
Aku bisa melihat kebahagiaan di wajah putraku saat ia bersama Anjani,
dan aku juga bisa melihat kesedihannya di saat ia bersama Anjani
Ternyata selama ini aku salah besar, harta tidak selalu bisa membahagiakan seseorang, namun karena cinta lah yang membuat kebahagiaan itu hadir..
Tuan besar terlihat berdiri mematung menghadap ke arah jendela,ia benar-benar merasa khawatir sendiri dengan keadaan menantunya Anjani, terlebih saat melihat wajah putranya yang begitu sedih dan gelisah membuatnya tidak enak sendiri.
Maafkan aku putraku, maafkan atas segala sikap egois Papah selama ini, hingga Papah tidak memikirkan perasaanmu..
Seharusnya aku sadar.., kekayaan kita sudah melimpah ruah,jadi kita tak perlu lagi untuk mencari kekayaan kembali,jika semua sudah kita miliki, lalu apa perlunya aku memperkaya diri,
kaya ataupun miskin itu tetaplah sama.., sama-sama di takdir kan dari yang maha kuasa,dan semua hanya sementara,dan kenapa dengan bodohnya aku dibutakan karena kasta dan sudah berani menyakiti hati putra dan menantuku sendiri...
Tuan besar tampak termenung ia semakin sadar akan segala sikapnya yang keterlaluan selama ini pada keduanya.
"Huek...huek..."Emely terus merasa mual dan enek.
"Kamu kenapa sayang?,apa yang terjadi?,kau baik-baik saja kan?"
Daniel juga merasa panik sambil memijat-mijat leher istrinya lembut.
"Gak tahu..., tiba-tiba aku merasa enek sekali saat menghirup parfum dokter itu,ini benar-benar terasa di tenggorakan..!"
"Apa kau salah makan?"sambil mengusap lembut kelapa istrinya
"Ga tahu...,aku agak enek si yang!"
"Emely kamu kenapa sayang..?"Nyonya besar yang sudah menerobos masuk ke dalam kamar begitu saja.
"Aku gak papa mah!, hanya merasa enek dikit.., Huek... huek!"
Apa dia hamil,aku harap dia sedang mengidam..
"Tunggu sebentar! Mamah panggilkan dokter agar memeriksa mu juga yah...!"
Nyonya besar terburu-buru keluar dari kamar untuk segera menemui dokter yang terlihat berjalan pergi meninggalkan ruangan keluarga.
"Dok.. Dok...Dok..., Tunggu Dok!, tolong periksa menantuku juga,dia mual-mual dan gak enak badan!"
"Baiklah!...!"
Langsung mengikuti langkah Nyonya besar yang berjalan ke arah kamar Daniel.
Dokter pun segera memeriksanya dengan detail sama halnya dengan Anjani tadi.
"Bagaimana Dok?,apa menantuku sedang hamil?"Dengan PD-nya Nyonya besar bertanya tentang ini kepada Dokter.
"Tunggu sebentar Nyonya!,saya akan memeriksanya kembali..!"
__ADS_1
Dokter merasa ragu dengan pemeriksaanya sendiri, kemudian ia mencoba mengecek ulang apakah pemeriksaannya ini salah atau tidak.
"Sepertinya Nona muda tidak sedang hamil!,Apa anda mempunyai penyakit Mag Nona?"
Emely menganggukkan kepalanya,ia memang mempunyai riwayat sakit mag.
"Sepertinya Anda telat makan hari ini dan membuat anda mual juga kali ini, benarkan Nona..?"
"Iya sih!,aku dari pagi belum makan nasi hanya ngemil saja,aku rasa perutku juga agak enek Dok...!"
"Lain kali jaga kesehatan Nona!,ini obat untuk Anda minum,lekas sembuh yah, jangan sampai telat makan lagi...!"
"Dok!,kau yakin?, kau tidak salah memeriksanya kan..?,Menantuku benar-benar tidak hamil?"
Nyonya besar yang terlihat bermuka masam dan belum yakin dengan pemeriksaan dokter,ia terlihat begitu kecewa mendengar perkataan Dokter yang tidak sesuai harapannya.
"Mungkin sejak tadi Nona sudah merasa enek Nyonya!, makanya ia mual saat menghirup parfum saya yang terlalu wangi!,.. permisi!"
Cih menyebalkan sekali ini dokter..
"Oh... Iyah Nyonya tenanglah!, Seharusnya anda senang karena Nona Anjani lah yang sedang hamil, dia juga menantu anda kan?, jadi salah satu menantu Anda sedang hamil maka bersyukurlah Nyonya..,!"
"Apa?, Anjani hamil....?"Nyonya besar terbelalak,ia sedikit tidak suka mendengarkan kabar baik ini.
Kenapa ia terlihat tidak suka, bukankah ia mengharapkan tentang kehamilan mantunya tadi...
"Anjani hamil?"Emely pun kaget.
Daniel hanya terdiam menatap kepergian dokter dari ruangan kamarnya.
"Iyah sudah.., Anda sudah selesai kan Dok?, pergilah..!"
Dokter mengganggu kepalanya dengan sopan dan segera pergi meninggalkan ruangan ini.
"Kau juga harus segera hamil Emely!, minta pada suamimu..!, Mamah ingin mendengar kabar baik ini secepatnya...!"
