My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kepergian Devino


__ADS_3

"Arrgh...,bugh.. Brakkk..!"


Semua barang-barang yang ada di atas meja kerjanya terhempas ke lantai karena Daniel merasa kesal.


"Kenapa Papah selalu pilih kasih!, kenapa aku hanya di berikan perusahaan kecil olehnya?.."


Mengepalkan tangannya sendiri.


Daniel terlihat begitu marah dan kesal.


"Jadi semua usahaku selama ini hanya sia-sia?, kenapa harus Dev... kenapa?, kenapa harus dia bukan aku..,Argh, Kenapa si dia terus....!"


Suara menggema di seluruh ruangan kamarnya, membuat Nyonya besar yang tak sengaja berjalan melewati depan kamarnya langsung penasaran,


Karena ia mendengar barang-barang berjatuhan dan suara putranya yang tampak kesal itu.


Ada apa dengan Daniel?, kenapa ia marah-marah..


Membuka pintu begitu saja,laku menghampiri Putranya yang sedang menendang-nendang barang-barangnya yang berserakan di lantai itu.


"Ada apa Daniel?,kau.. kenapa sayang?, kenapa kau marah-marah?, kenapa kamar mu berantakan sekali?"


Mengerutkan keningnya sambil menatap putranya dengan serius.


"Siapa lagi jika bukan karena kak Dev Mah..!, kenapa Papah selalu pilih kasih antara aku dan Devino!, kenapa Papah selalu memilihnya bukan aku..?"


"Papah tidak pernah bersikap adil kepadaku!,dia selalu membandingkan aku dengan kehebatan kakak,dan dia juga selalu memilih kakak dalam bidang apapun!,sekarang aku tidak lagi memimpin perusahaan Bahara Sanjaya Group, semuanya sudah di serahkan dan berada di tangan kakak!"


"Apa?,apa maksudnya Daniel?,kau tidak lagi memimpin perusahaan?"


"Iyah..!,Papah sudah menyerahkan semua tentang pengalihan Perusahaan atas tanggung jawab Devino mah!,dan aku akan keluar dari kantor dan memimpin di perusahaan cabang milik Papah!"


"Iya tidak bisa begitu dong!,kau kan sudah berusaha keras beberapa bulan ini untuk meningkatkan pendapatan perusahaan Bahara kan?"


"Tak usah berbicara tentang usaha mah!, semua ini tidak adanya artinya bagi Papah!, Daniel tidak sehebat Devino..!, hanya itu yang ada di pikiran Papah!"


Deniel terlihat begitu kesal sambil *******-***** ponselnya sendiri yang sedang ia genggam itu karena merasa kesal.


Ini tidak boleh di biarkan.., enak banget hidup Devino.., sudah aku rawat dan membesarkannya dengan susah payah,tapi ia tidak memberikan imbalan apapun kepadaku..


Aku tidak terima ini,papah benar-benar kelewatan, kenapa dia selalu mengutamakan Devino dari pada Daniel, terlebih tentang perusahaan,


ia selalu memuji-muji putranya itu..


Merasa semakin panas nih nyonya besar, terlebih melihat putranya yang begitu kesal dan marah saat ini.


"Lakukan sesuatu Daniel!,percuma saja kau membanting seluruh barang-barang mu tanpa bertidak, pikirkan sesuatu..!, gunakan akal sehatmu untuk menaklukkan Papah dan Devino!,kau adalah putra mamah, mamah yakin kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan nanti...!"


Entah apakah yang akan mereka berdua rencanakan nantinya,


yang jelas keduanya sedang berbicara penuh keseriusan di dalam kamar ini.


******


Suara rinai-rinai kehidupan telah hadir.


Anjani terbangun dari tidurnya, melihat cahaya yang nampak bersinar cerah membuatnya segera terbangun.

__ADS_1


Ranjang tampak kosong, hanya ada dirinya saja di atas ranjang.


Ia tidak melihat kehadiran suaminya disampingnya,bahkan melihat batang hidungnya saja tak terlihat.


"Anda sudah bangun Nona?.."


"Tita...?"Anjani merasa kaget.


"Maaf atas kehadiran ku Nona..!"Menundukkan kepalanya dan tersenyum sambil berjalan ke arah tirai jendela kamar yang besar itu,lalu membukanya dengan lebar untuk mencari hawa sejuk di pagi hari.


"Kau sudah disini?,dimana Devino...?"Berkeliling menatap dari sudut ke sudut ruangan kamarnya mencari suaminya.


"Tuan muda sedang pergi keluar sebentar Nona!,dia ada keperluan penting dan terburu-buru..!, jadi...tidak mungkin ia mengajak Anda yang sedang hamil Muda begini jika ia sedang terburu-buru!".


"Sepagi ini?..."


Tita menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis kembali.


"Baiklah...!"


merasa tidak tenang mendengar suaminya yang pergi meninggalkannya tanpa pamit.


