
Setelah mengirim email dan beberapa lampiran proposal ke komesaris perusahaan Febri cho Company City akhirnya di terima dengan baik dan keduanya sudah melakukan perjanjian meeting.
Dari Angkatan sekretaris utama sendiri sudah mengirimkan masukan lewat email tentang pertemuan mereka.
Dari pihak Perusahaan Bahara Sanjaya Group sendiri sudah menentukan tempat yang akan mereka gunakan untuk pertemuan.
Waktu sudah menjelang sore, untung saja posisi Dirut Reyhano Febri Cho sedang mengadakan kunjungan luar kota di dalam kota ini.
Kesempatan ini mempertemukan keduanya kembali setelah sekian lama.
Disebuah gedung kantor Marketing Gallery yang ada di dalam keramaian kota ini mereka sedang bertemu dan duduk berhadapan.
"Senang bertemu denganmu kembali Reyhano..."mengulurkan tangannya dan terseyum manis untuk menyapa kehadirannya.
Dengan senyuman balik juga Reyhano terseyum menatap Devino dan ikut mengulurkan tangannya.
"Aku juga senang bertemu denganmu...!,tidak menyangka juga... kau akan memimpin perusahaan dan mengadakan kerjasama kembali dan mengundangku kesini..., Tapi maafkan aku.., aku membawa istriku kemari, karena aku sedang liburan,jadi tak mungkin aku meninggalkannya di hotel sendirian bersama anakku ini...!"
Sambil merangkul istrinya yang sangat cantik di sampingnya itu.
"Ini hanyalah pertemuan individu, tenang saja..., maafkan aku juga..!, mungkin undangan ku mengganggu liburan kalian..!, aku juga tidak menyangka jika kau sedang berlibur bersama istri mu saat ini...!"
"Tidaklah...tenang saja!,perkenalkan dia Ayana istri sehidup semati ku yang sering aku ceritakan....., mungkin kau baru melihatnya kali ini...!"
"Ayana..."Menganggukkan kepalanya dengan lembut menatap Devino yang sedang tersenyum menghormatinya.
"Aku Devino,rekan bisnis suamimu...!"
"Senang bertemu denganmu...!"Ayana mengangguk sopan.
"Kalian pasangan yang sempurna..., tentu saja aku baru melihat istrimu Reyhano,kau saja baru membawanya kemari,..,dan putramu itu.., dia sangat lucu siapa namanya...?"
Sambil menatap putra kecil yang sedang berada di pangkuan Ayana Istri dari Dirut Reyhano Febri Cho.
"Dia Reyfano Febri Cho,panggil saja Reyfan!,oh....iya maafkan aku yang tak sempat datang ke acara pernikahanmu waktu itu!, karena kebetulan istriku baru saja melahirkan,belum sampai 40 hari, otomatis repot dan kasian juga jika dia harus berpergian jauh..!"
Reyhano berbicara lembut sambil mengelus rambut istrinya yang sedang duduk di sampingnya ini.
Si kecil tampak memainkan Ibu jarinya yang ia masukan berulang-ulang ke mulutnya,sambil menatap Devino yang sedang tersenyum menatap si kecil.
Mungkin tingkah seperti ini sudah biasa di lakukan oleh para balita, walaupun berulang-ulang seorang ibu melepaskan ibu jarinya yang sedang di **** itu,tetap saja namanya balita di masukan kembali ke mulutnya berulang-ulang karena merasa nyaman.
"Dia imut sekali...,aku jadi tidak sabar menggendong bayi..!"
Devino merasa gemas jadinya, menatap anak kecil yang begitu lucu di depannya membuatnya bergetar.
"haha...kau mau menggendong putraku?, gendong lah,siapa tahu impianmu kesampaian dan memiliki putra nantinya..!"
"Hehe..aku boleh menggendongnya?"
Merasa senang Devino karena ia sedang belajar dan mencoba menggendong bayi.
"Tentu saja...!"Reyhano berdiri,lalu mendekatkan putranya ke arah Devino yang masih duduk.
"Berapa usianya..?"
__ADS_1
"Hampir delapan bulan..!"
"Waw...putramu imut sekali,dia sangat lucu dan padat, bahkan dia sangat berat...!"
"Haha.. mungkin kau saja yang baru pertama kali menggendong anak kecil ya kan?"
"Iya juga kali yah...,hay.. tampan,kau mirip sekali dengan ibumu..!"Devino terseyum sendiri sambil mengajak bercanda putra kecil yang sedang ia gendong dan tampak tagang itu.
"Seharusnya jika tampan mirip aku bukan?.."Merasa tidak terima nih Reyhano, semetara istrinya sedang tersenyum menikmati suasana ini.
"Tapi dia memang mirip ibunya,iya kan...?"
"Baiklah.., mirip istriku tidak papa,yang penting jangan mirip orang lain..!,tapi aku do'akan kau akan segera di karuniai anak..!"
"Sebenarnya istriku sedang hamil juga, melihat anak mu yang lucu ini, benar-benar membuatku tidak sabar untuk menggendong anak...!"
"Wah benarkah?, syukurlah kalau begitu aku senang mendengarnya...!, bersabarlah.. yang penting istrimu sehat kali ini!"
"Iya!, melihat istriku yang tampak mual-mual setiap pagi, membuatku juga merasa kasian...!"
"Hal seperti itu sudah semestinya di rasakan oleh ibu hamil Devino, dulu aku juga begitu..!"Ayana yang tampak tersenyum mendengar perkataan Devino yang tidak tega melihat tingkah Istrinya yang seringkali mual-mual setiap pagi hari.
