My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Terpesona


__ADS_3

Anjani masih terdiam menatap gaun cantik yang begitu menawan yang di berikan suaminya itu.


"Pakailah ini Anjani!,aku yakin kau yang akan paling cantik di pesta nanti...!'


"Kita tetap akan datang kesana?,aku takut mereka semua akan mengucilkan kita nanti..!"


Melihat istrinya yang terlihat lesu membuat Devino menghampirinya.


Mungkin Anjani merasa trauma untuk bertemu dengan keluarga Devino, bahkan mungkin sebenarnya ia sangat enggan jika harus bertemu dengan keluarga itu lagi.


"Kita harus datang sayang,aku tahu kau tidak ingin datang!,aku juga tidak ingin datang ke sana! tapi kita harus menyelamatkan toko kita, karena ancaman Papah selalu benar adanya!, bahkan ia bisa membeli satu gedung Apartemen ini dengan mudah hanya untuk menghancurkan toko roti kita, aku tidak ingin itu terjadi..!"


Membelai kepala istrinya lembut.


"Aku janji!,aku akan melindungi mu dan aku akan terus bersamamu disana!, Muach..."Mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Anjani menganggukkan kepalanya dan tersenyum menatap suaminya.


"Tidak akan aku biarkan seseorang menyentuhmu di sana...!"


Menyakinkan istrinya dan memberinya pelukan hangat untuk penenang.


*****


"Pakailah ini!,kita harus datang ke acara pesta bersama Nona dan Tuan Muda!"Sambil menyodorkan gaun untuk istrinya.


"kita juga harus bersama mereka terus!, terlebih acara ini adalah acara besar keluarga Bahara!, jadi kau harus terus berada di samping Nona...!"


Erik memberikan sebuah gaun cantik berwarna merah muda untuk Tita.


Sebenarnya ia tidak yakin dengan gaun merah mudanya yang ia berikan ini,ia juga tidak yakin jika Tita benar-benar mau memakinya.


Karena gayanya yang tomboy membuatnya tidak yakin.


"Ini sepatunya!, pakailah juga!"memberikan sebuah sepatu berhak tinggi yang sepadan dengan gaun yang di pegang Tita itu.


Tita terdiam menatap gaun yang amat sangat cantik itu, membuat Erik mengerutkan keningnya merasa ragu.


Cantik sekali gaun ini...,


tapi kenapa sepatunya tinggi sekali,


Aku tidak terbiasa memakai sepatu seperti itu, apa aku bisa berjalan dengan elegan nantinya...


"Kenapa?,apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?.."


"Tidak!"menggelengkan kepalanya dan masih berpikir bagaimana ia berpenampilan nanti.


"Kalau begitu pakailah sekarang!, Jangan lupa berdadan!, karena ini pesta pernikahan bukan pesta biasa!"


Aku juga tahu kali kalau aku harus berdadan..,


apa kau tidak menyukaiku karena aku terlalu berpenampilan polos hah?,


Baiklah....,


demi dirimu aku akan berubah!,aku juga bisa cantik seperti mereka...


"baiklah, aku mengerti!,aku akan segera memakinya sekarang!"


Melihat Erik yang malah duduk memainkan ponselnya membuatnya bingung dan mengerutkan dahi.


Apa ia harus berganti di hadapannya atau bagaimana?, begitulah pikir Tita sekarang ini.


Kenapa dia terus menyuruhku ganti pakaian, sedangkan dia masih di sini,apa dia tidak ingin keluar dulu sebentar,


Lalu bagaimana caranya aku mengusirnya dari sini...


"Apa kita sedang terburu-buru?"Tanya Tita lembut sambil menatap Erik, melihat penampilan Erik yang sudah rapi dan wangi dengan kemejanya itu mebuatnya bertanya seperti ini.

__ADS_1


"Iya tentu saja!, cepatlah ganti bajumu sekarang!"masih sibuk memainkan ponselnya,ia sedang duduk di bangku yang ada di kamar ini.


"Kau tetap disini?"


Bertanya pelan membuat Erik terasa samar mendengarnya.


"Hah...?"


"Aku akan ganti baju...!"