Iya Tuhan lindungilah Devino!, tenangkan-lah jiwanya..,


perasaannya sedang buruk saat ini,dia pasti masih merasa kehilangan ibu kandungnya..


"Apa anda membutuhkan sesuatu Nona?"


Anjani tidak menghiraukan perkataan Tita, bahkan ia terlihat sedang melamun dan tidak mendengarkan perkataan Tita sama sekali.


"Nona..?"Panggilnya lebih keras,dan menyadarkan Anjani dari lamunannya.


"Apa anda tidak papa Nona?,apa Anda memerlukan sesuatu..?"


"Oh.. tidak.. tidak..!,aku tidak sedang memerlukan apapun...!"


"baiklah Nona, dimeja sudah saya siapkan sarapan dan susu coklat untuk Anda!, Tuan Muda yang menyuruhnya!, nanti dimakan ya Nona..!"


"Oke.. oke baiklah!, terimakasih..!,aku juga akan membersihkan diriku terlebih dahulu Tita!"


"Iyah, silahkan Nona...!"Tita langsung segera membereskan ranjang tempat tidur majikanya itu.


Sementara Anjani langsung mengambil peralatan mandinya.


"Jangan terlalu capek ya Tita!, kalau kamu merasa lelah Istirahatlah dulu..!"


"Tenang lah Nona!,saya juga baru mulai bekerja!"


"Oh.. begitu.. baiklah!"memasuki pintu kamar mandi, lalu keluar lagi dari kamar mandi,entah apa yang akan ia tanyakan kepada Tita.


"Tita..!"Teriaknya


"Iyan Nona...!"tampak kaget Tita.


"Bagaimana hubunganmu dengan Erik?,apa sudah mulai membaik..?"


Kepo juga ya ternyata Nona Anjani ini dengan hubungan Tita dan Erik.

__ADS_1


"hehe.. iya Alhamdulillah Nona, sudah lebih baik lagi sekarang...!"


"wah.. syukurlah, kalau begitu beritahu aku jika kau sudah hamil yah..!"


Mengerutkan keningnya nih Tita, sambil menatap Anjani yang sedang tersenyum sendiri dengan perkataanya itu.


Mendengarkan perkataan Nona muda yang tiba-tiba aneh ini membuatnya menggelengkan kepalanya.


Kenapa Nona jadi berbicara tentang kehamilan kepadaku si..


apa ini efek ngidamnya juga di pagi hari..


"Semoga saja Nona, do'akan saja yah....!"Terseyum malu jadinya Tita.


"Wah akhirnya setelah sekian lama berlayar juga hubungan kalian!,aku senang deh dengarnya..! selamat yah..!,tak selamanya pahit itu menghadiri kita, semua itu akan ada waktunya dia saat manis itu datang!"


Ada apa dengan Nona, kenapa dia malah berpidato di depan kamar mandi, katanya mau mandi..?


"Benar sekali Nona!"


"Ingat yah!,jika kau sedang hamil beritahu aku..!,jangan sampai kau berkerja berat seperti ini.., bukan kah pekerjaan mu hanya mengawal ku saja...!, kenapa kau malah membereskan ranjang Tita?, biarkan saja pelayan yang lain yang membersihkan nanti...!"


"Tak apa Nona!,ini pekerjaan mudah!,aku tidak sukai menganggur..!, itu terasa lebih bosan..!"


"baiklah terserah kau saja,aku mau mandi..!"


"Iyah silahkan Nona!"


Nona manis ini lucu banget si.. kalau mengoceh!, pantas saja Tuan Muda sangat menyukainya..


Dia itu sangat cantik dan baik...,aku saja sampai iri melihatnya...


Setelah selesai membersihkan dirinya Anjani langsung sarapan bersama Tita di dalam kamar.


*****


Daniel sudah terbangun juga dari tidurnya, sementara istrinya sedang mandi di kamar mandi.


Kemudian Daniel langsung bersiap-siap Turun ke lantai bawah untuk melakukan olahraga pagi sama halnya dengan kakaknya Devino,ini memenang kebiasaan mereka berdua di dalam rumah ini.


Keduanya memang sama-sama suka basket, tak heran jika tubuh mereka tinggi-tinggi dan berbidang.


Anjani sedang berjemur matahari juga di balkon atas.


Semenjak kehamilannya ini ia rajin untuk berjemur diri agar semakin sehat dan bugar bersama kandungannya.


Ini juga termasuk saran dokter.


Suamiku dan Erik pergi kemana sebenarnya?, kenapa aku tidak boleh ikut..


Berjemur sambil termenung memikirkan suaminya yang pergi itu.


Sementara Daniel yang sedang melakukan pemanasan itu diam-diam memperhatikan kakak iparnya yang sedang berjemur itu dari lantai bawah.


Kenapa semakin hari dia semakin cantik saja.. benar-benar menarik,


ternyata semakin di pandang dia malah semakin cantik...

__ADS_1


Terseyum sendiri sambil menatap Istri kakaknya dari lantai bawah.


__ADS_2