My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Ngambek


__ADS_3

Setelah kuliahnya selesai Anjani langsung saja meninggalkan gedung kampus,


Berjalan bertiga dengan sahabatnya seperti biasanya untuk meninggalkan halaman.


"Kau tidak bawa sepeda motor?"


Gita bertanya sambil berjalan ke arah parkiran kepada Anjani yang terdiam berdiri.


"Tidak, aku naik taksi!"


"memang kau tidak di jemput?"Mutia menimpali dan ikut bertanya juga.


"Sepertinya tidak, karena aku tidak memintanya!"


"Kenapa harus meminta?,jika suamimu pengertian dia pasti akan menjemput dan mengabarimu Anjani!"


Gita yang sudah siap mengambil motornya di area parkiran.


"Tapi aku tidak ingin di jemput lelaki itu!"


Anjani masih merasa kesal karena mengingat kejadian tadi pagi.


"Tin... tin...!"


Klakson mobil menyadarkan Anjani yang sedang berbicara dengan teman-temannya.


panjang umur sekali,baru di omongin langsung muncul.


"Itu mobil suami mu?"


"Sepertinya...!"


Raut wajah Anjani berwajah asam seketika setelah melihat kedatangan mobil itu dan mendekat ke arahnya.


"Masuklah Nona!,anda sudah selesai kan?"Erik yang sudah membuka kaca mobil.


Gita dan Mutia terbengong melihat supir ganteng itu, bahkan keduanya masih terbengong menatap Erik dan Anjani yang sedang berbicara.


Wah tampan sekali dia,apa dia itu suaminya?,


tapi kenapa memanggilnya Nona, sepertinya bukan...


Gita dan Mutia masih terbengong,


Wah apa supirnya saja setampan itu?,


Anjani benar-benar menikah dengan orang kaya..


"Siapa yang suruh kau menjemput ku?,aku tidak minta di jemput kan?"


Anjani merasa males masuk ke dalam mobil.


Erik langsung membuka kaca mobil bagian belakang dan menampakkan suaminya yang sedang duduk menghadap ke arahnya.


Anjani hanya terdiam dan menatap suaminya kesal, lalu habis itu mengalihkan pandangannya lagi ke arah Erik.


Lelaki menyebalkan itu.. kenapa dia ikut menjemput ku...


kau pikir aku mau jemputan darimu hah,


"Aku tidak mau!, aku mau pulang sendiri, lagian aku masih sibuk!, pergilah!".


Cih,apa dia benar-benar ngambek...


Tuan Muda yang merasa senang dengan sikap istrinya yang terlihat ngambek itu.


Gita dan Mutia masih begitu penasaran dengan orang yang duduk di bangku belakang, karena pandangan mereka terhalangi oleh Erik dan bangku duduknya.


"Memang ada urusan apa Nona?, sepertinya anda sudah bersiap untuk pulang?"


Erik merasa kalau Nona mudanya sedang mencari banyak alasan,

__ADS_1


karena ia tahu Nona mudanya sedang terlihat marah dan ngambek kepada suaminya.


"Aku tidak mau pulang!,aku hanya ingin ke rumah temanku untuk mengerjakan skripsi,iya kan Git...?"Menghadap ke arah teman-temannya yang masih menunggu.


Sahabatnya yang selalu bersikap polos dan jujur itu malah menggelengkan kepalanya dan merusak suasana Anjani yang berusaha berbohong.


Cih...gak peka kamu Git,


Membuat Tuan Muda terseyum dan merasa gregetan keluar dari dalam mobil untuk menuntun istrinya yang super keras kepala dan menggemaskan ini untuk masuk ke dalam mobil.


Wah..., itukah suami Anjani,


ternyata lebih keren dari yang aku bayangkan sebelumnya,


dia terlihat lebih tampan dari orang itu yang sedang duduk di depan itu.


Mereka berdua tampak tercengang dengan suami Anjani yang begitu cool dan keren turun dari dalam mobilnya,


ia begitu terlihat sempurna tentunya, baik dari penampilan, postur tubuh maupun ketampanan yang terpancar di wajahnya.


"Mau berapa alasan yang akan kau pakai untuk menghindari ku?, ayo kita pulang!"


Tuan Muda berbisik di telinga Anjani dan langsung menuntunnya masuk ke dalam mobil,tak lupa dengan senyuman manisnya yang ia berikan kepada kedua sahabat Anjani yang masih terbengong itu, sekaligus untuk menghormati mereka.


Orang setampan itu Anjani bilang tidak menyukainya,dia juga terlihat baik!,apa dia katarak...


Intinya mereka berdua masih terbengong menatap ke arah mobil mewah itu yang sedang melaju.


"lepaskan!, apaan si!..."


Anjani yang tidak ingin berdekatan dengannya,ia mencoba melepaskan tangan suaminya yang menuntutnya itu dan semakin bergeser dari duduknya untuk menjauhi suaminya.


"Kau marah kepadaku?...."


Tanya suaminya pelan,melihat istrinya yang begitu jutek dan cemberut membuatnya semakin senang, entah kenapa hal ini membuatnya begitu senang dan terseyum di dalam hatinya.


"Tidak!,siapa juga yang marah!, lagian untuk apa marah padamu?, memang kau melakukan kesalahan?, tidak juga kan?,apa untungnya marah kepadamu!..."berbicara jutek sambil menghadap ke arah kaca menghindari tatapanya.


