My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kesadaran Anjani.


__ADS_3

Devino terbaring di atas ranjangnya.


Ia belum juga sadar karena Tuan mudanya sedang di beri obat bius sementara untuk membuatnya tidak sadar untuk beberapa saat.


Karena jika ia sadar,ia akan merasa gatal-gatal yang begitu hebat dan terus batuk-batuk.


Melihat suntikan yang di pegang dokter untuk di berikan kepada suaminya membuat Anjani tidak berani melihatnya.


Bahkan Ia bersembunyi di belakang Erik yang sudah datang sejak tadi bersama dokter.


"Kenapa dia harus di suntik lagi Erik?"


masih mengalihkan pandangannya tidak berani menatap suaminya yang akan di suntik untuk yang kedua kalinya.


" Suntikan tadi untuk di bius sementara Nona!, sedangkan yang ini untuk penghilang rasa gatal dan bintik-bintik merah yang ada di seluruh tubuhnya setelah ia sadar nanti!"


"Aku benar-benar tidak tahu jika ia alergi kacang,aku yang menyuruhnya untuk memakan kue donat buatan ku!,aku buatkan khusus untuknya jadi aku menyuruhnya makan!,tapi ia tetap makan saja, dan bahkan ia tidak mengatakan apapun kalau ia alergi kacang!,ini semua salahku!,apa dia akan baik-baik saja?...hiks...hiks"


Sambil mengusap air matanya yang masih bersembunyi di balik punggung Erik.


Karena begitu besar rasa cinta Tuan Muda kepadamu Nona, hingga ia rela melakukan hal ini,


hanya demi Anda,


Apapun yang anda lakukan akan ia terima dengan senang hati, hingga ia lupa akan dirinya sendiri,apa inikah cinta?...


"Tenganlah Nona!, Tuan Muda akan baik-baik saja, sekitar lebih dari empat jam ia akan sembuh kembali dan normal seperti semula!, tenganlah!"


"Empat jam?, kenapa lama sekali!"


"Karena pengaruh obat Nona,ini juga demi kebaikannya?"


"Apa dia pernah seperti ini sebelumnya?"


bertanya sambil mengintip dokter yang sepertinya sudah selesai menangani suaminya.


"Pernah!, mungkin sekitar 7 tahun yang lalu!"


Erik yang terlihat beralih dan menghampiri Dokternya yang sudah selesai memeriksa Tuan mudanya itu.


kenapa lama sekali?, berarti kesalahan ini aku yang mengulanginya setelah 7 tahun yang lalu,

__ADS_1


kenapa dia tidak bilang kalau dia itu alergi kacang, kenapa diam saja?,


Kenapa ia sembunyikan ini?


Merasa begitu sedih menatap suaminya yang terbaring di atas ranjang dan duduk di sampingnya untuk melihat keadaannya.


Erik dan dokter sedang berbicara tentang kondisi Tuan mudanya yang sekarang,


lalu dokter memberikan selembar kertas berisi resep obat untuk penyembuhan maksimal Tuan mudanya nanti.


Setelah selesai menangani Tuan Muda Dokter langsung pergi meninggalkan Apartemen ini karena masih ada urusan yang lainnya.


Kebetulan dokter ini adalah dokter langganan yang selalu menangani Tuan muda sejak dulu!,jadi ia tidak perlu di ragukan lagi dalam penanganan medisnya untuk menyembuhkan Tuan Muda.


"Apa yang dokter katakan Erik?, Devino baik-baik saja kan?"


"Tenang saja Nona, Tuan Muda baik-baik saja,aku akan segera mengambil resep obat ke apotik, agar Tuan Muda cepat sembuh dan kembali normal dengan maksimal!"


"Tunggu Erik!"Menghentikan langkah Erik yang akan meninggalkan kamar untuk pergi ke apotik.


"Jelaskan kepadaku!,apa maksudmu kunci mobilnya tidak akan pernah ketemu lagi?,aku penasaran dengan kata itu!,dan kau akan pergi ke apotik dengan apa?,jika kunci mobilnya tidak ketemu lagi?"


Sudah kuduga,Nona muda akan menanyakan hal ini kepadaku,


Erik langsung kembali menghampiri Nona mudanya dan berniat untuk menjelaskannya.


Mungkin inilah saatnya yang tepat untuk memberitahu yang sebenarnya kepada Anjani.


"Tuan Muda tidak memiliki mobil lagi Nona!, mobilnya sudah di jual sejak lama!, sedangkan yang di pakai saat ini adalah mobilku,jadi aku membawanya pergi siang tadi, makanya aku tidak menjawab pertanyaan Nona dan terdiam begitu saja ketika Nona muda menanyakan tentang kunci mobil"


"Apa?,di jual?,tapi kenapa Erik?, kenapa mobilnya di jual?"


