
"Aku rasa aku harus berhenti mengejar-ngejar pekerjaan di bidang perkantoran Erik!,aku harus berganti profesi kali ini!"
"Berganti profesi?, profesi seperti apa Tuan Muda?"Erik fokus menyetir, sambil mengerutkan dahinya mendengarkan perkataan Tuan Muda.
"Aku sudah mencari pekerjaan!,dan untung saja aku menemukannya dengan cepat!"
Sambil fokus memainkannya iPad-nya.
"Wah... benarkah?, syukurlah Tuan Muda,aku sangat senang mendengarnya!,apa anda akan berangkat kerja hari ini juga?"
"Iya tentu saja, kita berangkat kesana sekarang!, mulai hari ini aku sudah berkerja!"
Tuan Muda yang terlihat bersemangat hari ini membuat Erik merasa begitu senang,ia juga tidak sabar untuk sampai di tempat kerja Majikanya yang baru.
Mobil mengarah dan terparkir di sebuah restoran, sesuai arahan dan perkataan Tuan Mudanya,
membuat Erik bingung,
karena ia rasa ia baru saja sarapan pagi dengan Tuan Mudanya tadi.
"Kenapa kita ke sini Tuan Muda?"Erik bertanya dengan bingung sambal menggarukan kepalanya.
"Ini tempat kerjaku yang sekarang Erik!, mungkin aku harus mengambil jalan ini saja!"
"Hah...?,anda akan berkerja di restoran Tuan Muda?,apa anda jadi manager disini?,ini kan bukan tempat yang..."
"Hust...Diam!,aku memang tidak berpengalaman dalam pekerjaan seperti ini!,tapi aku yakin aku bisa!"
Merasa percaya diri dan terlihat begitu semangat.
Perasaan dari rumah pakainya baju seorang CEO,tapi kenapa jadi nyasar kemari si..
"Aku harus berganti baju biasa!, karena aku akan mulai berkerja sekarang!"
mengambil baju ganti yang ia bawa dan mengganti pakaiannya di dalam mobil.
"Anda yakin akan bekerja disini Tuan Muda?"
Erik merasa tidak rela dan tidak yakin melihat Tuan mudanya yang seperti ini sekarang.
"Tak usah banyak bertanya Erik!, seharusnya kau mendukungku sekarang!"
"Maaf Tuan Muda!,Baiklah.... saya pasti akan mendukung Anda sepenuhnya!"Erik yang ikut turun dari mobil.
"kenapa kau turun?, kau disini saja!, cukup melihatku dari kejauhan!"
Menggantikan langkah Erik yang akan mengikutinya.
"Anda jadi apa disini Tuan Muda?,aku mohon jangan membuatku merasa sedih!"
"Tenanglah!, kesuksesan butuh kesengsaraan Erik!, Tapi satu hal!, jangan beri tahu Anjani tentang apa-apa soal ini, karena yang ia tahu aku masih kerja di kantor!"
"Baiklah Tuan Muda!, selamat bekerja!, semoga hari Anda menyenangkan!"
Merasa tidak tega melihat Tuan muda yang berjalan ke arah restoran itu, Erik begitu kecewa dengan keadaan ini sekaligus merasa kasian kepadanya.
Tuan Muda tidak pantas bekerja di tempat seperti ini,
lalu bagaimana ia bekerja nanti?, sedangkan keahliannya dalam bidang perkantoran bukan bidang penjualan restoran seperti ini..
Erik merasa gelisah sendiri karena ia tidak tahan melihat semua ini,
Ia bahkan segera turun dari mobil diam-diam dan mengikutinya masuk ke dalam restoran.
Apa Tuan Muda jadi kasir?,atau jadi menager,apa pekerjaan yang pantas untuknya di tempat seperti ini?
Bertanya-tanya sendiri, seolah-olah ini adalah mimpi baginya.
Memantau dari kejauhan Tuan mudanya yang sedang berbicara dengan seseorang yang terlihat memakai kemeja, mungkin ia adalah pemilik restoran ini.
__ADS_1
Aku benar-benar merasa bingung apa rencana Tuan Muda sehingga ia mengambil alih untuk bekerja di tempat restoran seperti ini...
Kenapa ia tidak mendirikan restoran saja...
Begitu kagetnya Erik!, melihat Tuan Muda yang memakai clemek dan mengikatnya di pinggangnya,ia tampak mengambil nampan yang ada di meja.
"Cih... apa-apaan ini!,aku benar-benar tidak terima jika Tuan Muda menjadi seorang pelayan di sini!
Erik merasa begitu kesal dan masuk ke dalam restoran begitu saja untuk duduk di salah satu meja makan para tamu restoran.
Ia sedang memantau Tuan mudanya dari dekat,ia juga merasa tidak rela melihat Tuan muda yang tiba-tiba menjadi seorang pelayan seperti ini.
Tuan Muda terlihat mulai bekerja dan membawa sebuah nampan ke salah satu meja pengunjung yang di sini dengan minum pesanan mereka.
Tuan Muda benar-benar melakukan ini,
aku benar-benar tidak tahan melihatnya,
Dengan hati-hati Devino membawa nampan itu ke arah pengunjung dan menaruh minuman itu ke meja makan dengan hati-hati juga.
Tatapan para wanita yang memesan minuman itu terlihat tidak berkedip melihat ketampanan Tuan Devino.
