah kusut dan menghilangnya senyuman manisnya yang melintas di wajahnya tadi.


"Jika Tita pergi dari sini aku akan sendirian dong,dan aku akan kesepian kan.."


Anjani benar-benar sudah menganggap Tita seperti adik kandungnya sendiri.


Jadi Anjani sekarang merasa begitu kehilangan dan merasa sedih jika Tita pulang ke rumah dan berhenti kerja dari rumah ini.


"Akan ada pengganti Tita nanti!, tenanglah kau tidak akan sendirian..!"


Tapi kan berbeda,aku hanya ingin Tita saja, jangan yang lain..


jika kau pergi ke kantor, aku akan sangat kesepian kan,


"Baiklah...!"Dengan wajah kusutnya dan datar itu.


"Jangan bersedih sayang...,apa boleh buat?,Erik saja tidak bisa menolak permintaan Mamahnya,Erik pasti akan sering mengajak Tita kemari nantinya untuk main bersamamu, Tenanglah..!"


"Apa rumahnya jauh sekali?"


"Tidak juga...!, mungkin butuh waktu kurang lebih satu jam untuk menempuh perjalanan pulang ke rumah Erik!"


Padahal aku sudah seneng kalau Tita hamil juga, tapi kenapa ia harus pergi..,aku pasti merindukanmu Tita,


Raut wajahnya masih tampak kusam, kabar kepergian Tita yang akan berhenti kerja benar-benar membuat Anjani merasa sedih dan merasa kehilangan.

__ADS_1


"Tersenyumlah..!,ayo kita keluar!, Erik dan Tita pasti sudah bangun dan menunggu di ruang depan!"


"Iya sayang...,aku tidak papa, hanya saja aku pasti akan sangat merindukan Tita nantinya"


"Setiap weekend Erik akan mengajak Tita kemari untuk main ke rumah kok sayang, tenanglah...!


"Iya sayang!,aku sangat senang mendengarnya...!"


Keluar dari ruangan kamarnya dan menghampiri Erik dan Tita yang sedang duduk di sofa ruangan utama ini.


"Tita...!"Panggilan Anjani lembut,ia berjalan cepat menghampirinya.


Bahkan sekarang ia sudah duduk di samping Tita dan memeluknya begitu saja."kau baik-baik saja kan?, bagaimana keadaan mu?, dan selamat atas kehamilan mu Tita, Erik,aku ikut bahagia mendengarnya"sambil memeluk Tita erat.


Ya ampun Nona, aku merasa sangat senang anda memelukku begini,


aku jadi tidak mau berhenti kerja dan jauh dari anda Nona..


"Terimakasih Nona, atas doanya..!"


Keduanya bahkan sangat serasi dan menjawab berbarengan.


"Kau akan kembali ke rumah?, jaga dirimu baik-baik Tita!, aku pasti sangat merindukanmu nantinya..."Anjani belum melepaskan pelukan eratnya itu.


"Tentu saja Nona,aku pasti akan menjaga diriku dengan baik!,dan aku pasti akan sangat merindukan Anda Nona,jaga diri Anda baik-baik juga di sini Nona...!"


"Pastinya..,tapi aku tidak yakin tanpa kehadiranmu Tita.."


Kenapa aku malah jadi yang gelisah begini yah, kenapa aku tidak ingin jauh dari anda Nona,


aku tidak yakin akan kehadiran pengganti baruku nantinya..


Tita malah terdiam menatap Nona mudanya dan merasa sedih, membuat Anjani terseyum karena menyadari perkataannya tadi.


"Bukan begitu maksudku Tita..,aku hanya bercanda, aku bukan bermaksud menghalangi kepergian mu..!,aku pasti akan sangat merindukanmu, sering-seringlah main kemari yah.."


"Tentu Nona,aku pasti akan sering kemari..!"


"Kau dengar Erik?, bawa istrimu sering-sering kemari untuk bertemu Anjani...!"


Sahutan Devino begitu saja,ia merasa ikut sedih juga melihat istrinya yang terlihat layu dan kusut.


"Dengan senang hati Tuan Muda..,aku pasti akan sering mengajak Tita main kemari!"


"Bukan hanya main saja yah!,nginap lah sering kali.., jangan sampai kau membuat istriku rindu kepada istri mu terus..!,akan aku pecat kau!,kau mengerti..!"Devino berbicara tajam menatap Erik


"Hehe..Terimakasih Tuan Muda,aku pasti akan selalu mengingat pesan Anda!"

__ADS_1


Erik terseyum diantara haru dan bahagia mempunyai majikan yang begitu baik itu.


__ADS_2