Anjani merasa kaget dan tidak mengerti apa-apa soal ini.


"Apa lagi jika bukan karena Anda Nona!, karena anda lah alasannya ia melakukan ini, segala apa pun akan ia lakukan demi Anda!,demi cintanya kepada Anda!, karena ia ingin hidup bersama Anda, beginilah Tuan Muda,ia rela menjual mobilnya hanya untuk mendirikan toko baru buat Anda!"


"Apah?..."Ke-dua mata Anjani langsung membulat sempurna,mendengar perkataan Erik yang begitu serius mengatakannya membuatnya berkaca-kaca kembali.


"Tuan muda ingin memperbaiki ekonominya, agar bisa hidup bersama anda!"


"Sebenarnya Tuan muda menyuruhku untuk menyembunyikan hal ini!, karena ia tidak ingin membebani perasaan anda dengan rasa cintanya yang begitu besar,tapi apa dayaku Nona,aku hanya ingin Nona tahu, Tuan Muda sangat mencintai Anda!,ia rela meninggalkan segalanya demi Anda!,aku harap Nona tahu dan mengerti sekarang!,saya permisi...!"

__ADS_1


Erik langsung pergi meninggalkan ruangan begitu saja, sementara Anjani masih terdiam sambil menintikkan air mata menatap suaminya yang masih terpejam anteng.


Tidak di sangka begitu baiknya suaminya bagi Anjani,ia memang pernah melakukan hal yang begitu keji kepada dirinya,


yang telah merenggut dan menghancurkan hidupnya.


Tapi siapa sangka, ia lah lelaki yang telah mengisi dan membuat kehidupanya terasa indah dan sempurna,


perilakunya,lemah lembut nya dan tanggung jawabnya yang begitu gentleman hingga membuatnya menangis berderaian karena luluh dan sadar akan sikapnya selama ini.


"Kau melakukan ini?...,hiks...hiks..kau melakukan hal seperti ini lagi untukku..?, kenapa kau selalu membuatku merasa bersalah..?, kenapa kau begitu baik kepadaku?, bukankah aku adalah istri yang terburuk bagimu?"


"sikapku..., sikapku yang aku tunjukkan selama apa belum membuatmu benci juga?, aku ingin kau hidup seperti dulu lagi Devino!,aku tidak ingin melihatmu kesusahan seperti ini.., hiks... hiks, aku tidak ingin melihatmu begini Devino..."


Anjani tidak bisa menahan kuasa tangisannya.


Ia menatap suaminya lekat yang pingsan akibat pengaruh obat bius itu sambil menangis tersedu-sedu.


Menatap suaminya kembali, merasa begitu bersalah, sampai akhirnya tanganya gemetaran untuk mengusap kepala suaminya dengan lembut dan penuh perasaan.


"Aku tidak pernah menyangka kau akan sebaik ini kepadaku!,aku juga tidak pernah menyangka kalau kau mencintaiku seperti ini!,aku kira kau hanya terpaksa dan seutuhnya karena tanggung jawab!"


"Mungkin selama ini sikap ku membuat mu terluka,maaf... maafkan aku... maafkan aku Devino,aku minta maaf...aku benar-benar minta maaf...hiks...hiks..."


Memeluk suaminya yang masih terpejam itu di atas ranjang, Anjani masih menangis sambil memeluk erat suaminya.


Bangunlah!,aku mohon bangunlah!, katakan sesuatu kepadaku!, kalau kau benar-benar tidak papa...


jangan terus pingsan begini aku mohon,aku tidak bisa melihatmu begini,


Mantap suaminya lekat kembali,ia berharap agar suaminya segera sadar.


Bahkan air matanya masih terus mengalir dengan sendirinya tanpa henti.


Mengelus pipinya yang tampak memerah itu. Bintik-bintik merah itu pun juga masih terlihat begitu jelas di wajahnya, membuat Anjani semakin merasa bersalah dan begitu khawatir.


maafkan aku seharusnya aku tidak memberi mu donat itu,


aku salah, seharusnya aku menyadari saat sikapmu terdiam sejenak karena aku bilang kacang,


kau tidak papa kan, bangunlah!,aku mohon bangunlah!...,

__ADS_1


Menggenggam telapak tangan suaminya dengan lembut dan erat, lalu menempelkannya di pipinya berharap agar ia segera sadar dan berbicara kepadanya.


Seandainya kau sedang sadar Devino kau pasti akan sangat bahagia mendapatkan pelukan Anjani yang begitu tulus dari dalam hatinya, karena ia begitu berharap kau akan sadar dan mengatakan semuanya nanti.


__ADS_2