My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Lada Hitam


__ADS_3

"Kemana Nona Anjani?.."


Menengok kesana kemari mencari keberadaan Nona mudanya yang tak terlihat di dalam kamar.


"Nona...?, Nona..?"memanggil-manggil berharap Nona mudanya di kamar mandi,tapi tetap saja tidak ada sahutan darinya.


"Aku tidak akan membiarkan Nona muda sampai terluka apalagi di sentuh,aku bisa melihat begitu banyak buaya di rumah ini...,aku harus berhati-hati?"


Berlari keluar kamar untuk mencari keberadaan Nona Anjani.


"Makanlah yang kenyang Anjani..!, semua makanan ini begitu banyak gizinya untuk orang hamil seperti mu...!"


langsung menyodorkan satu porsi makanan ke arah Anjani yang sudah di racik itu.


"Terimakasih Mah..!"


"Sama-sama sayang..., makanlah..!"Terseyum manis sambil menyiapkan makanan untuknya sendiri.


Anjani sudah mengambil satu sendok makan dan akan menyuapkannya ke dalam mulut.


"Tunggu Nona...!"Tita sudah memegang tangan kanan Nona mudanya yang akan hendak makan itu.


"Anda sedang hamil!, jadi tidak boleh makan sembarang tanpa sepengetahuanku Nona..!"


Apaan dia ini,..apa maksud perkataannya, kenapa dia tiba-tiba muncul..


Tanpa sepengetahuannya dia bilang, memang dia ini siapa hah?..


Nyonya besar tampak begitu kesal menatap Tita yang menghentikan makan menantunya itu.


Dengan bingung Anjani menurunkan tangannya sambil memperhatikan tingkah Tita kali ini.


"Maaf Nona saya mengganggu makan siang anda..!, tapi saya cek dulu yah makanya,ini adalah perintah Tuan besar..!, karena anda sedang mengandung cucu pertama sekarang, jadi anda harus berhati-hati dalam hal makanan Nona...!"


Langsung mengeluarkan sesuatu benda dari sakunya,Tita sudah memegang alat prosesor Intel untuk mendeteksi zat-zat yang terkandung di dalam makanan itu.


Apaan sih dia ini pake cek-cek segala, alat apa yang ia pegang...?


dan benarkah ini perintah Papah?,benar-benar keterlaluan..


sampai segitu sayangnya ia kepada Anjani sekarang, mentang-mentang dia sedang mengandung cucu pertama jadi ia bersikap berlebihan seperti ini


Langsung saja Tita mendeteksi makanan dengan alat prosesor itu.


Melihat wajah Nyonya besar yang tampak memerah membuat Tita terseyum kecil.


Kau pikir aku akan percaya kepadamu begitu saja hah?.. tidak akan,

__ADS_1


setelah begitu banyak drama dan akting ya kau mainkan,aku benar-benar masih ragu dengan sikap mu ini,


Aku bisa melihat dari raut wajahmu, mungkin kau tampak manis di depan menantu mu tapi tidak di belakangnya..


Hanya sekali pencet saja,alat itu langsung mengoneksi dan berbicara di layar monitor kecilnya.


"Eat this it contains black pepper, not good for the health of pregnant people!"


Canggih sekali alat ini,bisa berbicara dan mengoneksi dengan cepat, Tuan besar sengaja membeli alat ini di Korea khusus untuk menjaga menantunya yang sedang hamil itu.


Benar-benar berlebihan si,tapi inilah yang terbaik sekarang,jika Tuan besar bersikap berlebihan seperti ini maka akan membuat Nyonya besar semakin panas dan merasa iri.


Sedangkan tanggung jawab ini di serahkan kepada Tita sepenuhnya,jadi ia harus begitu begitu tajam dan berhati-hati dalam mengawal Nona mudanya.


Sudah ku duga..,ini semua tidak beres..


Pada saat Nyonya besar memberikan piring itu ke Anjani, Tita memperhatikan Nyonya besar dari kejauhan,lalu melihat cibiran bibirnya yang begitu sengit dan senang, makanya Tita segera mendekat dan menghentikan langkah Nona mudanya yang akan memulai suapannya itu.


"Maaf Nona..!,makanan ini mengandung banyak lada hitam,ini akan bersifat panas dan tidak baik untuk kandungan ataupun ibu hamil, terlebih anda sedang hamil muda saat ini,ini juga bisa menyebabkan anda keguguran...!"


"Hah.. benarkah?..."Memegangi perutnya sendiri,ia merasa khawatir sendirin jadinya.


Sedikit merasa bingung si Anjani, karena ia belum pernah tahu akan pengalamannya terhadap makanan-makanan dan kesehatan orang hamil.


