My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Daniel dan Anjani


__ADS_3

Devino sedang membersihkan dirinya di kamar mandi.


Sementara hari sudah semakin malam, tentunya Tita sudah selesai akan pekerjaannya.


Tenggorokan terasa haus sekali, perut juga terasa lapar, rasanya Anjani ingin sekali ngemil atau makan makanan yang manis-manis di malam hari.


"Aku lapar...?"Menggigit bibirnya kelu, lalu keluar dari kamarnya menuju ke ruangan makan untuk mengambil jus dan cemilan yang ada di dalam kulkas.


Yah....ada Daniel lagi,aku mau balik ke kamar tapi dia sudah melihatku terlebih dahulu...


Tak sengaja juga ia bertemu pandangan dengan Daniel yang sedang mengambil jus dan memegang satu gelas es cream yang ada di tangan itu.


Sambil tersenyum tipis melihat kakak iparnya yang berjalan menghampirinya.


"Apa yang kau inginkan...?"Bertanya lembut, sambil menuang jus yang ada di teko ke dalam gelas yang di pegangnya itu.


"Tidak!,aku hanya ingin minum..!"Anjani semakin mendekat ke arah pintu kulkas.


Namun tangan Daniel sengaja menghalanginya tiba-tiba dan mencoba menahan langkahnya di depan pintu kulkas.


"Bilang saja..!, akan aku ambilkan!"menatap Anjani lekat, membuat yang di tatap semakin merasa risih dan bingung jadinya.


"Aku rasa tidak perlu Daniel!,aku bisa mengambilnya sendiri...!"masih berbicara lembut selayaknya kakak ipar.


"mumpung aku sedang baik!, katakan saja..., akan aku ambilkan...!"menyerkit menatap Anjani.


Apaan sih dia ini...,gak jelas,


kenapa dia bersikap seperti ini sekarang,


"Aku rasa tidak jadi, silahkan saja Daniel, lanjutkan aktifitas mu...!"Anjani merasa kesal,lalu mencoba meninggalkan tempat itu.


Sial,dia pikir bisa pergi begitu saja hah...


"Oohh, mentang-mentang kau sudah mendapat restu dari Papah... jadi kau bersikap seenaknya sekarang!"Dengan lancangnya Daniel menahan tangan Anjani dan menghalangi kepergiannya.


Sontak Anjani langsung mengibaskan tangan itu.


"Apa yang kau lakukan Daniel?"


"haha...kenapa kau terlihat tegang sekali?, bahkan aku tidak berbuat apapun kepadamu...!"semakin menyerkit terseyum senang menatap Kecantikan kakak iparnya yang semakin terpancar di setiap harinya.


"Aku tahu kau tidak tulus menerima kehadiranku di sini,aku bisa melihat dari tatapan mu dan sikapmu ini...!"menatap tajam Daniel, seolah-olah ia sedang memberikan gertakan kepada adik iparnya agar segera menyingkir dari hadapannya.


"haha... semestinya kau lebih tahu arti dari tatapanku ini..,aku bukan hanya tidak tulus menerima kehadiran mu saja di sini, tapi benci dengan kehadiran mu di samping kakakku karena aku tidak rela, kau paham..!"


Anjani tidak mengerti apa maksud perkataannya itu,ia masih merasa bingung dengan kata-katanya yang begitu menyudutkannya.


"Dan... satu lagi!,aku tidak akan diam saja atas ketidakadilan ini, apalagi demi dirimu...,kau mengerti...!"Menatap lekat kakak iparnya yang tampak semakin tegang.


"Dan ngomong-ngomong kau cantik sekali malam ini...!"Terseyum sinis menatap Anjani yang semakin menyengkrut kan dahinya karena merasa di permainkan.


Apa dia tidak waras,


"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan Daniel?"


"Haha...tentu saja aku sadar,selamat malam Nona cantik!, selamat bermain-main denganku nanti...!"Langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan terseyum senang karena telah berhasil membuat kakak iparnya itu tegang dan terbengong bingung mengartikan semua perkataanya.


Aku tidak mengerti apa maksudnya, bermain-main dia bilang...,apa maksud Daniel..


******

__ADS_1


Waktunya makan malam.


Sekarang semua orang sudah duduk di tempat duduknya masing-masing.


Makanan terlihat sangat banyak dan tertata rapi di atas meja makan.


Semerbak aroma kelezatan pun tercium di seluruh penjuru ruangan ini.


Membuat lidah ini menari-nari dan perut terasa keroncongan.


"Bagaimana perkembangan janin yang ada di kandungan mu Anjani?,kau sehat-sehat saja kan...?"


Tanya Tuan besar yang tiba-tiba dan memecahkan keheningan yang tercipta di ruangan ini.


"Ee'...aku sehat-sehat saja Pah, besok lusa baru cek up ke dokter, jadi besok lusa baru tahu bagaimana perkembangannya...!"Bingung, Anjani harus menjawab apa.


Yang jelas ia hanya ingin mencari ketenangan dirinya saat ini sambil tersenyum kecil.


Terlebih melihat pandangan Daniel yang tampak suram dan terlihat menyudutkannya kembali membuatnya semakin tidak nyaman di ruangan ini.


"Iya sudah...,jaga dirimu dan kandungan mu baik-baik Anjani,Papah akan selalu mendo'akan mu agar selalu sehat yah..!"


"Aammmin Pah, makasih...!"Anjani tersenyum kecil sejak tadi, namun ketika ia bertemu pandangan dengan Daniel membuatnya terdiam seketika.