"Iyah...,istriku juga begitu dulu..!,gak mau makan dan mual-mual,dan...setiap kali mual ataupun mau muntah itu... ia harus menyelinap ke dalam jas ku dan menghirup aroma tubuh ku yang wangi, barulah dia sembuh dan baik-baik saja..!"
"Cuitt..., Aw..."Ayana merasa malu dan mencubit suaminya, membuatnya kaget dan menghentikan ucapannya.
"Kau membuatku malu, kenapa hal seperti ini kau ceritakan juga...!"
"it's okay..it's okay..,ini memang sangat lucu sih.., tapi untung di kamu kan Rey...!, ternyata aku baru tahu tingkah lucu orang hamil kalau sedang ngidam itu ternyata banyak dan aneh-aneh sekali yah!"
Aku tidak menyangka,dulu Reyhano sangat angkuh dan dingin, bahkan ia jarang tersenyum kepada siapapun,tapi semenjak kehadiran istrinya yang ini dia terlihat bahagia dan ceria...
"Iyah... betul juga apa katamu,baik putra maupun putri keduanya sama saja jika di latih dan di bimbing maka keduanya juga bisa menjadi pemimpin perusahaan nantinya..!"
"Mempunyai impian juga boleh!,aku dulu ingin anak pertamaku adalah laki-laki,dan sekarang menjadi kenyataan,aku mempunyai Reyfano putra pertama ku..,aku harap impianmu juga terkabulkan Dev...!"
"Aku tidak berharap lebih!,benar juga apa katamu.., baik laki-laki maupun perempuan itu sama saja, aku akan menantikan keduanya, dan yang diharapkan itu kesehatan ibu dan bayinya nanti.....!"
"Betul sekali!,semoga saja perempuan..!"Reyhano sambil tersenyum mengatakannya.
"Hah..?, kenapa jika anakku perempuan?"Devino yang mulai mengerutkan keningnya mendengar perkataan sahabat dekatnya ini.
"Kita jodohkan keduanya...!"
Waw..., belum lahir saja janin yang ada di kandungan Anjani sudah di impikan, terlebih jika ia terlahir laki-laki maka berlian biru menantinya, jika pun ia perempuan ia akan menjadi pewaris harta serta calon mempelai putri yang kaya raya nantinya.
Entah apa yang di lakukan oleh keduanya di pertemuan ini, seharusnya mereka membahas perkembangan perusahaan, tetapi malah membahas tentang anak dan masa kedepannya.
"Oe...oe..!"Reyfano yang mulai membuka suaranya dan tidak betah berlama-lama di gendongan orang lain.
"Wah dia bosan bersamamu...!"Reyhano yang sedang tertawa kecil meminta putranya kembali dari gendongan Devino.
"Mungkin dia lapar..?"Ayana yang langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil putranya dari gendongan suaminya itu.
"Danu..!"Reyhano langsung memanggil Danu yang sedang berdiri di luar ruangan bersama Erik.
__ADS_1
Danu adalah tangan kanan Reyhano sama halnya dengan Erik tangan kanan Devino.
Ia langsung bergegas dan menghampiri Tuan mudanya yang memangil itu.
"Antar Ayana ke mobil, Reyfan nangis..!"
"Baik Tuan Muda..!"
Danu langsung bergegas mengantar Nona Ayana untuk kembali ke dalam mobil.
"Oh...iya, bagaimana kita lupa akan pembahasan dan pertemuan kita kali ini, seharusnya kita membahas urusan kantor bukan...?"
Keduanya langsung melanjutkan pembicaraan pokok yang di rencanakan dari awal.
"Iya...,aku juga ingin membahas ini, mungkin keadaan bulan-bulan lalu tampak memicu adanya retakan kerja sama kita saat ini...!"
"Karena bukan kau yang memimpin aku tahu itu..!"Reyhano sambil menyeruput secangkir kopinya dengan santai.
"Aku akui tidak ada yang sehebat dirimu Devino..!"
"Jangan berlebihan, ini membuatku tidak nyaman..!, apapun itu kita harus merevisi kembali dan lakukan dengan lebih baik lagi kedepannya...!"Membuka leptopnya.
"Aku setuju...!"ikut Membuka leptopnya juga.
Keduanya langsung membahas dan membicarakan tentang perusahaan dengan sangat serius dan detail untuk kemajuan bersama.
Hingga grafik dan data-data mereka merevisi ulang kembali, supaya tidak terjadi kejanggalan di antara keduanya.
Satu jam berlalu, keduanya selesai mengurusi urusan mereka.
"Baiklah, semoga kedepannya kejayaan kita akan semakin meningkat!"Mengulurkan tanganya untuk segera mengakhiri pertemuan ini.
"Aammmin,kita akan berusaha untuk melakukan yang terbaik kedepannya!"
"Oh...iya, mumpung kau sedang berlibur mainlah kerumah, sudah lama kau tidak datang dan menginjakan kaki di rumahku!"
"Baiklah.., lusa aku akan datang bersama istriku ke rumah mu, sekalian berkenalan dengan istrimu Dev..."langsung pergi meninggalkan ruangan ini.
"Baik aku tunggu...!"
Notte;
Hai semua!..🤭,
Bagi kalian yang penasaran dengan siapa sebenarnya Reyhano dan Ayana yang begitu detail dan mendalam lagi,maka ada di Novel sebelah yah!, judulnya Monopoli Cinta Tuan Muda...
Tentunya hal ini akan semakin greget dan tahu latar belakang cinta keduanya yang begitu rumit sama halnya dengan Devino dan Anjani.
Semoga saja cerita ini akan lebih seru lagi karena saling di per-satukan.
Thanks you,
Salam hangat dari Author; Sagita Chn.
Sehat selalu semua..,😘😍🤗
__ADS_1