"Iyah sudah gantilah..!"menjawab santai,ia benar-benar tidak peka dan tatap sibuk mengetik layar ponselnya.


Ih...dia benar-benar menyuruhku untuk berganti pakaian di hadapannya apa,


"Baiklah..!"Dengan ragu sebenarnya, sambil membuka kancing bajunya di hadapan Erik yang tidak peka dan masih duduk sibuk memainkan ponselnya itu.


Jika Tita berganti pakaian gaunya itu di kamar mandi,maka pasti gaunnya itu akan kotor dan basah karena terlalu panjang.


Lagian kamar mandi itu juga terlalu sempit tidak sebesar kamar mandinya yang ada di rumah Erik, maupun di rumah Tuan Muda.


Melihat Tita yang sedang berusaha mencopot bajunya di hadapannya membuatnya terbelalak.


Terlebih ia sudah terlihat bagian bahunya yang putih mulus itu.


Gila dia sedang menggodaku,


"Apa yang kau lakukan?,kau akan berganti pakaian di hadapanku..?"


lihatlah!,aku yang salah kan sekarang...,


"Bukankah aku sudah bilang aku akan ganti baju tadi!,tapi kau terus saja disini..!"berkata pelan sambil menundukkan kepalanya merasa malu.


"oh maaf!, baiklah... aku akan keluar sekarang!"


Bodoh sekali aku ini, kenapa aku berpikiran dia akan ganti baju di kamar mandi, sedangkan ini itu di apartemen bukan di rumah...


Baru tersadar dengan perkataan Tita yang mencoba mengusirnya sejak tadi,lalu keluar dari ruangan kamar.


*****


Melihat penampilan istrinya yang bagitu cantik membuat Devino tidak berkedip maupun berhenti menatapnya.


Seakan dia sedang di hipnotis dengan kecantikan Anjani saat ini.


Begitulah lelaki,jika sudah jatuh cinta kepada seorang wanita, maka wanita itulah yang paling cantik di antara wanita manapun di matanya.


"Bagaimana?,apa penampilanku terlalu berlebihan atau terlalu jelek mungkin..?"


Huuh... merendah untuk meroket!,kau tampak cantik sekali Anjani.


Menatap suaminya yang terus memandanginya itu, membuatnya merasa malu dan grogi sendiri untuk mendekatinya.


Devino mendekat sambil tersenyum,lalu merangkulnya dari belakang dan menghadapkan-nya ke arah cermin.


"Lihatlah dirimu!,kau cantik sekali hari, membuatku tidak rela jika kau harus berpenampilan seperti ini di hadapan semua orang nanti...!"


"Apa si..ini terlalu berlebihan"Membuat Anjani terseyum malu, wajahnya begitu merona menatap wajah suaminya yang tersenyum merangkulnya dari belakang itu.


"Aku serius Anjani,kau cantik sekali hari ini...!"


"Aku.. tidak pernah merasa cantik, sebelum kau menatapku lama...!"


"hanya itu mau mu?, apa tatapanku kurang lama?"Menyekit,membalikan tubuh Anjani seketika dan memojokan-nya di kaca.


"Apa yang kau lakukan?,aku hanya bercanda.., lepaskan aku...!"Terseyum malu,menghindari tatapan suaminya yang benar-benar menatapnya lekat kali ini.


Anjani sudah berusaha menggeser tubuhnya perlahan menghindari gerakannya yang mendekatkan wajahnya itu.


Namun Devino tetap memojokan-nya dan semakin mempererat pelukannya, lalu mencoba berbicara lembut kepada istrinya.

__ADS_1


"Kau sangat cantik"menelusuri setiap lekuk wajah Anjani dengan jemari tangannya sambil menatapnya lekat.


Membuat Anjani mematung dan tidak bisa berkata-kata menjawab perkataan suaminya itu.


Jantung ini bergetar hebat dan berdebar-debar terasa ingin meledak dengan tingkah suaminya yang begitu lembut membelainya.


"Aku mencintaimu Anjani...!,aku benar-benar mencintai mu, muach..." memberikan kecupan hangat di bibirnya sesekali.


