My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Pernikahan


__ADS_3

"Sudahlah sayang!, jangan menangis terus!,riasan mu akan semakin luntur nanti!, percayalah!,ini adalah jalan yang terbaik yang tuhan berikan untukmu!"


Membelai kepala putrinya dengan lembut dan hangat,


"Maafkan Laras kakak!,Laras juga tidak tahu tadi,Maaf!,Kakak Tenanglah!. ., semoga apa yang di katakan ibu benar!,ini yang terbaik untuk kakak...!"


mencoba menenangkan kakaknya juga,ia merasa bersalah karena berburuk sangka dengan kakaknya.


Tuan Muda benar-benar keterlaluan,


tapi syukurlah jika ia mau bertanggung jawab,


Aku hanya takut dengan kehidupan putriku nanti, sedangkan Nyonya besar tidak menginginkan pernikahan ini...


Ya Tuhan lindungilah putriku..!,


berikan kebahagiaan untuknya di mana pun ia berada...


Membelai dan terus berdo'a untuk kebaikan putrinya, karena Ibu sendiri sebenarnya tidak Rela jika Anjani harus menikah dengan Tuan Muda yang sudah merenggut Kehidupan putrinya ini,


"Thok... thok...thok.."


ketukan pintu itu terdengar jelas, membuat mereka bertiga kaget!"


"Acara pernikahan akan segera di mulai, sebaiknya kalian semua bersiap-siap!"


Erik datang untuk memberi kabar kepada mereka.


Semua Anggota keluarga besarnya sudah berkumpul di tempat pesta pernikahan.


Wajah Tuan Besar juga tampak sangat Datar dan tidak ada senyuman sedikitpun yang melintas di wajahnya.


Semuanya menuggu kehadiran mempelai pria dan wanita yang akan menikah itu.


Para Tamu pun berdatang dan hadir duduk di meja tamu masing-masing.


Ibu dan Laras sangat gelisah dengan semua ini, Keduanya juga tidak rela, namun mereka harus berusaha menerima semua ini dan memberi dukungan sepenuhnya kepada Anjani.


Tuan Muda sudah sangat siap dan tinggal memakai jam tangannya,ia benar-benar terlihat sangat tampan, bahkan sepertinya ia sudah mantap dengan keputusannya ini.


Menatap Anjani, Calon istrinya yang tampak diam menunduk itu.


Ia segera mengulurkan tangannya mengajak Anjani menuju ke pelaminan,


Dengan diam Anjani menggapai tangan calon suaminya yang tidak di inginkan-nya itu.


Mengalir air mata sang ibu melihat pernikahan putri pertama yang tidak pernah di bayangkan sebelumnya,ia tidak pernah menyangka jika Anjani akan menikah begitu cepat sebelum ia lulus kuliah.


Namun yang di sedih-kan sang ibu bukan itu, melainkan Anjani yang masuk ke keluarga ini, keluarga yang begitu kaya raya,ia takut akan putrinya yang akan di sikapi semena-mena oleh keluarga ini.


"Tenanglah mah!,kak Anjani pasti akan bahagia,aku percaya, akan ada cinta yang tumbuh diantara mereka berdua nantinya!"

__ADS_1


Laras memegang tangan ibunya yang tampak bersedih di sampingnya,ia mencoba memberinya ketenangan dan kepercayaan tentang semua ini kepada ibunya.


Pernikahan berjalan dengan lancar, setelah menemui semua tamu undangan, Tuan Besar dan Nyonya Besar langsung naik ke lantai atas dan pergi meninggalkan pesta sebelum usai.


"Selamat kak atas pernikahannya !,kakak Ipar selamat juga untukmu!"berbicara secukupnya dan langsung pergi meninggalkan keduanya,tampak raut wajah kebencian yang Diva tampakkan kepada kakaknya dan kakak iparnya ini.


Anjani mencoba menguasai dirinya ia menahan segala rasa yang sedang dirasakannya, walaupun air mata sudah menggenang, namun kali ini ia bisa menahannya dengan mengontrol emosi dirinya.


"Selamat Atas pernikahan kalian!, semoga saja tidak berlangsung lama!"


Daniel pergi dengan wajah sinisnya meninggalkan keduanya.


"Daniel!, keterlaluan!"Tuan Muda yang tampak kesal mendengar perkataan adiknya yang seenaknya itu..


Daniel tidak mendengarkan omongan kakaknya itu, ia kembali ke lantai atas juga.


sebenarnya apa yang membuat keduanya menikah?,


kenapa keluarga Tuan Muda terlihat tidak suka dengan pernikahan ini?,....aneh sekali...


Ketua Pelayan memang memperhatikan mereka semua sejak tadi,


ia juga begitu penasaran dengan adanya pernikahan dadakan ini.


Para Tamu undang juga banyak yang mengucapkan selamat kepada keduanya.


Setahu mereka mempelai wanita sangatlah cantik dan serasi dengan Tuan Muda yang tampan itu,


Setelah pesta usai, ibu dan Laras langsung menghampiri keduanya.


"Ibu...!" Tuan Muda langsung menyapa ibu mertuanya yang menghampirinya.


