
Baiklah..
Papah akan tunggu sampai kapan kau akan bertahan dan kembali Devino...,
Tuan Besar hanya terdiam melihat kepergian putra kesayangannya yang meninggalkan pintu ruangan kerjanya.
Mobil keluar dari parkiran kantor,
Tuan Muda dan Erik langsung melanjutkan perjalanannya untuk mencari pekerjaan baru di berbagai tempat atau pun perusahaan yang ada di kota ini.
Salah satu perusahaan yang ia datanginya terlebih dahulu adalah Perusahaan di bidang properti, yaitu perusahaan Morgan Xxxx.
Ia segera masuk ke dalam gedung dan menemui pihak management perkantoran ini.
Mereka melayani Tuan Muda dengan baik dan sopan.
Namun apa yang ia katakan,
"Mohon maaf Pak!, tidak ada yang pantas dari berbagai staff pekerjaan di sini untuk Anda!, jadi saya tolak lamaran ini!, karena kami juga sudah menerima surat peringatan dari perusahaan Bahara Sanjaya Group!"
"Apa?, surat peringatan?"Devino yang begitu kaget bercampur kesal.
"Iya Pak!, sekali lagi saya mohon maaf!, karena dari pihak kami tidak bisa menentang atas surat peringatan dari perusahaan Bahara Sanjaya Group!, lebih baik Anda cari pekerjaan yang lain!"
"Keterlaluan..!"
Tuan Muda langsung pergi begitu saja dengan sangat kesal.
Perusahaan ini menolak bukan karena tidak ada lowongan kerja ataupun tidak percaya dan ragu kepada Devino,
Tapi karena ia adalah putra pertama dari keluarga Bahara Sanjaya.
Perusahaan ini juga takut untuk menerima kehadiran orang nomor satu dari perusahaan Bahara Sanjaya yang terpopuler itu.
Tentunya ia berasal dari keluarga pemilik perusahaan terbesar dan ternama di berbagai kalangan yaitu Perusahaan Bahara Sanjaya Group,
Perusahaan ini memang nomor satu, tidak tertandingi dan terkalahkan, untuk itu ia mampu membeli saham lainnya atupun mudah untuk menaklukkan perusahaan yang lain agar tunduk kepadanya.
Papah benar-benar keterlaluan, dengan teganya dia memberikan surat peringatan kepada kantor ini agar menolak ku jika aku melamar kerja disini...
Tega sekali Papah melakukan hal ini kepadaku..
Menghela nafas panjang dan berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir itu dengan raut wajah masamnya.
Wah Tuan Muda cepat sekali,apa ia langsung diterima,atau masih di review,
Erik yang melihat Tuan Mudanya berjalan ke arah mobil membuatnya bersiap-siap untuk membuka pintu.
"Bagaimana Tuan Muda?,Anda di terima di perusahaan ini?, kenapa cepat sekali?"
"Tidak!,aku di tolak!,kita harus mencari perusahaan lain!"
"Hah...?"
Erik tidak percaya dengan semua ini.
Seorang Tuan Devino yang bergitu hebat dan pintar itu walaupun di lihat dari segi manapun dalam memimpin perusahaan itu di tolak oleh perusahaan kecil?, sungguh Erik benar-benar tidak percaya.
Perusahaan bodoh!,
Kenapa menolak kehadiran Tuan Muda,
ia tidak tahu apa?, kehebatan Tuan Muda dalam memimpin perusahaan yang begitu hebat,
Erik merasa begitu geram menatap ke arah perusahaan ini.
"Sudahlah!, Ayo kita cari perusahaan yang lain!"
__ADS_1
Menyuruh Erik agar segera menyetir pergi dari sini dan meninggalkan tempat ini untuk mencari perusahaan lainnya.
"Siap Tuan Muda!"
langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya pergi meninggalkan tempat ini.
Tuan Muda langsung membuka internet untuk mencari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan karyawan atau perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan.
Ia menemukan salah satu perusahaan kecil di situ, yang membutuhkan karyawan baru di bidang HRD dan sekertaris perusahaan.
"Baiklah!,aku rasa kita harus pergi ke perusahaan xxxxx untuk melamar pekerjaan Erik!, sepertinya di sana ada berbagai lowongan pekerjaan yang sedang di butuhkan!"
"Wah syukurlah!,baik Tuan Muda!"
keduanya langsung menuju ke tempat perusahaan yang di di tuju.
Tuan Muda langsung masuk ke dalam gedung kantor untuk memberikan surat lamaran kerjanya.
Namun hal sama terjadi,
"Maaf pak!,di perusahaan kami tidak bisa menerima Anda sebagai karyawan dan pekerja disini!,di karenakan Anda terlalu mumpuni untuk semua ini! "
Mengerutkan dahinya merasa pusing dengan perkataan para pihak management kantor yang sangat aneh.
"Hay...!,ini pujian atau penolakan?"Tuan Muda yang merasa begitu kesal
"Maaf Pak!,tapi semua ini karena....!"
"Surat peringatan dari Perusahaan Bahara Sanjaya Group apa kah betul itu?"Devino yang menebak sejak awal karena perusahaan ini berani menolak dirinya.