Anjani hanya terdiam merasakan ciuman yang begitu tulus dari suaminya itu.


Mungkin hubungan kalian masih sangat berjarak dan terasa kaku, tapi percayalah kekuatan cinta akan semakin mendekatkan kalian dan mempersatukan kalian suatu saat nanti.


Mereka semua sudah bersiap di ruangan utama untuk berangkat ke acara pesta pernikahan itu.


Hanya tersisa satu orang yang belum terlihat di ruangan ini.


"Dimana istrimu?, apa dia belum selesai berdadan?"Devino bertanya menatap Erik tanpa melepaskan genggamannya yang erat menggandeng tangan Anjani.


Terlihat keduanya sudah sangat cocok dan siap untuk berangkat sekarang juga kesana.


"Tunggu sebentar Tuan Muda,saya akan panggilkan Tita...!"


Kenapa dadan saja lama sekali,


seperti seorang putri saja...


Merasa geregetan dan langsung membuka pintu kamar begitu saja karena merasa kesal menunggunya terlalu lama.


Ia juga sudah membuat Tuan Muda dan Nona Mudanya itu menunggu,inilah yang membuat Erik merasa kesal sendiri dengan istrinya.


"Kenapa kau dandan saja lama.... sekali..., bukankah aku sudah bilang kalau kita itu sedang terburu-buru ..."Semula nada bicaranya tinggi karena merasa kesal, namun nada Itu menurun seketika setelah melihat penampilan Tita yang begitu berbeda dari yang bisanya.


Tita Terlihat begitu cantik dan elegan dengan gaun merah mudanya itu, tingkahnya yang tomboy menghilang seketika dari bayangan Erik.


Melihat penampilannya yang seperti ini membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi atupun memarahinya.


Ia malah terdiam kaku dan mencoba mengalihkan pandangannya yang tidak berkedip dan ingin menatapnya terus menerus.


Kenapa dia terlihat berbeda sekali, bahkan aku hampir saja aku tidak mengenalinya....


"Maaf!, aku terlalu lama!,aku bingung harus berpenampilan seperti apa tadi!,dan ini kenapa sepatunya susah sekali di buka...!"


Tita terlihat sedang sibuk mencoba memakai sepatu heels yang di berikan Erik itu dan ia terlihat sedikit kesusahan untuk memakainya.


Erik masih terdiam, mulutnya benar-benar terkunci kali ini melihat penampilannya, lalu mendekat ke arahnya dan mencoba untuk memakaikan sepatu itu untuk Tita.


"Biar aku pakaian!"


Menunduk,mengambil sepatu itu dan menyodorkannya ke arah kakinya.


Tita yang sudah berdiri langsung bertumpuan dan berpegangan di bahu Erik, membuatnya terdiam dan menatap tangan Tita yang baru saja menyentuhnya.


Namun perasaanya begitu aneh, kenapa ia sedikit merasa senang kali ini dengan sentuhan Tita yang bertumpuan di bahunya itu.


"Ayo kita berangkat!"Masih mencoba menghindari tatapan istrinya lalu berjalan terlebih dahulu.


Tita langsung terburu-buru mengikutinya dari belakang,


"Aaww..."


namun kakinya terkilir dan membuatnya jatuh di bekapan Erik.


"Apa yang kau lakukan?"Erik yang tidak ingin menatapnya malah jadi menatapnya dari dekat, karena ia tidak sengaja membekapnya yang jatuh itu.


"Maaf!,aku tidak sengaja,aku tidak terbiasa memakai sepatu ini...!"Terlihat Tita yang grogi untuk berjalan dan melangkahkan kakinya kembali setelah bangun dari bekapannya sambil mengelus pergelangan kakinya.


Lalu Erik menggandeng tanganya yang masih terdiam kaku itu untuk membantunya berjalan dan melangkah meninggalkan ruangan ini.


Dia menuntunku...

__ADS_1


dia benar-benar menuntunku...


Tita merasa begitu senang sambil mengikuti langkah Erik yang menuntunnya dengan lembut keluar kamar untuk segera menghadiri pesta itu.


__ADS_2