My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Tita Hamil


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istriku Dok?"


Erik merasa tidak sabar, setelah melihat dokter selesai memeriksa Istrinya ia langsung


berjalan menghampirinya dan bertanya penuh dengan kekhawatiran.


"Istri anda baik-baik saja pak Erik..., hanya saja ia sedang hamil..!"


"Oh..sedang hamil!,apa..?"Berteriak, seolah-olah ia baru sadar akan perkataan dokter itu.


"Ha..hamil?"Terdiam lama entah apa yang sedang ia pikirkan sambil terbelalak menatap dokter.


"Iyah...!, selamat untuk anda karena akan segera menjadi seorang Ayah pak Erik..!"


Tita juga hamil...,


"Iya...iya..terimakasih Dok..!"Terlihat mata Erik yang sudah berkaca-kaca menatap dokter yang sedang berbicara itu.


"Saya hanya bisa memberinya vitamin dan catatan resep obat agar istri anda segera pulih nantinya...!, dan saya juga harus segera kembali karena masih ada jadwal praktek lainnya..!"


"Baiklah..!, pergilah..!, terimakasih banyak Dok..!"


"Sama-sama, saya permisi..!"


Masih terdiam berwajah datar dengan raut wajah yang tampak menciut dan berkaca-kaca.


Lalu ia segera menghampiri Istrinya yang terbaring di atas ranjang.


Hamil..?,dia hamil..


kenapa aku justru merasa sedih begini si.., seharusnya aku senang kan,


"Tita...!"Panggilannya pelan, membelai kepalanya dengan lembut,lalu ia menatap perut istrinya yang masih datar dan belum terlihat akan kehamilannya itu.


Aku hanya takut, disaat kau hamil begini kau akan jauh dariku dan kembali ke rumah..,


lalu...aku akan sibuk bekerja dan semakin berkurangnya perhatianku kepada mu, hanya itulah yang aku takutkan..


Seberapa besar perhatian ku dari jauh itu takan terlihat.., sedangkan perhatian sekecil apapun itu akan terlihat jika dari dekat..,


Membaringkan tubuhnya di samping istrinya dan memeluknya erat, bahkan ia tampak terpuruk dan menintikkan air matanya sesekali sambil menatap istrinya lekat.


Aku sangat bahagia karena aku akan menjadi seorang Ayah, tapi...di satu sisi aku sedih jika aku harus jauh dari istriku kembali..


Mengelus bahunya lembut, berharap Tita akan segera sadar.


"Tiara.., bangunlah!, bukankah aku sudah memanggil mu Tiara..maka bangunlah,aku sangat merindukanmu sayang..!"


Tiara...!, siapa Tiara?,dan siapa sebenarnya Tita itu, kenapa ada panggilan lain yang di berikan-nya saat ini.


Entah lah.., mungkin Tita adalah panggilan sayang yang di berikan untuk Erik kepada istrinya sejak dulu.


"Tiara Tanita..!,apa kau tidak ingin bangun?,mau sampai kapan kau akan pingsan begini ?"

__ADS_1


Memeluknya semakin erat,lalu mencium keningnya dengan lembut menunggunya sadar.


*****


Setelah membersihkan badan keduanya langsung duduk di sebuah ranjang yang baru saja di lihat dan di temui itu.


"Kamar ini terlalu besar...!"sambil menatap seluruh penjuru ruangan kamar yang benar-benar terasa luas dan begitu indah.


"kenapa?,kau tidak suka..?,apa mau ganti rumah?.."


"Ih... apaan sih Dev!, tidak lah...!, rumah ini sangat indah dan aku tidak pantas menerima ini semua...!"


"Apa yang kau katakan Anjani?, kenapa kau lebih suka merendahkan diri di hadapan suami mu ini hem..?"Terseyum kecil, lalu melingkarkan tangannya di pinggang istrinya dengan lembut.


"Anjani..!"mengeratkan lingkarannya.


"Iyah...!"


"Duduklah di sini..!"Mencoba menggeser tubuh istrinya dengan lembut ke pangkuannya.


"Apa kau takut karena kamar ini terlalu besar?"


Menggelengkan kepalanya,lalu menatap suaminya lekat.


"Aku pasti akan merasa takut jika kau tidak berada di sampingku, sudah hanya itu saja..!"


"Lihatlah..!, tataplah aku..!,aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu,dan akan aku pastikan..., tidurmu tidak akan sendirian Anjani...!"meletakkan kepala di bahu istrinya itu,lalu mengelus-elus perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


Kemudian Anjani hanya mampu tersenyum bahagia sambil menatap suaminya lekat, sentuhnya yang begitu lembut membuat Anjani merasa nyaman sekali,ia juga merasa begitu tentram dan tenang di dalam hatinya.


"kau tahu..?, sahabatku kapan-kapan akan datang kemari!,ia juga ingin bertemu dengan mu..!"


"Hah..?, ingin bertemu dengan ku?"


"Iyah.., waktu pernikahan dulu dia tidak bisa datang ke pernikahan kita karena rumahnya jauh di luar kota ini!, kebetulan... istrinya dulu baru saja melahirkan, jadi ia sedang sibuk dan tidak sempat datang ke tempat pernikahan...!"