"Biasanya kau adalah majikanku!..., tapi entah apa yang terjadi dan mengubah segalanya begitu cepat!, hingga kau menjadi menantuku sekarang...!,aku sudah tahu semuanya, sekarang kau sudah menikahi putriku!,aku hanya memohon sedikit kepadamu!,


terdiam sejenak, mengantur nafasnya yang akan menangis itu....


"aku yang melahirkannya Tuan Muda!...,aku juga yang merawat dan membesarkannya!, sekarang kau telah merenggutnya dariku!, jadi aku mohon jaga dia!, lindungi dia!, jangan sakiti putriku!, buatlah putriku bahagia!, semua tanggung jawab aku serahkan kepada mu!, karena seumur hidupku aku selalu berusaha untuk membahagiakan putriku setiap hari,tapi kau merebutnya begitu cepat!,jadi aku mohon... bahagiakan dia seperti istri yang kau cintai!...."


ibu dengan menitikkan air mata menghadap ke arah keduanya, Anjani hanya mampu menatap ibunya lekat sambil menitikkan air matanya juga.


"Maafkan aku Bu!, aku yang bersalah atas semua ini!,aku yang akan bertanggung jawab dengan putri Anda,aku pasti akan mencoba untuk membahagiakannya...!"


Tuan Muda menjawab sopan selayaknya menantu kepada ibu mertuanya.


"Sayang...!, jaga dirimu baik-baik disini!,ibu pasti akan merindukanmu!"memeluk erat putrinya.


"Kakak aku pasti akan sangat merindukanmu!, jaga diri kakak baik-baik!, sering-seringlah menelfonku!"


Laras pun memeluk kakaknya dengan erat dan penuh kasih sayang.


"Kalian akan segera pulang?"Tanya Anjani sambil mengusap air matanya merasa sedih.

__ADS_1


"Ibu dan Laras memang harus segera pulang!, namun tenanglah sayang...ibu akan selalu dekat denganmu...!"


menunjukkan jantung hati putrinya.


"ibu juga akan selalu berada di samping mu, do'a ibu akan selalu menyertaimu sayang!, Muach...!" mencium kening putrinya.


"Bay kakak!, bahagia selalu!"memeluk erat kakaknya kembali dan mengikuti langkah ibunya untuk pergi meninggalkan rumah ini.


Ibu, Laras, jangan tinggalkan aku di sini...


aku tidak bisa hidup tanpa kalian...


Rasanya Anjani benar-benar ingin Berteriak dan menangis sekencang-kencangnya, namun ia tetap berusaha menahannya sebisa mungkin.


Tuan Muda langsung menggandeng tangannya yang terdiam melamun dan membawanya menuju ke kamarnya untuk istirahat.


"Lepaskan aku!"Perintah Anjani mencoba melepaskan tangannya yang erat menggenggamnya itu.


"Baiklah!,aku tidak akan memaksamu!"


balas Tuan Muda dan berjalan menuju ke kamar mandi.


semua ini gara-gara dirinya,


hidupku jadi begini sekarang...,


ini semua gara-gara dirinya...aku benci denganya.. kenapa si aku harus bertemu dengannya di dunia ini... kenapa...


Anjani langsung menunduk dan duduk di atas sofa kamarnya,ia hanya bisa menerima kenyataan pahit ini,


Sudah lama ia termenung di atas sofa, bahkan sampai Tuan Muda selesai membersihkan dirinya.


Mau sampai kapan dia akan bersikap seperti ini....


"Mau sampai kapan kau terdiam?,kau tidak mau mengganti bajumu?, Istirahatlah!, pikiranmu harus tenang karena kau sedang mengandung!"


Anjani masih mengalihkan pandangannya ke arah lain,ia bahkan tidak mendengarkan perkataan suaminya.


"Tenang kau bilang?, bagaimana aku bisa tenang setelah ini semua terjadi kepadaku...,kau yang sudah membuat hidupku tidak tenang!,dan kau juga yang menjadi kan hidupku menjadi begini sekarang, aku harus hidup dan bersanding denganmu setiap hari?,kau senang telah membuat hidupku seperti ini?,"


Anjani merasa sangat kesal, bahkan ia tidak ingin menatap wajah suaminya.


"Baiklah!, gantilah pakaianmu!,apa kau mau tidur menggunakan gaun pengantin?"


"Terserah aku!, itu bukan urusanmu!"menjawab sebel tanpa menatap suaminya.


"Baiklah!, terserah kau saja!"


Tuan Muda langsung duduk di meja kerjanya menghadap ke arah leptop,ia membiarkan Anjani untuk menguras seluruh emosinya kali ini.


Anjani hanya menatap kesal suaminya dari belakang, sementara sikap Tuan Muda terlihat begitu tenang menghadap ke arah leptop.

__ADS_1


Lama kelamaan matanya begitu letih dan ngantuk,ia benar-benar merasa sangat ngantuk karena kurang tidur semalaman,ia sudah menjatuhkan kepalanya di tangan-tangan sofa karena mengantuk dan memejamkan matanya.


__ADS_2