
Anjani segera membereskan peralatan makan yang masih berantakan di atas meja, dengan diam ia membereskannya.
Hanya satu pelayan yang berani mendekat ke arahnya, selainnya tidak ada lagi, mereka semua hanya menatap dari kejauhan dan mengumpat di belakang.
"Saya akan membantu Anda Nona!"
"Jangan!,dari pada kau yang terkena masalah nanti!"
Anjani melarang Tita yang sudah ikut mengangkat peralatan makan, bahkan ia berkata lembut sambil tersenyum.
"Saya siap menanggung resikonya Nona!"
"Aku mohon jangan membantuku!, taruhlah!,aku benar-benar tidak ingin kau terkena masalah!"
"Tapi Nona ini adalah tugas ku!,bukan tugas anda Nona!"
"Kau tidak dengar Mamah tadi!,ini adalah tugasku, tinggalkan saja, biarkan aku yang melakukannya!"
Tiba-tiba ketua Pelayan datang menghampiri keduanya dari arah belakang.
"Sepertinya... tidak ada yang mendengar apa perintah Nyonya besar tadi!, tidak boleh ada pelayan yang membantunya!,apa kau tidak dengar?"
berkata sinis sambil menatap Tita.
"Dengarkan baik-baik!, majikanku adalah Tuan Muda,jadi... aku tidak akan mendengarkan perintah siapapun kecuali Tuan Muda, sekalipun itu Nyonya Besar,kau paham!"
Jawab Tita sama tajamnya dengan pandangan sinis Ketua Pelayan kepadanya.
"Cih... pahlawan kesiangan!"Ketua Pelayan merasa geram dan kesal mendengar ucapan Tita yang ternyata ia pemberani.
"Dan kau!,tak usah mengikuti urusanku!, tidak ada hak dirimu untuk melawanku,satu lagi!...kau hanyalah seorang Ketua Pelayan bukan?, dan dia...dia adalah Nona, Menantu di keluarga ini!, jadi belajarlah untuk menghormatinya...!"
"Berani sekali kau berbicara seperti itu kepadaku?,apa kau pikir dia itu dianggap sebagai menantu disini hah?..."
"Nona muda tak butuh pengakuan dari keluarga ini!,rasa cinta dan kasih sayang Tuan Muda itu saja sudah cukup baginya!,memang kau siapa?,ketua pelayan kan?,kau memang pimpinan para pelayan disini, tapi maaf...!,kau tak ada hak untuk menjadi pemimpin ku!, mengerti!"
Tita aku mohon hentikan, sudahlah Jangan urusi dia...
"Tutup mulutmu!, memang kau siapa hah?"
Ketua Pelayan yang merasa kesal dan akan menampar mulut Tita, namun Tita dengan sigap menahan tangannya yang akan menamparnya itu.
"Jangan berani menamparku!,aku pastikan kau akan di pecat besok!,aku memang seorang pelayan, tapi bukan pelayan sembarangan!, pergilah sekarang!"
mengibaskan tangan Ketua Pelayan dengan kesal.
Berani sekali dia bersikap seperti itu kepadaku, awas saja...
tunggu saja pembalasanku...
Ketua Pelayan dengan sangat kesal meninggalkan ruangan makan,ia merasa begitu dendam dengan Tita.
Gila...,aku benar-benar tidak menyangka Tita ternyata seberani itu kepada Ketua Pelayan..
Anjani hanya bisa terdiam melihat ke-duanya ribut tadi, tapi Tita benar-benar bersikeras untuk tetap membantu Nona mudanya
"Tita apa yang kau lakukan?"
"jangan memikirkan ku Nona!, tidak akan terjadi apapun pada diriku,dan Nona tenang saja, tidak akan terjadi apapun pada Nona nantinya!"
"Aku tidak sedang memikirkan ku!,aku hanya memikirkan mu Tita!"
__ADS_1
"Nona tenang saja!,tak usah memikirkan diriku!,aku bisa mengahadapi mereka!.."
Ia terus membantu Nona mudanya membereskan peralatan makan, tanpa memikirkan dirinya sendiri.
Aku harap batalkan semua acara mu Tuan Muda,
pulanglah!,
sepenting apapun itu, pulanglah..
aku tidak tega melihat istri Anda yang terus disakiti seperti ini,
Batin Tita,Ia ikut merasa sedih sambil masuk ke ruangan dapur untuk mencuci piring dan membantu Nona mudanya beres-beres.
Ketua Pelayan sedang menghadap Nyonya besar di dalam kamarnya.
"Berani sekali dia melakukan ini!,dia benar-benar tidak menuruti perintahku!''
"Dia juga menyangkal seluruh perkataanku Nyonya!,dia tidak takut sama sekali akan ancaman dan hukum yang akan anda berikan nantinya!, bahkan dia berbicara walaupun ini ada perintah Nyonya sekalipun,dia tidak akan melakukannya!, dia akan tetap menyangkal kecuali perintah Tuan Muda, begitu katanya!"
