
Anjani tak sadar,ia benar-benar terlelap di dalam tidurnya yang manis itu.
Mendengar sayup-sayup suara yang ada di depan ruangan istirahatnya membuatnya terbangun dan separuh sadar.
Lalu ia duduk untuk menyesuaikan dirinya yang baru saja terbangun itu.
"Sepertinya ada yang kurang dari data proposal ini Tuan Muda!,coba anda cek lagi...."Semakin menggeser duduknya mendekati Tuan mudanya.
Sekertaris itu sepertinya sengaja agar ia bisa berdekatan dan bisa mendekati Tuan Mudanya dengan leluasa.
"Aku rasa sudah lengkap, tidak usah terlalu panjang dan bertele-tele lagi, yang penting semuanya tersusun rapi dan sudah jelas apa yang seharusnya di bahas di dalam proposal ini.."
"Oh... baiklah kalau begitu Tuan Muda.."
Bagaimana caranya coba?...
melirikku saja tidak.., bagaimana caranya aku menggodanya, padahal aku sudah memakai baju super seksi dan ketat ini,tapi sial dia sama sekali tidak melirikku..
Padahal Melissa sudah menggunakan gaya se-menggoda mungkin kepada Tuan mudanya ini.
Melissa adalah nama sekertaris menyebalkan itu.
Gaya duduknya yang melipatkan kaki semakin menampakkan kakinya yang terlihat mulus itu, tapi tidak ada lirikan dari Devino,ia benar-benar fokus menghadap ke layar iPad-nya.
Penampilannya memanglah sangat menarik di bandingkan dengan wanita-wanita lain yang berada di kantor ini.
Selain cantik dan modis,Ia bahkan bisa di bilang kalau ia ini adalah primadona kantor.
Para lelaki yang melihat body dan penampilan yang modis dan sempurna itu benar-benar tak berkedip jika melihat penampilan Melisa.
Tapi tidak bagi Tuan Muda, melihat penampilannya yang seperti ini justru membuatnya risih dan tidak ingin melihat.
Jam dinding sudah menunjukkan waktu siang, Anjani benar-benar merasa lapar saat terbangun.
Kemudian ia beranjak berdiri dan membenarkan pakaiannya yang tampak berantakan itu.
"Apa Devino sudah selesai meeting, kenapa dia tidak membangunkan ku, bukankah ini sudah siang..."
Berjalan menghampiri pintu untuk keluar dari ruangan ini.
"Maaf Tuan Muda, penampilan anda kurang rapi.., dan sebentar lagi akan ada jadwal pertemuan anda dengan klien besar kan.., jadi sebaiknya rapikan penampilan anda.."
Dengan seenaknya Melissa langsung memegang dasi Tuan Mudanya yang sedang duduk di sampingnya itu lalu membenarkannya begitu saja tanpa seizin darinya.
"Apa yang kau lakukan..?"
"Maaf Tuan Muda..dasi anda miring,biar saya benarkan, tidak enak jika penampilan anda kurang rapi kan..."Mendekatkan tubuhnya ke arah Devino, terlihat sekali dari gayanya yang sengaja untuk melakukan hal ini untuk mendekatinya.
Hal ini membuat Devino merasa risih.
Devino juga sudah berusaha melarangnya, namun justru keduanya malah tak sengaja berpegangan tangan dan tepat sekali di lihat oleh Anjani yang baru saja keluar ruangan itu.
Apa yang mereka lakukan, kenapa Devino tidak meminta bantuan ku untuk membenarkan dasinya...
kenapa mereka sampai berpegangan tangan segala...
Terlihat Anjani yang sudah terdiam berdiri di depan pintu menatap keduanya yang sedang membenarkan dasinya.
"Anjani...!"Panggilan Devino yang begitu senang melihat istrinya sudah terbangun.
Lalu sekertaris itu langsung mengalihkan tanganya dan mencoba tersenyum ramah menatap Nona mudanya yang terdiam itu tanpa dosa.
__ADS_1
Sebenarnya ia sendiri merasa sangat kesal karena kehadiran Nona mudanya yang sudah bangun itu.
"Siang Nona.."Langsung menyapa dan pura-pura terseyum manis untuk mengusir rasa canggungnya setelah ia melihat tatapan Nona mudanya yang terdiam sejak tadi.
Anjani hanya tersenyum kecil saja, melihat pemandangan tadi benar-benar membuat hatinya tidak nyaman.
Lihat saja... aku pasti akan membuat hubungan kalian tidak nyaman,
Bagaimana caranya agar aku bisa menggoda lelaki ini..,
"Anjani kau sudah bangun.."Berjalan menghampiri Istrinya,lalu membelai kepalanya dengan lembut dan mengecupnya dengan hangat."Muach...,apa tidurmu nyenyak?.."
"Hem..."
Dengan singkat Anjani menjawab pertanyaan suaminya itu sambil menganggukkan kepalanya.
Cih,apa dia baru bisa tidur.., kasihan..
pekerja ini memang begitu berat, tapi rasanya menyenangkan dan lebih menantang bagi ku.
