My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Rahasia Besar


__ADS_3

Kedua lelaki ini masih terdiam berpandangan di salah satu ruangan tertutup milik mereka yang ada di apartemen ini.


"Apa yang harus kita lakukan Tuan Muda?, Ancaman Tuan besar selalu terbukti dan kenyataan!, apapun yang mereka katakan akan terjadi dan akan mereka lakukan semestinya?"


"Aku hanya bingung dengan mereka!,jika tidak membutuhkan ku kenapa harus mengundangku dan menyuruhku datang coba?, dimana otak mereka?..."


Devino yang terlihat begitu kesal sambil mencengkram kan tangannya di atas meja.


"Anda adalah putra pertama Tuan Muda!, mungkin semua tamu undangan akan menanyakan anda jika anda tidak hadir!"


"Tamu undangan menanyakan ku?,cih.., keluarga ku saja tidak perduli denganku!, lalu apa pentingnya urusan tamu undangan!"


"Tapi kita harus bagaimana Tuan Muda?, ini menyangkut keselamatan Nona muda?"


Devino terdiam, kerena segala Ancaman yang di katakan oleh Tuan Besar akan selalu kenyataan dan tidak segan-segan ia akan melakukannya.


Terlebih yang di ancamnya adalah keselamatan Anjani, membuat Devino gelisah dan tidak tenang jika tidak menuruti perkataannya.


"Kita harus hadir!,dan kita harus selalu bersama dan menghadapi sama-sama nantinya!,aku tidak tahu apa maksud semua ini, yang jelas kita harus hadir kesana demi Anjani!"


"Dan akan aku pastikan sendiri keselamatan istriku Erik!'


*****


Lama tak ada kabar dari Nyonya besar yang selalu menyuruh putranya itu pulang.


Dimana usahanya?, apa di sudah menyerah dan lelah untuk menyuruh maupun membujuk putranya itu pulang.


Sepertinya juga tidak ada lagi usaha kerasnya yang datang memaki-maki Anjani lalu menyuruh Devino untuk pulang ke rumah,lama mereka tidak bertemu, bagaimana kabarnya?,


Aku kangen kak Devino, kira-kira dia sedang apa sekarang?,


berapa bulan aku tidak ketemu denganya, rasanya aku kangen banget pengin ketemu..


Diva terdiam sendiri di dalam ruangan keluarga,semua orang tampak sibuk mempersiapkan acara pesta pernikahan Daniel, mereka semua sedang sibuk memilih gaun dan terlihat riang gembira termasuk Nyonya besar.


Namun, di saat suasana bahagia seperti ini Diva merindukan kakak pertamanya.


"Daniel!, lihatlah calon istrimu!, dia terlihat sangat cantik bukan..."


Memperlihatkan Calon menantunya yang sudah mencoba gaun pengantin yang di rancang khusus itu.


"Tentu saja!, calon istri siapa dulu?,calon istriku...!"Daniel tersenyum mengatakannya, sambil mendekat ke arah mereka dan duduk di sofa.


"Kau...pandai memilih sayang!, seperti Emely... dia terlihat begitu sempurna untukmu...!"membelai kepala calon menantunya itu.


Mungkin karena Emely sendiri berasal dari kalangan orang yang berpunya alias kaya.


Ya... walaupun tidak ada yang bisa mengalahkan kekayaan Keluarga Bahara Sanjaya di negeri ini,tapi yang jelas keluarga mempelai putri berasal dari keluarga terpandang, makanannya ia di terima di keluarga ini, termasuk Nyonya besar yang begitu baik dan menyambut kedatangannya dengan senang hati.


Mamah terlihat baik sekali dengan kak Emely, berbeda waktu kak Devino menikah dengan kak Anjani,ia tampak benci sekali bahkan mengucilkannya,


Namun kenapa sekarang mamah tidak lagi berusaha untuk menyuruh kak Dev pulang...


Nyonya besar terlihat sangat dekat dengan calon menantunya itu, bahkan ia berulang-ulang memuji dan membelai rambutnya yang lurus panjang nan cantik.

__ADS_1


Setelah lama mengobrol dan berbincang-bincang dengan urusan mereka, Daniel sudah beranjak berdiri dari duduknya.


"Mah, aku dan Emely akan keluar sebentar yah!, karena masih banyak keperluan yang harus kita beli!"


"Iya udah hati-hati sayang!,jaga Emely dengan baik yah!"


"Iyah mah!"


Keduanya langsung pergi meninggalkan rumah.


Hanya tersisa Nyonya besar dan Diva di ruangan ini.


"Mah,apa kak Devino akan datang ke acara pernikahan ini nanti?"Tanya Diva penuh harap karena ia begitu merindukan kakaknya.


"Huhft.."menghela nafas mendengar perkataan putrinya.


