My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Erik Marah


__ADS_3

"Aku tahu Tita...kau juga masih ada perasaan kepadaku kan?"


menatap Tita lekat.


"Darimana kau tahu?"Tanya Tita lembut menatap Azar yang terlihat berkaca-kaca.


"Kalung ini..."memegang sebuah kalung liontin yang sangat cantik yang di kenakan di leher Tita.


"Kau masih menggunakannya sampai sekarang?, ini memang sangat cocok untuk mu,kau terlihat sangat cantik jika memakai kalung ini...!"


Sebuah kalung liontin yang melingkar di leher Tita adalah pemberian dari Azar dulu.


Sampai saat ini ia masih memakainya sebagaimana kenangan dengan Azar.


Karena Azar adalah orang pertama yang telah mengisi hidupnya dan selalu membuatnya bahagia selama ini.


"Hanya ini kenangan yang aku punya...!"


sambil memegang kalungnya sendiri.


Apa maksud kalung itu?, kenapa mereka berdua saling berpegangan,


Erik masih mematung dan menatap lekat keduanya, bahkan semakin *******-***** kunci yang ia pegang.


"Tapi baiklah... aku akan melepaskannya,aku tidak ingin kau salah paham nantinya...!"Melihat Azar yang begitu senang membuat Tita ingin melepas kalung itu sekarang juga.


"Jangan..!,pakai saja!,aku tulus memberikannya kepada mu!,aku yang memasangnya waktu itu, jadi kau tidak berhak mencopotnya!, hanya aku saja yang berhak melepaskannya..!"Terseyum menatap Tita dan melarangnya untuk mencopot kalung pemberiannya yang ia kenakan sekarang ini.


Oh jadi kalung itu adalah pemberiannya,dia masih memakinya selama ini?,


Dan selama lama menjadi istriku berarti dia masih memikirkan orang lain?, bukan memikirkan ku?..


Semakin membara dan berkobar-kobar nih hati Erik, Ayo Erik datanglah!, jauhkan keduanya sekarang, mau sampai kapan kau akan gatal berdiri dan terdiam?,


Sebelum hati Tita di rebut kembali oleh Azar, dan kau akan menyesal nantinya, begitulah sebagian bisikkan di telinganya.


Tapi bagaimana bisa kau menyuruh Tita untuk memikirkan mu?, sedangkan kau saja tidak memikirkannya selama ini.


Kau memang memberinya nafkah yang banyak dan memenuhi kebutuhan Tita dengan lebih selama ini,tapi yang di harapkan Tita bukan itu Erik, melainkan cintamu!, apa gunanya Uang dan harta yang kau berikan selama ini,jika tidak di landasi dengan rasa cinta,sedangkan seorang istri butuh kasih sayang seorang suami di dalam rumah tangga.


"Tita..!"


Panggil Azar lembut, yang terlihat berbisik di telinga Tita sangat dekat, membuat Erik mengerutkan dahi melihatnya semakin geram,di matanya terlihat Azar sedang mencium pipi Tita,padahal ia hanya sedang berbisik saja.


"Iyah..."masih memegang dan memainkan kalung itu,lalu menatap bahu Azar yang ada di depan matanya kerena sedang berbisik itu sambil mendengarkan ucapannya.


"Izinkan aku memelukmu untuk kali ini saja..!, untuk terakhir kali Tita..!, agar aku bisa melepaskanmu dengan tenang nantinya....!"Masih berbisik di telinganya, Azar benar-benar merasa berat hati untuk mengatakan hal ini kepada Tita, Terlebih perasaannya begitu sakit jika harus meninggalkan Tita dan benar-benar melepaskannya karena tidak ada harapan lagi nantinya.


Dasar brengsek!, lama sekali dia mencium istriku...


Semakin terpancing untuk segera mendekat dan memisahkan mereka, bahkan salah satu kakinya sudah maju selangkah untuk berjalan.

__ADS_1


Namun Erik mengurungkan niatnya dan terdiam kembali menatap Tita yang akan bersikap apa nantinya.


Tita hanya terdiam mendengarnya,ia ingin menolak tapi perasaan begitu berat,lalu Azar sudah memeluknya begitu saja dan membuat Erik semakin terbelalak,


Namun Tita diam saja saat Azar memeluknya karena ia sedang merasa sangat bersalah dengan Azar saat ini, membuat perasaan Erik benar-benar tak terkendali untuk yang kesekian kalinya.


Dia sedang menduakan ku sekarang, bahkan terang-terangan di tempat seperti ini..


Berani sekali mereka berpelukan, bahkan mereka berciuman apa-apaan ini...,


jemari tangannya sudah semakin gatal dan semakin menggenggam erat, melihati pemandangan seperti ini, membuat Erik benar-benar marah, rasanya ia ingin sekali berlari dan menonjok lelaki itu.


Lalu ia berjalan cepat menghampiri Tita yang sedang di peluk lelaki ini.


Menarik baju lelaki itu secara tiba-tiba dan,


"Bughk... bughk..."menonjok lelaki ini dua kali dengan tangannya sendiri dan membuatnya langsung terhempas menajuh dari Tita.


"Apa yang kau lakukan?, beraninya kau menyentuh istriku..!"Bentak Erik kepada lelaki ini karena merasa begitu marah, membuat semua orang terbelalak menatap Erik yang sedang bertingkah.