"Tunggu!"
menghentikan langkah Devino yang akan pergi meninggalkan meja tamu dan menengok sejenak
"Kau pekerja baru disini?,aku merasa aku baru melihatmu disini?"
Devino hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum menjawab pertanyaan mereka.
Dia tampan sekali,aku bahkan baru melihat seorang waiter setampan dirinya...,
Sepertinya ia dingin juga,
menarik...
Wanita itu tak ada hentinya menatap Tuan muda yang berjalan memasuki ke arah dapur restoran.
Kenapa Tuan Muda berkerja menjadi seperti ini?
Apa dia sudah tidak waras...
Masih memperhatikan Tuan mudanya yang terus bekerja itu.
"Brakkk... cetarr...!"
Tuan Muda,
Erik marasa begitu kaget melihat Tuan Muda yang tersandung dan menumpahkan minuman itu, bahkan gelas itu sampai pecah kemana-kemana.
Semua orang menatap ke arah kejadian ini,
Tak sengaja Tuan Muda tersandung dan menjatuhkan gelas yang berisi meminum itu, membuat semua orang kaget dan menatapnya.
Ow... ternyata pekerjaan ini tidak semudah yang aku bayangkan,
"Maaf untuk semua orang yang ada di sini ia orang baru!, jadi harap semuanya maklum!"
Manager restoran yang segera datang dan memberikan penenangan untuk para tamu yang terlihat tercengang.
Tidak... tidak ..
Melihat Tuan muda yang tertunduk dan akan membereskan pecah itu membuat Erik tidak tega.
"Tidak Tuan Muda!,apa yang anda lakukan?"menghampirinya dan ikut menunduk membuat semua orang memperhatikannya.
Tuan Muda?
Manager mengerutkan dahinya mendengar perkataan Erik tadi.
__ADS_1
"Erik kenapa kau kemari?, bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu di luar!"
"Tidak Tuan Muda!,ini bukan pekerjaan anda!"berusaha untuk membantunya dari kecelakaan ini.
"Cukup!,ikuti aku!"
Menyuruh Erik untuk segera mengikutinya meninggalkan restoran yang terlihat rame itu.
"Tapi Tuan Muda!"
Mereka berdua sedikit menjauh dari orang-orang restoran, termasuk menjauh dari Manager restoran yang masih berdiri memperhatikan keduanya.
"Cukup!, kau jangan mengikutiku! kembalilah ke mobil!, jangan membuat orang-orang curiga akan diriku Erik!"
"Ta..tapi Tuan Muda!, pekerjaan ini..."
"Tenanglah!, aku sedang berusaha untuk bangkit!, semuanya harus di lakukan dengan awal kesengsaraan Erik,ini semua demi kuliah Anjani!,aku memang masih memiliki tabungan di bank, tapi setidaknya aku bukan pengangguran saat ini...,dan ini juga bisa membantuku untuk membayar kuliah Anjani!, pergilah!, kita bahas semuanya nanti!"
"Tapi Tuan Muda, kenapa anda tidak mendirikan restoran saja?"
"Bukankah aku sudah bilang semua harus di mulai dari awal,ini adalah tahap belajarku untuk memulai usaha Erik!"
"semua butuh belajar dari awal,Aku memang mampu mendirikan restoran sendiri!,tapi semuanya butuh strategi kan, agar restorannya berjalan!"
"Tapi setidaknya anda jangan menjadi pelayan Tuan Muda!"
"Hust... diam!, jika mau sukses jangan gengsi Erik!, kau mengerti!keluar sekarang!, tunggu saja aku di mobil!"
Menyuruh Erik untuk keluar dari restoran agar ia tidak mencampuri urusannya.
Tuan Muda benar-benar hebat,
aku tidak tahu lagi harus berkata apa,
Ia bahkan rela mengambil jalan serendah ini sekarang dari dirinya yang seorang CEO dulu,
kan gajinya pasti sedikit...
*****
Hari ini adalah hari dimana Anjani akan memulai kuliahnya seperti biasa
Aktifitas yang lama dan terbiasa ini sudah biasa ia lakukan tentunya,
namun hal ini terasa baru baginya, karena ia sudah tidak lagi perawan melainkan seorang istri yang sedang berkuliah kembali.
"Kau ikutlah denganku!,aku yang akan mengantarmu hari ini!"
Suaminya yang sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja juga.
"Oh... baiklah!,kau pulang telat tadi malam?,apa di kantor terlalu sibuk?"
Anjani yang merasa ketiduran lagi tadi malam.
"Iyah karena aku sibuk dengan urusan kerja ku!"
Padahal Tuan Muda kerja lembur, jadi ia pulang malam malam tadi,
"oh.. begitu!,iya sudah
ayo berangkat!"
Anjani yang sudah siap dan selesai berbadan.
Mereka langsung berangkat ke kampus terlebih dahulu untuk mengantar Anjani, biasanya Anjani ke kampus dengan motor miliknya.
Tapi kali ini berbeda, ia memakai mobil karena di antar oleh suaminya, membuat teman-temannya yang melihatnya dari kejauhan terbelalak dan bertanya-tanya tentang mobil mewah itu.
"Fokuslah kuliah!, Jangan bermain!,jika sudah selesai langsung pulang!, Jangan mampir-mampir kemanapun!"
__ADS_1
"Iyah aku tahu...!"Langsung turun dari dalam mobil,ia tampak begitu bahagia dan terseyum dan segera masuk ke dalam kampus itu.
Tuan Muda dan Erik langsung menuju ke tempat kerjanya yang baru itu,