"Bedebah!, berani sekali dia berbicara seperti itu!, biarkan saja apa yang ia lakukan sekarang!,aku yang akan menghukumnya nanti!"
Rasakan kau Tita,aku harap kau yang akan di pecat hari ini..
Senyuman penuh dengan kemenangan terlihat jelas di wajah Ketua Pelayan, sambil keluar meninggalkan kamar Nyonya Besar.
Sudah hampir satu jam berlalu, akhirnya tugas yang mereka kerjakan selesai juga, mungkin jika Tita tidak membantunya kali ini,bisa saja Anjani pingsan karena terlalu lelah.
"Sudah Nona!, Cukup Nona di luar, sebaiknya kita kembali ke kamar!"
menuntun Nona mudanya menuju ke kamar Tuan Muda.
Melihat keringat yang melumuri bagian kening dan pelipis Nona mudanya membuatnya tidak enak hati.
Anjani terdiam sambil menitikkan air matanya.
"kenapa Nona menangis?"Tanya Tita sambil mengusap keringat Nona mudanya dengan tisu.
"Terimakasih!,kau telah menemaniku disini!,aku benar-benar tidak tahu apa jadinya aku jika tidak ada dirimu Tita...!"
"Nona kelelahan?"
"Tidak!, tenang saja!, pekerjaan seperti ini sudah biasa aku lakukan!"
Menggelengkan kepalanya sambil mengusap air matanya.
"Maafkan saya Nona!, saya tidak bisa melindungi Anda sepenuhnya!, seharusnya anda tidak melakukan pekerjaan ini tadi!"
mengusap air mata nona mudanya dengan tisu lagi
"pekerjaan ini tidak berat!,aku sudah terbiasa melakukan hal ini,tapi yang berat untukku adalah menjadi menantu di keluarga ini,aku benar-benar tidak ingin hidup seperti ini!"
Sudah berusaha sekuat mungkin untuk menahan tangisnya, namun Anjani tetap saja tidak bisa menahan air matanya yang mengalir dengan sendirinya.
Dengarlah Tuan Muda,
aku mohon pulanglah...
Batin Tita yang benar-benar ikut merasa sedih melihat Nona mudanya yang menangis.
"Minumlah Nona!,anda belum minum sejak tadi!"Segera mengambil segelas air putih dan menyodorkannya kepada Anjani.
__ADS_1
"Terimakasih!"Anjani langsung meminum air putih itu hingga habis.
"Ulurkan tanganmu Nona!"
"untuk?"
"Ulurkan saja!"
Anjani segera mengulurkan tangannya ke arah Tita.
"Anda pasti merasa lelah!"Meraih tangan Nona mudanya untuk memijatnya perlahan.
"apa yang kau lakukan Tita,ini tidak perlu!"Anjani merasa tidak enak sendiri.
"Tidak papa Nona!,ini sudah tugasku!"
"Ku begitu pemberani Tita!,aku tidak menyangka kau benar-benar se-pemberani itu?"
"Aku memang merasa rendah Nona!,tapi bukan berarti aku akan membiarkan orang-orang seenaknya merendahkan ku!, selama aku benar!"
Keduanya saling tersenyum,kehadiran Tita benar-benar membuat hati Anjani sangat tenang.
"Kau tahu kemana Tuan Muda?"tanya Anjani penasaran.
"Kau merindukannya Nona?"
Ayo bilang saja Nona,aku benar-benar ingin mendengarnya jika kau menantikan kepulangan Tuan Muda,ini akan membuatku merasa senang terlebih lagi Tuan Muda,
"Aku hanya ingin tahu saja kemana ia pergi!"
"Tuan Muda ada meeting mendadak di luar kota!,ia juga ada pertemuan dengan klien lamanya, jadi ia terpaksa pergi perjalanan jauh, mungkin akan pulang besok atau lusa!"
"Oh... gitu,iya sudah aku hanya ingin tahu saja!, kenapa dia tidak mengabariku!"
Tuan Muda apa kau sangat sibuk,
sebenarnya apa yang sedang anda lakukan di luar sana,
pulanglah!,aku mohon pulanglah!, demi istrimu..
Tita terus berdo'a karena dia benar-benar merasa tidak tega melihat Nona mudanya yang terdiam begitu lesu.
****
Di dalam sebuah ruangan,Devino sedang melaksanakan rapat koordinasi bersama rekan-rekan kerjanya.
Erik tampak menunggu di luar ruangan.
Sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang begitu serius dan tidak bisa di tunda.
Waktu terus bergulir begitu cepat, hingga sampailah waktu istirahat pukul 12 siang.
Setelah kelar dengan urusan kerjanya, Devino segera keluar dari ruangan itu dan menghampiri Erik yang masih terdiam duduk menatap ponsel.
"Ayo kita kembali ke hotel dan istirahat!"
"Baiklah!"
Erik berjalan mengikuti langkah Majikanya dari belakang menunju ke parkiran.
Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke hotel untuk beristirahat,
__ADS_1
setelah itu jadwal nanti sore adalah bertemu dengan klien lamanya.