
Akhirnya film yang di tonton kedua orang ini selesai juga.
"Yah... abis deh, tenyata Nonton TV saja lelah juga yah...!"
"Itu semua karena kita kurang gerak Nona!"
"jadi terlalu banyak gerak salah!,diam saja juga salah yah.. begitu?..."
"Hehe... ia Nona, memang semuanya itu harus seimbang..!"
"kenapa kita seharian di dalam kamar si?, bagiamana keadaan dunia luar?, kenapa terasa sunyi sekali...?"
"Entahlah Nona,aku juga tidak tahu..!"mengikuti langkah Nona mudanya yang sudah berdiri di depan pintu kamar untuk menengok dunia luar dari kamarnya.
"Sepi sekali.., kemana semuanya?"
Bertanya-tanya sendiri, sebenarnya Anjani merasa bosan dan bingung harus melakukan kegiatan apa.
Matahari sudah semakin condong ke barat, pertanda hari sudah semakin sore.
waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah lima sore, tentunya sebentar lagi akan gelap.
Melihat wajah Nona mudanya yang tampak kusut membuat Tita berniat untuk mengajaknya berjalan-jalan menghirup udara.
"Jalan-jalan ke taman yuk Nona!,kita menghirup udara segar di sana!"
"Wah ayo... aku juga ingin sebenarnya, kenapa kau tidak mengajakku dari tadi..!"
"Maaf Nona..,aku kira Anda tidak akan mau..!"
"Bukankah kau tahu, tempat menghilangkan rasa stres dan tempat untuk menangkan diri itu adalah di sebuah taman, Karena keindahan dan kedamaian yang tercipta oleh semilirnya angin di taman dapat menciptakan dan membuat hawa ketegangan itu hadir..iya kan?"
"Benar sekali Nona!, sebaiknya kita kesana sekarang!"
Keduanya langsung keluar dari ruangan kamar dan menuju ke arah taman.
Rumah ini benar-benar tampak sepi dan sunyi, tidak ada suara salah seorang pekerjaan pun yang berada di ruangan ataupun lorong rumah ini.
Sepertinya mereka semua sedang sibuk mempersiapkan makan malam di dapur
Kenapa dengan Emely?,aku harap ia begini karena sedang hamil...,
agar aku bisa mempunyai harapan untuk dapat menyingkirkan posisi Anjani..
Sepertinya..Papah sangat sayang dan dekat dengan Anjani sekarang,
terlebih kehamilannya yang menyangkut kehadiran cucu pertama, tentunya hal ini semakin susah untuk aku dapat menyingkirkannya..
Dan lihat dia,dia terlihat sangat bahagia bukan...?,
Menatap Anjani sinis yang berada di taman dari balik jendela kamarnya yang berada di lantai atas itu.
lihat saja, mungkin kau tampak bahagia sekarang..,tapi tidak dengan nanti..
Nyonya besar tampak bolak-balik kesana kemari karena begitu lama menunggu kedatangan putranya bersama dokter.
Tak lama kemudian suami yang di tunggu-tunggu sampai juga ke rumah.
Ia juga membawa dokter umum untuk segera memeriksa keadaan istrinya yang sedang terbaring pucat itu.
__ADS_1
"Kau kenapa sayang?,kau tidak papa?,apa yang terjadi?..."
"Aku tidak tahu, aku hanya merasa pusing dan sangat enek gara-gara makan pitza keju tadi...!"
"Bukankah ini kesukaanmu!, tidak seperti biasanya kamu seperti ini...!"
"Iya... awal-awalnya enak!,tapi pas masuk ke perutku menolak...!"
"Iya sudah... tenganlah!, suhu badanmu panas.. muach.."mencium keningnya sambil mengecek suhu tubuh istrinya dan membelainya lembut.
"Baiklah!, bolehkah saya periksa Nona Mudanya sekarang?"
"Silahkan Dok!, berikan penanganan yang terbaik untuk istriku Dok!, laporkan segera jika terjadi masalah!, jangan di sembunyikan apapun itu dariku..!"
memangnya aku ini berani menyembunyikan apa darimu Tuan Muda..
"Baik Tuan Muda, tunggu sebentar...!"lanjutkan dengan mengambil alat-alat medisnya dan segera memeriksa Nona mudanya ini.
"Apa terasa pusing sekali Nona?"
"Lumayan Dok...!
"Masih enek?, mencengkram gak?"
"Tidak Dok.., hanya enek saja!"
"Apa ada keluhan yang lain Nona selain pusing dan merasa mual?"
"pinggang sedikit pegel-pegel si Dok..?"
"Baiklah... Tunggu sebentar yah!,saya akan memeriksa detak jantung dan tensi darah anda terlebih dahulu!"
langsung memeriksanya dengan detail bahkan sampai kebagian perut Nona mudanya.
"Entahlah... sekitar dua bulan lebih dok!, mungkin saya telat akan datang bulan!"
Lalu dokter terseyum mendengarnya.
"Anda bukanlah remaja atupun perawan lagi Nona...!,kini anda sudah memiliki suami!, apabila telat datang bulan minimal seminggu saja...itu bisa mengartikan kehamilan seseorang telah terjadi!"