"Entahlah!, mamah tidak tahu sayang!, mamah sudah lelah mengurus urusan Devino!, biarkan saja dia bersama Anjani...!"Berkata sinis dan terlihat menyerah begitu saja,


Jika bukan karena perintah Papah,


Mamah juga tidak akan menyuruh Devino kembali sayang...,


Mamah juga tidak akan mengemis-ngemis untuk menyuruh Devino kembali hanya karena Papah yang terlihat marah kepada Mamah.


Mamah berusaha untuk melakukan ini,dan menyuruh Devino pulang itu karena anak buah papah selalu mengawasi mamah untuk menemui Devino,


Tapi biarkan saja dia hidup bersama istrinya,


Lagian sudah sepantasnya anak itu pergi!,aku sudah lelah mengurusnya selama ini, terlebih dengan sikapnya yang sok benar seperti ibunya itu...


"Menerimanya?, tidak sayang!, Mamah juga tidak merasa kalau dia itu menantuku..."


Terseyum mantap Diva yang merasa bingung itu.


Sudah sepantasnya kak Daniel yang mengurus Perusahaan ini Diva,


"Sudahlah sayang!, jangan pikirkan kakakmu!,dia sudah hidup bahagia bersama Anjani...!"


kenapa Mamah tiba-tiba Aneh sekali bersikap seperti ini...


bukankah dari kemaren-kemaren Mamah bersikeras menyuruh kak Dev untuk pulang,


Diva merasa begitu aneh dengan sikap ibu kandungnya itu.


"Tapi Diva ingin bertemu dengan kakak mah!,Diva kangen banget...!"


Seharusnya kau lebih menyayangi kak Daniel Diva, bukan Devino...


"Baiklah!, kita lihat saja nanti!, mamah harus bertanya kepada Papah,apa dia mengundang kak Dev atau tidak!, muach..."Mencium kening putrinya lalu meninggalkannya ke dalam kamar.


******


Tuan Besar masih terdiam di sebuah ruangan kerjanya,ia sedang terdiam menatap sebuah foto yang tampak lama dan terbungkus dengan kain itu.


Melihat istrinya yang sedang menggendong putranya yang masih kecil, dimana putranya yang begitu ia harapkan dulu, putra impian dan putra harapan oleh keduanya waktu itu.

__ADS_1


Sebelum kepergian istrinya karena sakit keras,


Ia juga berjanji kepada istrinya akan selalu menjaga Devino dan menyayanginya sepenuh hati, kapan pun dan dimana pun ia berada.


Benar apa katamu Diang...,


semuanya karena cinta, apapun bisa terjadi dan di lakukan oleh cinta, tidak ada yang bisa memaksakan cinta, walaupun perasaan kita sendiri,


Devino terlihat begitu mencintai Anjani,


dimana aku mencintaimu dulu Diang..,


aku tidak bisa kehilanganmu,


Aku akan melakukan apapun untukmu dulu, hingga akhirnya aku kehilanganmu dan merasa begitu berat karena kehilanganmu,


Jika aku memisahkan putraku dan istrinya ia pasti akan merasa begitu sedih seperti ku dulu, dimana aku merasa begitu berat saat kehilanganmu.


Masih mengelus foto istrinya bersama putranya itu lembut.


Devino benar-benar sama sepertimu..,


dia akan selalu bertanggung jawab atas segala apapun kesalahan yang telah ia lakukan,


Sifatnya benar-benar sama seperti dirimu,yang begitu baik dan lembut kepada semua orang,yang selalu memikirkan perasaan orang lain dan tidak memikirkan dirinya sendiri...,


Terlihat senior Zen yang terdiam duduk di sampingnya memperhatikan Tuan Besar yang tampak terdiam menatap foto itu.


"Anda perlu kopi atau teh Tuan?,akan saya ambilkan!"


"Aku hanya ingin teh saja!, seperti biasanya!"


"Baik Tuan!, tunggulah sebentar!"


Yang selalu peka dengan perasaan majikanya adalah tangan kanan mereka masing-masing, siapa lagi jika bukan tangan kanan mereka yang selalu dekat dan bersama itu.


Tentunya mereka sudah sangat hafal dan mengerti akan perasaan majikanya seperti senior Zen kepada Tuan besarnya.


Maafkan aku Diyang, aku rasa... aku telah melanggar janjiku kepadamu,


aku sendiri telah mengucilkan Devino dari rumahnya sendiri,


Aku baru sadar aku terlalu egois dengan semua ini, hingga aku lebih memikirkan kepentingan dunia dari pada perasaan putraku sendiri...


Aku benar-benar telah membuatnya terluka dan terlihat marah tadi siang...,


Maafkan aku Diang,aku salah kali ini,


Melihat sikap putranya yang telah berubah dan begitu benci menatap ke arah mobilnya tadi siang, benar-benar membuatnya tidak nyaman


dan bersalah.


Terlebih melihat tingkah Devino yang begitu benci sambil melemparkan undangan yang diberikan Zen kepadanya.


Itu artinya Devino sudah menolak keras kehadiran-nya, hingga membuat Tuan Besar begitu takut jika jarak keduanya akan semakin jauh dan renggang nantinya.

__ADS_1


__ADS_2