"Lada hitam?, benarkah..?"Nyonya besar yang pura-pura kaget mendengarnya.


Lalu ia segera mengambil piring makanan Anjani itu dan berusaha mencicipinya.


Lalu ia terlihat begitu kesal dan berteriak memanggil pelayannya.Akting dan gayanya benar-benar sangat pintar dan dapat mengelabuhi banyak orang.


Tapi tidak bagi Tita, matanya begitu tajam dan mampu untuk membaca pikirannya itu.


Aku jamin dia berbohong, pastinya dia tahu soal ini kan.., tidak mungkin dia tidak tahu, bukankah ia pernah memiliki pengalaman hamil sebelumnya..


"Sandra...!,pelayan.. pelayan!"Teriaknya menghadap ke ruang dapur.


Sial,ini semua karena ulah perempuan ini, kenapa si dia harus datang dan menggagalkan rencana ku... menyebalkan..


"Hadir Nyonya...!,apa anda memerlukan sesuatu?"


Ketua Pelayan yang senantiasa bergegas dan datang dengan segera.


Kedua tatapan antara Tita dan ketua pelayan bertemu, namun tatap saja tatapan Tita lah yang lebih tajam kali ini.


Mungkin nyali Ketua Pelayan sudah sedikit menciut karena pernah berdebat dan kalah tanding dengannya dulu.


"Siapa yang memasak makanan ini?, kenapa ladanya begitu berasa dan begitu pedas si,apa kalian sedang meracuni majikan kalian..?"

__ADS_1


"Maaf Nyonya...sepertinya orang belakangan!,bisa jadi delivery juga...karena tadi ada beberapa paket makanan yang datang kemari!"


"Iya sudah!, kalau begitu beritahu kepada seluruh pelayan untuk tidak menggunakan lada dalam memasak makanan!, kau tahu kan Nona Anjani sedang hamil muda sekarang!,jadi beritahu mereka sekarang juga..!"Terlihat berbicara serius menatap Ketua Pelayan itu dengan tajam.


Tumben...,apa Nyonya besar sudah berubah pikiran sekarang...


kenapa dia tiba-tiba perhatian seperti ini kepada menantunya itu,apa ia salah makan obat?


Merasa ragu sebenarnya ketua pelayan, namun ia berusaha untuk menyesuaikan diri dengan sikap baik Nyonya besar sekarang ini.


"Baik Nyonya!,akan saya sampaikan sekarang juga..!"menundukkan kepalanya dan ketua pelayan itu segera berjalan menuju ke ruangan dapur.


"Apa Nona sangat lapar?, akan saya masakin yah..?"


Tita yang tidak menghiraukan kehadiran nyonya besar lagi, menyimpan alat prosesor ke sakunya kembali,dan seluruh perhatian akan ia berikan kepada Nona mudanya yang sedang duduk saat ini.


"Tidak usah Tita!,sebenarnya aku tidak lapar..,aku hanya ingin makan yang seger-seger saja, aku belum ***** makan kali ini..!"


"Baiklah!,akan aku potongin buah semangka dari kulkas Nona, apakah anda mau..?"


"Boleh..!"


"Iya sudah...!, Nona Istirahatlah di kamar!, disini terlalu panas..!"


"Tapi.."merasa tidak enak diri dengan mertuanya itu untuk meninggalkannya sendiri di meja makan.


"Istirahatlah Anjani!, benar apa katanya.. disini memang terlalu panas untukmu..!"Nyonya besar yang ikut mempersilahkannya juga.


Seharusnya tempatmu di dapur yang panas Anjani, bukan di kamar Devino yang sejuk itu,


"Baiklah..,aku kembali ke kamar mah!"


"Iyah sayang...!"terseyum manis menatap menantunya.


"Permisi Nyonya...!"Tita hanya menundukkan kepalanya tanpa menatap wajah Nyonya besar yang menyebalkan itu baginya.


"Iyah pergilah!"


Ini semua gara-gara kau, seharusnya kau tidak datang tadi..


kenapa harus ada alat prosesor segala untuknya,ini benar-benar berlebihan.


Lalu bagaimana caranya aku menyingkirkan wanita itu dan Devino dari rumah ini...,aku benar-benar merasa kesal..


Mencengkram garpu yang ada di tangannya itu,ia tampak begitu kesal dengan kedua perempuan itu yang sedang pergi meninggalkan ruangan tempat makan.


Aku tidak akan pernah membiarkan hal buruk terjadi pada Anda Nona...,

__ADS_1


ini semua adalah tanggung jawabku,aku akan senantiasa mendampingi anda dan seterusnya kali ini..


Tita menuntun lembut Nona Mudanya untuk memasuki kamarnya,lalu ia segera menyiapkan buah segar untuknya.


__ADS_2