Kenapa tatapan seperti itu yang selalu ia tunjukkan kepadaku...,


Kenapa si... dia selalu menatapku terus..


Sementara Daniel masih menyerkit, menatap Anjani sambil tersenyum tipis yang tampak tegang menatapnya kembali.


Manis sekali jika melihatnya begitu...,dia tampak semakin cantik saja di saat merasa tegang...


"Makasih Pah...!"Devino tampak tersenyum bahagia melihat perhatian ayahnya kepada istrinya yang tampak begitu tulus itu.


Papah perhatian sekali kepada Anjani sekarang,apa setelah ia mengetahui kehamilanku ia akan bersikap berlebihan begini juga kepadaku...


Emely masih terdiam datar di meja makan, namun sedikit rasa iri memang menyelimuti dirinya saat ini.


Cukup,


percakapan ini membuat ku panas..


Nyonya besar tampak memanas dan merasa kesal itu,namun ia mencoba untuk terseyum manis menatap suaminya yang sedang tersenyum menatap Anjani dan Devino.


"Pah..!,"Nyonya besar yang ingin sekali berbicara,namun tidak ia lanjutkan karena terlanjur melihat suaminya yang sudah berbicara kembali.


"Oh..iya, Papah ada hadiah untuk kalian...!"


Bahkan Nyonya besar yang akan berbicara dan membuka suara langsung tertunda karena tidak di dengarkan oleh suaminya itu.


Tumben.. Papah akan memberi hadiah kali ini, jangan bilang hadiah untuk Anjani,


Papah Juga harus segera tahu kalau Emely sedang hamil saat ini,


"Wah...ada hadiah untukku juga kan Pah?"


Diva yang tampak riang gembira dan antusias terlebih dahulu karena tidak sabar mengharapkan hadiah itu.


"Tentu saja sayang!, untukmu adalah yang utama..!"Tuan besar terseyum menatap putri bungsunya yang tampak gembira itu.


"Pah...,mamah juga mempunyai kabar baik hari ini, Emely telah hamil juga...!"merasa gregetan untuk segera berbicara dan memberitahu semua ini kepada seluruh anggota keluarganya.

__ADS_1


Emely hamil juga?...,


Syukurlah,aku senang mendengarnya,aku jadi tidak sendirian sekarang hamilnya..,


Anjani tampak senang mendengar kabar baik ini, seolah-olah akan ada teman sepermainan yang akan bermain dengan anaknya nanti.


Ya... walaupun kandungan mereka sedikit berbeda jauh tapi yang jelas kebaikan yang selalu di harapkan Anjani itu datang.


"Emely hamil juga...?"Tampak kaget, namun Tuan besar terseyum juga mendengar kabar ini.


"Iya Pah..,tadi siang Emely pusing dan mual-mual, jadi mamah suruh Daniel segera pulang dan panggil dokter kemari,tapi setelah dokter memeriksanya ternyata Emely sedang hamil...."


"Syukurlah...!,jaga dirimu dan kandungan mu baik-baik Emely, mintalah apapun pada Daniel jika kau membutuhkan sesuatu...!"


"Iya Pah! Emely pasti akan selalu menjaga diri dengan baik...!"


"Dan kau Daniel, berikan perhatian yang sepenuhnya kepada istrimu, perhatikan dia dengan baik..!"


"Iya Pah..!"menjawab datar seperti biasanya, karena ia juga masih merasa kesal dengan sikap ayahnya itu.


"Zen...!"Teriaknya datar, memanggil anak buahnya itu agar segera mendekatkan hadiah-hadiah yang sudah dipersiapkan olehnya sejak tadi.


Kemudian Zen segera datang dengan sebuah troli box yang berisi banyak barang itu disertai anak buahnya yang lain dari belakang.


"Bagikan sesuai aturan yang sudah saya sampaikan Zen..!"


"Baik Tuan!"


Zen segera mengambil beberapa tas belanjaan dan memberikannya kepada Diva terlebih dahulu.


"Ini Nona.. untuk Anda..!"


"Wah... makasih Pah"


"Ini untuk Nyonya besar..!"memberikan dua tentengan juga untuk Nyonya besar yang sedang menatap putri bungsunya yang gembira itu.


"Ini buat Anda Nona...!"Tak lupa dengan Emely menantunya.


"oh... terimakasih Pah...!"


"Huek...!"menggenggam erat tangan suaminya, Anjani tiba-tiba merasa mual,ia tak bisa menahan rasa mual-nya sejak tadi menghirup bau hidangan masakan udang di atas meja makan.


Membuat semua orang kembali terdiam menatapnya.


"Kamu mual...?"


Hanya bisa menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan suaminya dan mencoba pergi meninggalkan tempat begitu saja.


"Anjani...!"Teriak Dev sambil berjalan mengikutinya dari belakang.


Semua orang tampak terdiam di meja makan, memperhatikan keduanya yang sedang pergi meninggalkan ruangan itu.


"Baiklah, selebihnya taruh di kamar Anjani Zen..!"


"Baik Tuan!"


Masih banyak beberapa barang yang tersisa di dalam troli box itu, dan ternyata semuanya untuk Anjani.


Seperti baju-baju modern ibu hamil keluaran terbaru dan peralatan lainnya.


Lihat kan yang banyak untuk Anjani...

__ADS_1


"Papah sengaja beliin semua itu untuk Anjani..., dan untuk kamu Emely karena Papah baru tahu kau hamil,Papah akan belikan juga barang-barang seperti itu besok!"


"Iya Pah makasih...!"


__ADS_2