"Wah..., benarkah?,aku jadi penasaran, pasti anaknya udah gede yah....?"sambil mantan tangan suaminya yang terus mengelus perutnya dengan lembut itu.


"Tentu saja,ia terlahir putra.., sangat imut dan menggemaskan pokoknya,aku saja sudah belajar mengendong nya,tapi dia terasa begitu berat..!,aku jadi tidak sabar ingin menggendong bayi darimu... muach!"Mencium perut istrinya tiba-tiba.


Sehat-sehat nak, jangan membuat ibumu mual-mual terus yah,


Aku mencintaimu..,


Anjani masih tersenyum manis, menatap suaminya yang terus memperhatikan perutnya itu.


"Kau sangat cantik..."menyelipkan helainya rambut Istrinya ke telinganya dengan lembut.


Lalu mendekat bibirnya ke area lehernya dan mengecupnya dengan penuh kehangatan.


"Muach...!"


"kenapa kau sangat cantik?..., semakin hari kau terlihat semakin cantik Anjani..!,bahkan aku sampai tak bisa berpaling dari mu sedikit saja.., tidak bisa..aku tidak bisa, sedetik pun aku merindukanmu..!"

__ADS_1


Masih memberikan kecupan hangat di sana.


"Sayang...!"Anjani yang merasa geli sendiri jadinya, namun sentuhan ini terasa begitu nikmat dan nyaman setiap kali ia rasakan.


"Hem...?"Terus beraksi tanpa henti, bahkan tanganya sudah mulai menjalar ke setiap lekuk tubuh istrinya yang langsing dan ideal itu.


"Ayo kita lihat keadaan Tita!, kira-kira dia udah sadar belum...?"


"Gak mau...!,kau berusaha menghindari ku sekarang?"mengeratkan rangkulannya,kali ini Devino ingin sekali menikmati malam harinya bersama istrinya tanpa ada yang mengganggunya sekarang.


"Siapa yang menghindari mu,aku hanya.... hanya..."berfikir sejenak, membuat Devino merasa geregetan dengan tingkah Anjani yang mencoba menghindarinya itu.


"Apa..?,ini sudah malam!,jika kau ke kamar Erik kau akan menganggu aktivitas mereka berdua nanti!, besok saja!, bagaimana kalau kita bersenang-senang?"Menyerkit, melihat wajah istrinya yang merona membuatnya semakin senang.


Bersenang-senang?,apa maksudnya bersenang-senang..,


jangan bilang...nanana....


"Tapi kan..,aku penasaran dengan kondisi Tita sekarang,aku ingin sekali melihatnya!"


"Baiklah.., pergilah!, dan tinggalkan suamimu...,aku mau tidur saja..!"Devino merasa kesal sekarang,ia terlihat ngambek.


"Ih... ngambek yah?,aku kan hanya merasa khawatir, lagian.. aku juga ingin bersamamu saja....!"membuat Devino terseyum kembali dan berselera, sepertinya malam ini ia terlihat seperti anak kecil yang sedang merengek dan membutuhkan kasih sayang penuh dari istrinya itu.


"Muach...!"kecupan lembut sekali lagi ia berikan kepada bibir Anjani yang mungil dan tampak membungkam karena terseyum malu.


"Kau siap..?"Terseyum menatap istrinya lekat.


"Apanya yang siap...?"Pura-pura polos, padahal di dalam hatinya ia sedang berkata;Iya..iya,aku siap melayani mu dengan sepenuh hati ku suamiku..!..


Rasa cinta Anjani di setiap harinya terasa semakin tumbuh dan begitu besar.


Kebaikan sikap, kelembutan tingkah laku dan perhatian Devino di setiap harinya benar-benar membuatnya merasa gila dan semakin sayang.


"Hem....!"Hanya kata itu yang terucap dari mulut suaminya sambil mencopot jam tangan yang masih melingkar di tangannya itu.


ia bahkan terlihat lesu dan mengundurkan diri karena merasa kecewa untuk menghindari istrinya.


Ia bahkan langsung menyenderkan kepalanya dan bertumpuan dengan bantal untuk segera tidur.


"Memangnya kamu mau minta apa sayang...?"Mencoba menggoda suaminya yang tampak kusut itu.


Memegang kedua tangan suaminya nya lalu menempelkan di kedua pipinya.


Gayanya yang sangat imut itu benar-benar menggemaskan,ia juga duduk di kedua lutut suaminya begitu saja.


"Apa yang kau lakukan...?,kau itu berat!"Devino yang sedang menahan gelak tawanya melihat tingkah istrinya yang sangat imut dan menggodanya.


"Suamiku yang tampan!,aku... menginginkanmu malam ini..!"memeluk tubuhnya erat, bahkan terbaring di atas tubuh suaminya itu


"Apa yang kau lakukan Anjani?,kau membuatku geli, beraninya kau menggodaku sekarang?"Mengubah posisinya dan menempatkan istrinya di bawah tubuhnya.


Keduanya langsung menebar cinta dan berpelukan hangat saling berciuman mesra.

__ADS_1


"Aku mencintaimu.., sangat mencintai mu Anjani..!"Mengangkat tubuh istrinya,memangku-nya dengan sangat lembut dan terus memeluknya erat sambil berciuman bibir dengan hangat.


__ADS_2