"Erik...."Tita terbelalak melihat kehadiran Erik di sampingnya yang sudah memukul mantan kekasihnya itu.


"Apa kau tidak memiliki akal sehat dan pikiran hah?,berani sekali kau mencium istriku..!"


Sudah mengangkat tangannya kembali untuk segera memukulinya.


"Cukup!, Jangan lakukan ini!,aku mohon..!,apa yang kau lakukan Erik?.."Tita yang sudah mencegah tangan Erik dengan kedua tangannya.Ia begitu kaget menyaksikan pemandangan ini, terlebih bibir Azar yang terlihat berdarah.


Dia membelanya..., bahkan di depan mataku sendiri,


Apa-apaan ini...


Keributan ini terdengar jelas di acara pesta yang hampir usai, bahkan mata para tamu menatap mereka yang sedang bermasalah ini.


Erik terlihat begitu sinis menatap Azar,


Terlebih sikap istrinya yang membelanya benar-benar membuat merasa marah.


"Ikut aku!"menarik tangan Tita langsung, melihat ekspresi Erik yang begitu terdiam kusut membuat Tita merasa takut.


"Ta.. tapi..."Tita yang merasa tidak tega meninggalkan Azar.


"Kau berselingkuh dengannya?, lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadamu nanti!,dan berani sekali kau membuatku marah!"


Bisiknya sengit,sambil menatap Tita tajam,ia terlihat begitu marah sambil melirik sengit kalung itu juga.


"Tunggu..."Azar menghentikan langkah Erik yang sedang menarik tangan istrinya itu.


"Diam!,aku tidak ingin berbicara kepadamu, pergilah dari sini! sekarang!, atau aku akan menghajar mu habis nanti!"


Erik benar-benar sangat marah, bahkan ia tidak perduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


Tanpa berbicara lagi, Erik langsung menarik tangan Tita kembali dan membawanya pergi begitu saja.


Ada apa dengannya?, kenapa dia terlihat marah sekali,apa dia benar-benar marah..


apa yang akan ia lakukan kepadaku nanti?..


Jalannya begitu cepat,ia benar-benar terlihat sangat marah, bahkan Tita menjadi tergesa-gesa mengikuti langkah Erik yang sedang menggandengnya itu.


"Tunggu aku!, jangan cepat-cepat aku mohon... Aww..."Terjatuh dan terduduk di permadani merah di sepanjang jalan yang ada di pesta ini, kakinya terkilir karena ia mengikuti langkah Erik yang begitu cepat dan terlihat marah itu.


Pandangan semua orang masih fokus menatap tingkah mereka berdua.


"Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar?, dasar merepotkan!"


Berbicara dengan nada marahnya menatap Tita,lalu ia menunduk, melepaskan sepatu heels yang di pakai Tita dan melemparkannya begitu saja entah kemana.


Membuat Tita menutup matanya melihat tingkahnya yang sangat galak saat melempar sepatu.


Dia marah kepadaku?, tapi... kenapa?,


kenapa dia marah,apa dia cemburu?


Menatap Erik suaminya yang terlihat begitu masam.


Iangsung menggendongnya untuk membawa Tita keluar dari aula pesta menuju ke kamar mereka.


Dia mau membawaku kemana?, kenapa masuk ke ruangan ini...?, bukan pulang?


Terus menatap Erik yang terdiam marah itu di gendongnya.


Ia bahkan baru melihat Erik yang marah seperti ini dan membuatnya begitu takut, terlebih melihatnya yang membawanya ke dalam sebuah kamar hotel.


******


"Mah apakah Papah sudah menerima kak Anjani di keluarga ini?"


Diva,entah kenapa ia merasa begitu senang karena sangat merindukan kakaknya di rumahnya,dan ia ingin sekali berkumpul seperti dulu lagi bersama kakak tercintanya nantinya.


"Jangan asal bicara!, tidak mungkin Diva..., bagaimana bisa Papah melakukan hal ini tiba-tiba, mamah juga tidak tahu bagaimana Papah tiba-tiba menyambut kedatangan Anjani dan menyebutnya menantu di hadapan semua orang..!"


"Terlebih di acara sambutan pernikahan Daniel,aku tidak mengerti apa maksud semua ini, seharusnya Papah menyambut Emely dulu sebagai menantunya ia kan?..."


Nyonya besar terlihat begitu masam dan gelisah dengan semua ini,ia takut akan posisi Daniel yang akan tersingkir kembali dari perusahaan yang sedang ia pimpin sekarang.


"Tapi ini kan lebih baik mah!, kakak akan kembali!,kita tidak perlu berusaha untuk memisahkan mereka jika Papah sudah merestuinya!"Diva yang malah tersenyum menantikan kembalinya kakaknya.


"Apa yang kau katakan Diva?, dimana akal sehatmu!, Anjani adalah seorang pelayan,ia tidak pantas berada di keluarga kita...!"


Ini tidak boleh di biarkan,aku harus melakukan sesuatu dan berbicara dengan Papah, Daniel tidak boleh tersingkirkan dari posisinya sekarang...


Nyonya besar terdiam masam karena ia begitu tidak terima dengan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2