Apa gunanya gelar sarjana ini untukku, tidak ada yang berguna sama sekali,
"Tentu saja pak!,jika bukan karena itu maka pihak kami akan menerima Anda!'
"Baiklah Terimakasih!"
Devino yang sudah mulai emosi mendengar semua ini.
"Papah bermain-main dengan Devino sekarang,Papah sengaja melakukan ini supaya Devino sengsara begitu?, baiklah!, Tapi
Tidak akan, Devino tidak ada sengsara Pah, Devino juga tidak akan menyerah!..."
Mengepalkan tangannya sendiri karena merasa begitu kesal,ia tidak menyerah akan semua ini,ia tidak boleh patah semangat atas resiko yang telah ia ambil karena keputusan untuk bertanggung jawab yang begitu besar.
"Bagaimana Tuan Muda?,Anda di terima?"
Tuan Muda begitu kesal masuk ke dalam mobil sambil menggelengkan kepalanya.
Loh bagaimana si,
bukankah tadi katanya ada lowongan pekerjaan di perusahaan ini,
Apa orang-orang di sini bodoh juga...
Erik merasa pusing dan langsung masuk ke dalam mobil untuk mengantar Tuan mudanya mencari pekerjaan lagi.
"Baiklah!, sekarang kita pergi ke perusahaan XXXII Erik!"
"Baik Tuan Muda!"
Menuruti perkataan Tuan Mudanya dan mencari perusahaan lainnya lagi,
karena Tuan Muda sendiri tidak akan menyerah begitu saja dengan sikap Papahnya yang seperti ini,
yang sedang mencoba menghukumnya karena sudah berani mengecewakannya.
*****
__ADS_1
"Tita,aku senang kau kemari!,aku benar-benar tidak tahu jika aku sendirian di sini,aku pasti akan merasa bosan!"
Anjani yang sedang mengajak Tita untuk menonton dan memakan cemilan bersamanya.
"Saya juga senang Tuan Muda memanggilku kembali untuk bekerja dengan Anda Nona,aku benar-benar tidak menyangka ini...!"
Tita yang tersenyum menatap Nona mudanya yang terlihat begitu senang dengan kehadiran-nya.
"Memang kau bukan pekerja rumah yang bekerja di sana?, sehingga kau dapat kemari?"
"Tentu saja bukan Nona,saya adalah anak buah Tuan Devino,saya tidak pernah menganggap semua orang yang ada di sana itu adalah majikan saya, yang jelas saya hanya menganggap Tuan Muda dan Anda saja yang menjadi majikan saya..!"
"Hah.. kenapa begitu?"
"Karena saya tidak suka dengan mereka Nona!"
"Baiklah terserah kau saja!" Anjani terseyum menatap Tita.
keduanya asik mengobrol dan melanjutkan aktivitasnya untuk menonton kembali.
Tak terasa Hari sudah hampir gelap, matahari pun mulai terbenam menyembunyikan sinarnya untuk berganti waktu.
Erik sudah menunggu di depan mobil Tuan mudanya untuk menunggu kabar darinya yang sedang masuk ke dalam ke perusahaan yang ia kunjungi ini.
Ini adalah perusahaan urutan ke 17 yang sudah ia kunjungi hari ini.
Aku harap Perusahaan ini menerima Tuan Muda,
Kasian Tuan Muda yang Tuhan, demi bertanggung jawab ia rela seperti ini sekarang...
Terus berdo'a untuk kebaikan Tuan Mudanya.
Untuk yang kesekian kalinya, Tuan Muda harus menerima penolakan dari berbagai perusahaan yang telah ia kunjungi dengan pahit.
Belasan perusahaan terpandang sudah ia kunjungi untuk melamar pekerjaan, namun hasilnya sama tetap nihil.
Mereka semua menolak karena ia berasal dari keluarga Bahara Sanjaya.
Kenapa Tuan Muda terlihat Lesu sekali,
apa dia di tolak lagi,
Erik menatap Tuan Mudanya yang mendekat.
"Kau tahu kenapa semua perusahaan menolak ku sekarang?"
Bicaranya dengan lemas dan menyandarkan tubuhnya di mobil.
"Tidak, memangnya kenapa Tuan Muda?"
Erik begitu penasaran sambil mengerutkan keningnya.
"Hanya karena aku dari keluarga Bahara Sanjaya,dan dengan teganya Papah memberikan surat peringatan kepada seluruh perusahaan ini agar aku di tolak!"
"Hah...?"kaget.
Sudah kuduga ini pasti adalah ulah Tuan Besar,
"Lalu Kita harus bagaimana Tuan Muda,apa kita akan menyerah begitu saja?"
"Tidak akan!,mungkin aku akan berganti profesi,dan aku akan tunjukkan kepada Papah, bahwa aku bisa bangkit dari keterpurukan ini!"
"Sebaiknya kita pulang dan istirahat,ini sudah terlalu malam Erik!"
Mengajak Erik untuk masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah untuk istirahat.
"Baik Tuan Muda!"
__ADS_1
Kira-kira Apa yang akan di lakukan Tuan Muda, profesi apa yang akan ia ambil dari jalan ini...
Erik juga bergitu merasakan apa yang di rasakan Tuan Mudanya,ia ikut prihatin dan merasa sedih jadinya.