Erik hanya tersenyum sedikit mendengar perkataan Nona mudanya yang jutek itu sambil fokus menyetir.


Jawab Devino singkat dan memainkan ponselnya kembali, bahkan ia pura-pura cuek kepada Anjani,ia terlihat tidak memikirkan Anjani yang sedang merasa kesal itu.


Boro-boro untuk menenangkannya, menatap Anjani lagi pun tidak.


Iihh....Lihat,


kenapa aku merasa kesal sekali denganya,


apa dia tidak memiliki perasaan setelah ia berpelukan dengan wanita lain di hadapanku,


dengan santainya tanpa dosa ia memainkan ponselnya dan tidak memperdulikan perasaanku ...


lelaki brengsek..


Anjani terlihat mencengkram tempat duduknya yang jelas-jelas dengan diam-diam Devino memperhatikannya yang sedang ngambek itu.


Lucu sekali tingkahnya,aku yakin dia itu cemburu tadi pagi...


Terseyum di dalam hatinya, sambil memainkan ponselnya kembali,ia benar-benar terlihat cuek tanpa dosa.


Aku tahu..dia pasti lagi chatingan dengan wanita menyebalkan itu, jahat sekali...,


pantas saja dia bilang aku jelek, ternyata tunggangannya sangat cantik begitu..


Anjani merasa tidak sebanding dengan wanita yang begitu cantik dan mempesona tadi pagi, alias mantan kekasih Tuan Muda.


Terdiam sepanjang perjalanannya, hingga tak terasa mobil sudah memasuki pintu masuk Apartemen.


Anjani langsung turun dari dalam mobil,ia bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun dan langsung berjalan ke arah lobby meninggalkan suaminya dan Erik.


"Nona sedang ngambek ya Tuan Muda?"

__ADS_1


Erik yang merasa terhibur dengan suasana ini dan terseyum menatap Tuan mudanya yang turun dari mobil.


"Biarkan!,aku suka melihatnya ngambek!,jika kau capek pulanglah Erik!, sebaiknya kau Istirahat juga!"


"Baiklah, Terimakasih Tuan Muda!"


Devino segera menyusul istrinya yang berjalan masuk ke arah lift, sedangkan di dalam lift tidak ada suara antar keduanya, Devino mencoba diam saja sama halnya dengan istrinya.


lihat dia diam saja...,


apa dia tidak memiliki perasaan sama sekali?, dia benar-benar tidak memperdulikan ku walaupun sedikit saja...,


Keluar dari ruangan lift dan terus berjalan mendahului suaminya, lalu masuk ke dalam Apartemen untuk beristirahat.


"Eh...Nona, Anda sudah pulang?, siang Nona..!"


Tita yang berada di ruang depan langsung menyapanya.


"Iyah siang..!"Dengan raut wajah kesalnya membuat Tita mengerutkan dahinya penasaran.


"Kau sudah makan siang?"


Tanya Devino yang mencoba untuk berbicara dengan istrinya.


"Entah sudah atau belum!, memang kau peduli?, Jebrett..."


menutup pintu kamarnya langsung, karena ia sedang tidak ingin berbicara dengan suaminya.


Cih ngambeknya imut sekali, semakin menggemaskan..


Devino yang hanya tersenyum dan membiarkannya ngambek sampai puas.


"Nona sedang marah yah Tuan Muda?"


"Iyah, biarkan saja dia menangkan diri!,aku hanya ingin melihat mau sampai kapan dia akan bersikap seperti anak kecil...!"Terseyum sambil duduk di sofa ruangan.


Sementara Tita hanya menggelengkan kepalanya melanjutkan pekerjaan rumahnya.


Dia pasti sudah puas berpacaran dengan wanita itu di Apartemen ini tadi pagi,


makanya ia tidak menyusul ku ataupun mengantarku ke kampus....


Seenaknya dia bersikap seperti ini kepadaku,


apa dia tidak punya perasaan sehingga berpelukan dan membiarkan wanita itu memeluknya sangat erat di hadapanku..


Apa aku sudah gila marah-marah dan merasa kesal sekali...


aku ini kenapa si...


Merasa begitu kesal sekali, perasaan ini tidak bisa di tahan, intinya ia merasa kesal dan ingin marah-marah.


Apa aku cemburu sekarang, kenapa aku cemburu dengan lelaki sepertinya...,


kenapa aku ingin sekali marah-marah saat ini,


kenapa?...


Semakin kesal,ia *******-***** bantal yang sedang berada di pangkuannya.


Waktu terus bergulir, bahkan Anjani belum keluar dari kamarnya seharian.


Karena ia masih merasa kesal dan marah.


Terlebih lagi ia mengunci pintu kamarnya karena tidak ingin melihat wajah suaminya yang tampan itu, membuat Devino menggelengkan kepalanya mengetahui tingkahnya yang ngambek begitu lama.


"Anjani buka pintunya!,ini sudah malam!,kau tidak ingin makan hah?"


Teriak Devino dari luar kamarnya.


Namun ia tidak mendengar jawaban dari dalam, membuat Devino panik dan gelisah.

__ADS_1


"Thok... Thok...Thok... Anjani!, Anjani!,apa kau dengar aku...?"Teriak Devino sekali lagi, tapi benar-benar tidak ada jawaban dari dalam membuat Devino begitu panik dan khawatir.


"Anjani apa yang kau lakukan di dalam!,kau tidak papa kan?"


__ADS_2