My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Mobil Baru


__ADS_3

"Tuan Muda tetap akan kembali ke Apartemen Tuan Besar, karena ia hanya ingin bersama istrinya!"


"Aku tahu Devino sangat mencintainya,dan Anjani pasti sangat trauma berada di rumah ini,aku tidak akan memaksa mereka untuk kembali ke rumah ini lagi,tapi yang jelas, rumah ini akan selalu terbuka untuk mereka!"


Setiap waktu dan setiap detik keadaan hidup ini memang semakin membaik, namun keadaannya belum sebaik yang Anjani inginkan,dan dia juga ingin melihat suaminya tidak kecapean lagi di toko roti,ia berharap toko roti ini akan semakin sukses dan berkembang nantinya.


Hari demi hari berlalu begitu cepat, membuat Anjani dan Devino semakin bersemangat untuk membesarkan toko roti ini.


Tuan Besar memang sudah merestui hubungan keduanya, tapi hal ini belum bisa membuat Anjani luluh dan mau untuk kembali ke rumah itu lagi.


Sekarang kehidupannya kembali seperti biasa,ia hidup di apartemen bersama suaminya dan mengurus toko roti itu kembali.


Kesibukan toko juga kembali seperti biasanya, karena Alhamdulillah hari ini keadaan toko lumayan rame.


Tak lama dari keramaian toko ini mobil mewah Tuan besar sudah terparkir tepat di depan halaman toko.


Anjani dan Devino sedang berbicara dengan salah satu customernya.


Sepertinya customer yang satu ini membicarakan hal penting yang ingin ia sampaikan.


"Saya tidak pernah memakan roti selembut dan seempuk ini, dari berbagai toko roti yang saya kunjungi,toko roti inilah yang paling enak!"salah satu orang berkemeja putih ini terlihat begitu serius mengatakannya.


Sepertinya ia terlihat orang kaya raya atau kalangan konglomerat.


"Oh... Terimakasih pak!, perkataan anda sungguh menyanjung hati kami!"


Devino yang tampak tersenyum sambil merangkul Anjani yang ada di sampingnya itu.


"Tapi sepertinya ada yang kurang dari toko ini!, toko ini tampak indah dan sangat rapi, dari kalangan pengunjung juga lebih banyak dari kalangan anak muda!, bagaimana kalau toko ini sekalian jual minuman saja,lagian kan kalau cuma air mineral kurang menarik gitu...!"


iya juga sih,kenapa gak kepikiran sejak dulu..


Devino dan Anjani terdiam, Mereka merasa benar dengan ide ini, sepertinya para pengunjung jika hanya duduk dan menikmati


air mineral dan roti saja kurang menarik dan kurang sempurna tanpa adanya minum menarik seperti kopi, teh, atau pun minuman coklat dan susu.


"Ide yang bagus Pak!,tapi semuanya memang butuh persiapan dan modal, keadaan toko ini juga terlalu kecil dan sempit, untuk peralatan lainnya seperti perabotan untuk pembuatan berbagai minuman juga sepertinya tidak akan masuk!"


"Untuk masalah itu gampang,ruko sebelah kita jebol dan jadikan menjadi ruangan yang luas dalam satu lantai, kebetulan ruko itu masih menganggur dan tidak terpakai, bagaimana kalau kita kerja sama?"


Tiba-tiba Tuan besar sudah memasuki ruangan toko dan bertemu pandangan dengan customer yang berbicara serius itu.


Membuat pembicaraan mereka semua terpotong.


"Bahara..."panggilnya yang terlihat terkejut itu.

__ADS_1


"Jefri..."Panggilnya balik.


"Papah..."Anjani dan Devino berbarengan.


"Wah lama tidak bertemu,...!"


Keduanya langsung saling merangkul satu sama lain.


"Tunggu-tunggu!, Papah..!,apa maksudnya?"


"Oh...Ini Devino putraku dan ini menantuku Anjani!"memperkenalkan keduanya kepada teman lamanya yang baru saja bertemu ini.


"Oh toko ini milik putramu!,aku benar-benar tidak menyangka...,!"


"Iyah,ini usaha mandiri mereka yang mereka dirikan sendiri!"


"Benarkah?, lalu siapa yang mengurus perusahaan mu?,jika putramu bekerja disini!"


"Perusahaan ku saat ini memang diurus oleh putraku yang kedua!, sebagai tahap pembelajarannya untuknya memimpin perusahaan cabang nantinya!,dan itupun hanya sementara, karena pemilik perusahaan yang semestinya adalah putra pertamaku Devino..!, jadi tak lama lagi ia juga akan kembali dan mengurus perusahaanya...!"