Ada senyuman penuh tanda tanya di belakang mereka berdua, sepertinya sekertaris itu sedang mendengarkan ocehan keduanya dan menyerkit sendiri dari belakang.
"Kau mau makan siang apa?,biar aku belikan."
Menggelengkan kepalanya,ia merasa tidak ***** untuk makan siang saat ini.
"Apa kau merasa mual..?"Tanya Devino lembut sambil mengelus perutku yang semakin hari semakin besar itu.
"Tidak sayang.., Tenanglah,aku hanya belum ***** makan.."
"Iya sudah Ayo kita keluar cari suasana, sepertinya kita perlu mencari udara segar hari ini...!"
Melihat wajah istrinya yang tampak lesu dan kusut membuatnya tidak betah dan langsung mengajaknya keluar dari ruangan kantor untuk segera mengajaknya jalan-jalan.
Segitu cintanya Tuan Muda pada wanita itu hah...,
bukankah sebentar lagi dia ini ada pertemuan, kenapa dia malah pergi meninggalkan lingkungan kantor..
*****
Hari ini Devino dan Anjani pulang lebih awal dari biasanya.
Sepertinya ia akan kedatangan seorang tamu spesial yang dari kemaren di nanti-nantikan oleh keduanya.
"Ayo sayang kita pulang sekarang!"Merangkul istrinya yang sedang terdiam duduk di atas sofa, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.
"Hah.., sekarang..?"
"Iya.., bukankah aku sudah bilang akan ada kedatangan tamu di rumah.."
"Baiklah...!"
Mereka berdua langsung melanjutkan aktivitasnya untuk pulang ke rumah lebih awal dan menemui Tamu istimewa itu bersama Erik.
"Ting.. tong.."Bunyi bel kedatangan tamu berbunyi.
Namun para majikanya belum sampai ke rumah, sementara Dea sedang duduk di sofa sambil membaca sebuah buku panduan.
Entah buku panduan apa yang sedang ia baca, sepertinya ia amat sangat mengamatinya.
Membuatnya langsung berdiri dan menghampiri pintu masuk rumah.
__ADS_1
Ada tamu siapa yah,mana para bos belum pada pulang lagi...,
Langkah Dea berhati-hati saat membuka pintu, kemudian ia melihat seorang lelaki Tampan berbody cool dan memaki jaket kulit hitamnya yang sedang berdiri di depan.
"Jebrett...!"Saat keduanya bertatapan justru malah Dea segera menutup pintu kembali untuk berwaspada dan masuk ke dalam rumah.
Wanita aneh, kenapa dia malah menutup pintunya
Siapa lelaki itu, dia terlihat menyeramkan dan berbody...,apa dia mau ngrampok ke sini..gawat..
apa dia itu polisi?,tapi mau apa kemari..
Berdiri di balik pintu,ia merasa bingung dan gelisah sendiri jadinya.
Ia takut jika orang jahat yang akan masuk ke rumah ini.
Bukankah ada satpam?,tapi kenapa ia sendirian,para Bos juga tidak bilang jika akan ada tamu yang datang kemari, bagaimana ini...
"Hey... kenapa dia malah menutup pintu kembali.."
Danu merasa bingung kemudian ia berusaha mengetuk pintunya kembali sambil menggerutu.
"Thok..Thok..Thok.."
hah...dia mengetuk pintu,apa yang harus aku lakukan sekarang,
Berpikir sejenak, kemudian melihat sapu yang berada di ujung ruangan.
baiklah aku harus menghadapinya kali ini.
Mencoba membuka pintunya kembali dan segera menutupnya.
"Anda siapa?"Tanyanya singkat sambil melotot tajam menatap Danu,ia bahkan menyembunyikan sapu di balik pinggangnya.
"Saya Danu, Tuan mudanya ada?"
Danu siapa lagi...
"Tidak!, Tuan Muda sedang ke kantor jadi ia tidak ada di rumah..!"
"Baiklah...!"Menjawab singkat lalu pergi meninggalkan Dea dan menuju ke arah mobilnya yang ia kendarai tadi.
hah...dia mau kemana..
"Tuan Devino belum sampai Tuan Muda, sepertinya ia masih di perjalanan.."
"Iya aku tahu, Devino mengabari ku dan dia bilang kita di suruh masuk ke dalam..!"
Eh..ia itu sedang berbicara dengan siapa?,apa ia sedang mengajak bala tentaranya untuk merampok..
Merasa penasaran dan terus menatap lelaki itu yang sedang berbicara dengan orang yang berada di dalam mobil.
Lalu keluarlah seorang perempuan cantik dan suaminya yang sedang menggendong bayi itu turun dari mobil.
Eh..aku salah sangka, ternyata bukan...mana mungkin perampok seperti mereka..
Dea langsung melempar sapu yang sedang ia pegang itu dan terseyum malu sendiri jadinya setelah melihat kedatangan Tuan muda Reyhano dan Nona Ayana.
Walaupun ia belum mengenal pasti mereka semua,tapi yang jelas ia langsung menyapanya dan menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam rumah.
Cih.., bukanya ia memegang sapu tadi, kenapa jadi ramah begini sekarang..
__ADS_1
Danu menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis ini tadi.