Dengan nada kecewanya Nyonya besar keluar dari ruangan kamar.
"Daniel aku ingin segera hamil juga...!"pinta Emely
"Ah.. terserah kau saja,aku akan menyelesaikan pekerjaanku yang belum kelar!, jangan membuatku pusing karena menuruti perkataan mamah!"
Merasa kesal lalu menghadap ke arah leptopnya kembali untuk bekerja malam.
*****
"Anjani kau sudah sadar!,Bagaimana keadaanmu..?"Tanya Tuan besar yang sudah memasuki ruangan kamar kembali.
"Anjani baik-baik saja Pah!,ia sedang hamil makanya ia tidak enak badan dan lemas..!"
__ADS_1
"Hamil....?"Terbelalak, wajah Tuan Besar tampak terharu dan bahagia.
"Iya Pah..."suara lembut Anjani sambil tersenyum menatap mertuanya.
"Papah sangat senang!, akhirnya Papah akan segera mempunyai cucu juga...!"Matanya berbinar dan berkaca-kaca,ia terlihat seperti mau menangis karena bahagia.
"Jaga kesehatanmu Anjani..!"mengelus kepala menantunya sesekali.
"Jaga baik-baik istrimu Devino!,dia sedang mengandung!, butuh perhatian khusus dan penuh dari dirimu!,dan jangan sampai ia kecapean apa lagi terjadi apa-apa padanya!"
"Iyah Pah...!"
"Sebaiknya untuk sementara waktu kalian berdua tinggallah di sini terlebih dahulu, jangan mengurus toko roti!, Anjani sedang hamil kan,dia butuh istirahat, lagian kasian jika harus bolak-balik menuruni dan menaiki apartemen!!"
"Tapi Pah...!"Devino yang merasa ragu untuk menjawab soal ini.
"Papah hanya ingin kalian tinggal di sini sementara saja!, Papah hanya merindukan kalian!,aku harap kalian berdua tinggal di sini walaupun hanya sebentar!, kalau begitu...Papah tinggal dulu!, mau menyelesaikan urusan Papah!"
Keduanya terdiam bertatapan satu sama lain, mendengar perkataan Tuan Basar yang begitu tulus dan lembut membuat keduanya bimbang, terlebih perkataanya yang terlihat memohon.
"Papah ingin kita tinggal di sini sementara Anjani!, bagaimana denganmu...?"
Devino menjadi tidak enak sendiri sekarang, karena ia tahu istrinya tidak ingin tinggal di rumah keluarganya karena ia masih merasa trauma.
"Apa dayaku sayang..!"Mengelus pipi suaminya sambil tersenyum manis.
"ini kemauan Papah...!,tapi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku sendirian di dalam rumah ini,aku tidak berani disini.....!"Anjani yang masih merasa trauma dan takut.
"Aku tidak akan meninggalkanmu Anjani!,aku akan selalu bersamamu...!percayalah!"Menyakinkan istrinya dan memeluknya erat.
"Aku juga akan panggilkan Tita dan Erik kemari untuk menjagamu Sayang...!"
"Iyah,aku kesepian jika tidak ada mereka berdua sayang!"
"Baiklah, besok mereka berdua akan kesini yah...!"membelai kepala Istrinya dengan lembut dan memeluknya erat karena sedang merasa begitu bahagia.
Termenung di dalam ruangan kerjanya,Tuan besar tampak merasa sedih tiba-tiba.
Mendengar kabar istri Devino yang sudah hamil membuatnya merasa senang tapi sebagian, sedangkan sebagian hatinya sedang di selimuti rasa rindu dan teringat akan perjuangan istrinya dulu.
Ia mengingat kenangan indah saat bersama istri tercintanya, istri yang tidak pernah ia niat-i untuk menduakan-nya,
Namun takdir berkata lain, setelah kelahiran putranya dua hari, ia harus pergi dan meninggalkan dunia ini begitu cepat, kemudian semua inilah yang membuatnya menikah lagi.
Dulu Natara adalah sahabat dekat Diang ibu kandung Devino, kemudian ia mencoba untuk mengisi dan merebut hati Tuan besar dengan menggunakan Devino kecil,ia mencoba memberi kasih sayang dan begitu perhatian kepada Devino, membuat Tuan besar tertarik dan menikahinya demi seorang ibu untuk putranya yang malang itu.
Hal ini juga lah yang membuatnya takut jika ia melihat ibu hamil, terlebih anak-anak atupun menantunya nanti,karena ia trauma dan takut hal buruk terjadi apa bila ada yang meninggal setelah melahirkan.
Anjani harus mendapatkan perlakuan khusus, aku tidak ingin dia kenapa-kenapa ataupun terluka, terlebih ia sedang mengandung anak Devino, penerus perusahaan ku...
__ADS_1
Aku harus bisa menjaga menantu ku dengan baik nantinya, terlebih jika Devino akan mengurus perusahaanya kembali nanti,ia pasti akan sangat sibuk kembali ke kantor...
Rasa bersalahnya begitu menyelimutinya,ia benar-benar akan berusaha untuk menjaga Anjani sepenuhnya,ia akan menjaganya dan melindunginya untuk putra pertamanya Devino.