Apa maksud Papah pemilik perusahaan yang semestinya, apa Papah kemari akan menyuruhku untuk memimpin perusahaan kembali?


lalu bagaimana dengan perasaan Daniel?, bukankah papah sudah memberikan wewenang itu padanya..


kenapa Papah selalu bersikap berlebihan kepadaku...


Namun memahami putranya yang bersifat seperti ini membuat Tuan Besar semakin sayang dan percaya akan dirinya yang pantas menjadi pemimpin perusahaannya pengganti dirinya nantinya.


Sementara Tuan Muda sendiri juga belum tahu siapa ibu kandungnya, karena Tuan besar dan Nyonya besar masih menyembunyikan hal besar ini setelah sekian lama.


Entah karena apa yang jelas ini demi kebaikan Devino.


Ia hanya tahu bahwa Mamah Natara adalah ibu kandungnya.


Mungkin rencana kerja sama mereka akan gagal kali ini, karena Tuan besar sudah memperjelas lagi kepada teman lamanya bahwa Devino akan segera kembali dan memimpin perusahaannya seperti dulu lagi.


Setelah Tuan Besar berbicara lama dengan temannya itu, akhirnya pembicaraan terputus karena telfon penting memiliknya, membuat teman lamanya itu segera pergi meninggalkan toko.


Mungkin ada keperluan mendesak atau kesibukan kerjanya yang ia miliki hingga membuatnya pergi.


Sambil duduk santai Tuan besar langsung membuka buku menu yang tergeletak di atas meja.


Melihat foto-foto roti yang tentunya begitu menggoda dan menarik, hingga membuatnya ingin mencicipi semuanya.


"Kau kemarilah!"memanggil salah satu karyawannya yang sedang merapikan meja.

__ADS_1


"Iya Tuan"


"Bawakan aku roti terpopuler dan terlaris di toko ini!"


"Baik Tuan,akan saya bawakan dengan segera!"


Sementara Tuan Devino dan Anjani masih terdiam duduk di situ.


"Papah mau minum apa?,biar Anjani buat kan!"


Anjani, sudah berdiri dari duduknya ia bersikap baik karena begitu menghormati mertuanya,


"Tidak usah Anjani!,Papah tidak haus,aku kesini hanya ingin berbicara dengan kalian berdua!, duduklah...!".


Anjani langsung duduk, lalu keduanya sudah siap untuk mendengarkan perkataan Ayahnya itu.


"Papah ingin sekali mengundang kalian berdua untuk makan malam bersama ke rumah nanti malam...!,kita sudah lama tidak berkumpul kan?, itupun tidak memaksa!,dan itu juga...jika kalian berdua mau datang kerumah!,jika tidak ya.. tidak papa!,Papah tidak akan memaksa..!"


Tuan besar yang berbicara begitu lembut menatap menantu dan putranya itu, terlihat sekali dari gaya bicaranya yang masih merasa bersalah atas keduanya selama ini.


membuat Anjani merasa tidak nyaman sendiri mendengarnya.


"Jangan bersikap seperti ini Pah!,ini membuat Anjani tidak nyaman...!, Anjani dan Devino pasti akan datang ke rumah nanti malam dengan senang hati!.."


Tak lama kemudian mobil baru yang begitu mengkilap sudah terparkir di depan ruko mereka, membuat keduanya yang sedang berada di dalam ruangan merasa penasaran dan menatap ke arah mobil itu.


Mobil yang sama dari merek dan modelnya dimana Tuan Muda punyai dulu, perbedaannya ini terlihat mobil yang begitu baru dan mengkilap.


Lalu Tuan besar terseyum menatap keduanya yang masih terdiam menatap ke arah mobil itu.


"Itu mobil baru untukmu Devino!,.., datanglah ke rumah bersama Anjani nanti malam dengan memakai mobil itu!,aku harap kau menerimanya dengan senang hati dan jangan menolak!"


"Tapi Pah...!"


"Papah paling benci kata penolakan!, jadi Papah harap kau menerimanya dengan senang hati sayang...!"


langsung berdiri dari duduknya dan akan segera pergi meninggalkan toko roti ini.


"Papah tunggu kedatangan kalian nanti malam!, Papah pergi dulu!,mau mengecek keadaan kantor, Anjani Papah pergi dulu yah..!"


"Baiklah Pah!, Terimakasih banyak!,hati-hati di jalan...!"


"Iya Pah!, hati-hati di jalan!"


Erik yang sedang berjaga di luar toko itu langsung menerima kunci mobil baru itu dari tangan Zen.

__ADS_1


kemudian dengan segera memberikannya kepada Tuan mudanya.


__ADS_2