"Hah..apa maksudnya Dokter?, aku sedang hamil?"
"Istriku hamil Dok..?"
Masih tersenyum senang Dokter menanggapi keduanya yang bertanya itu. seolah-olah kabar baiklah yang akan ia sampaikan saat ini.
Setelah beberapa saat pergi keluar ruangan akhirnya Nyonya besar kembali ke kamar untuk memastikan keadaan menantunya itu.
"Bagiamana Dok?,apa yang terjadi padanya?"
"Tidak terjadi apapun Nyonya...,Nona muda sedang hamil, jadi sebaiknya ia istirahat yang cukup karena imun kekebalan tubuhnya juga menurun..!"
"Ha.... hamil?"terbelalak,dengan senyuman yang langsung terlukis sempurna di wajahnya, mendengar kabar ini Nyonya besar benar-benar merasa begitu bahagia.
"Emely sayang..."Langsung berlari ke arah menantunya dan memeluknya erat,hal ini benar-benar membuatnya begitu senang.
Sementara Emely berkaca-kaca karena ia juga merasa begitu bahagia dan terharu
"Selamat sayang..!,mamah benar-benar merasa senang!, akhirnya kau hamil juga..!"
__ADS_1
"Iya Mah... makasih mah!"
"Ee'...mari Tuan Muda,saya permisi..!,saya sudah siapkan vitamin untuk Nona muda di meja, karena saya juga harus mengecek pasien lainnya saat ini..!"
"Iyah pergilah, terimakasih Dok...!"
"Sama-sama Tuan Muda!"
Kemudian Daniel menghampiri keduanya yang sedang berpelukan itu..,
"Sayang...!"Panggilan Emely manja lalu memeluk suaminya erat dan hangat.
"Jaga kesehatanmu..., cepat sembuh sayang... muach!, karena ada si kecil di antara kita...!"mengelus pipinya lembut.
Semakin terseyum lebar nyonya besar memperhatikan keduanya yang saling menghangatkan satu sama lain.
"Daniel...!,ini adalah kesempatanmu, jaga istrimu dengan baik,siapa tahu Emely yang akan melahirkan cucu pertama laki-laki di keluarga ini...!"
"Iya Mah, Daniel tahu..., Daniel akan berusaha menjaga Emely dengan baik..!"
Aku harus merebut hati Papah,ia juga harus menyayangi Emely sepenuhnya...
Bukankah mereka berdua sama-sama hamil sekarang..
Nyonya besar sedang tersenyum,ia berharap suaminya begitu senang mendengar kabar baik ini darinya nanti atas kehamilan Emely.
*****
Mobil memasuki lingkungan rumah,hari sudah semakin gelap.
Diva yang keluar dari dalam mobilnya melihat Anjani yang sedang menata bunga di ruangan utama membuatnya merasa senang dan segera menghampirinya.
"Hai kak...!, tumben disini..,lagi ngapain kak?"Sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Diva..,kau baru pulang?,aku sedang menunggu Devino..!"Membalas uluran tanganya.
"Oh..gitu..,kakak.. ini buat kakak!"Memberikan sebuah tas belanjanya kepada kakak iparnya, sepertinya ia membelikan beberapa pakaian untuk kakak iparnya yang sedang hamil itu.
"Apa ini Diva..?, untukku..?"
"Itu oleh-oleh dariku kak, aku habis jalan-jalan keluar kota, jadi aku beliin kakak baju,dan aku bawakan cemilan untuk kakak juga, nih..di terima dong kak!"
Anjani masih terdiam menatap tentengan itu, sementara Diva memaksa kakaknya agar menerimanya dengan segera.
"Kenapa banyak sekali Diva..?"
"haha..ini belum seberapa kak!,tuh di mobil masih banyak belanjaan,di pakai ya kak!, bagus kok untuk ibu hamil..dah..aku mau mandi dulu..!"Langsung berlari menuju ke arah tangga meninggalkan kakaknya yang masih terdiam menatapnya,kali ini ia benar-benar terlihat sangat bahagia.
"Makasih banyak Diva.."
"Iya kak...!"Teriaknya dari arah tangga.
Kenapa dengan Diva...,ia terlihat bahagia sekali kali ini.., seperti remaja yang baru saja mengenal cinta..
Tapi.. tidak dengan raut wajah yang sedang berdiri di sudut ruangan, melihat putrinya yang begitu menyayangi Anjani sekarang membuatnya semakin geram.
Diva memang tidak boleh di biarkan...,lama kelamaan dia akan semakin melonjak,di terlihat lebih menyayangi Anjani dari pada kakak iparnya Emely..
Apa yang ia bawakan untuk Anjani?, kenapa untuk yang lainnya tidak.. menyebalkan..
__ADS_1
Nyonya besar langsung pergi meninggalkan ruangan itu untuk segera menemui putrinya di dalam kamar.
Tak lama kemudian ada suara mobil masuk ke dalam rumah, membuat Anjani langsung keluar untuk menyambutnya kedatangan suaminya, namun sayang, yang pulang bukanlah suaminya namun Tuan besar bersama anak buahnya.