My Marriage Because Of Scandal

My Marriage Because Of Scandal
Kabar Baik


__ADS_3

"Pah..., Papah... Anjani pingsan Pah!.."Teriakan Devino memenuhi penjuru langit dan bumi di rumah ini.


Ia terlihat begitu panik dan khawatir.


"Ada apa Tuan Muda?"ketua Pelayan yang sudah datang terlebih dahulu mendengar teriakannya yang begitu panik.


"Suruh Papah panggilkan dokter sekarang!"


oh.. dia pingsan,


"Baik Tuan Muda, tunggu sebentar...!"


Ketua Pelayan langsung bergegas dan memberitahu semua ini kepada Tuan Besar yang masih makan di meja makan itu.


Ia tampak berlari menghampirinya,


"Maaf Tuan besar!,Nona muda pingsan di kamar mandi...!"


"Apa?.." beranjak berdiri dan langsung meninggalkan meja makan untuk menemui putra dan menantunya.


"Kakak pingsan...?"Diva merasa keget juga dan segera mengikuti langkah ayahnya untuk menyusul ke-dua kakaknya itu.


Lihat Diva!, sekarang ia terlihat begitu sayang kepada Anjani,


ini tidak boleh terus di biarkan..


Nyonya besar tidak ada rasa khawatirnya sama sekali, bahkan ia merasa begitu kesal dengan putrinya yang ikut panik itu menyusul Papahnya untuk menemui Anjani.


Anjani pingsan?,


kenapa dia,kenapa dia bisa pingsan?


Daniel juga memberhentikan makannya dan ikut terdiam, mendengar Anjani pingsan membuatnya penasaran sendiri.


Tatapan ketua Pelayan dan nyonya besar tampak bekerja sama, keduanya bertatapan dengan mimik wajah sinisnya masing-masing melihat Tuan besar yang ikut panik meninggalkan meja makan membuat keduanya geram.


Lalu Nyonya besar mengalihkan wajahnya untuk memberi isyarat agar ketua Pelayan itu segera mengikuti langkah Tuan besar yang pergi.


Setelah itu ia akan memberikan informasi yang ia tangkap dari yang ia tahu kepada Nyonya besar seperti biasanya.


Jangan sampai jika dia hamil, Papah benar-benar akan semakin sayang kepadanya nanti,


terlebih jika ia sampai melahirkan anak laki-laki dan menjadi penerus Devino nantinya...


ini tidak boleh di biarkan...


Dan berlian biru yang Papah janjikan waktu lalu juga akan jatuh ke tangannya...,tidak... tidak... Emely juga harus hamil..


"Daniel, Emely!, kapan kalian berdua memberikan tahu kabar baik tentang cucu kepada Mamah?..."Tanya mamah sontak, karena merasa penasaran dan merasa gelisah sendiri dengan pikirannya yang sudah kemana-mana itu.


"Cucu...?"Emely langsung terseyum canggung menatap ibu mertuanya yang tampak serius itu.


"Iya...!,aku ingin kau segera hamil Emely!, mamah juga ingin kau cepet hamil!, lebih senang lagi jika kau akan melahirkan anak laki-laki nantinya..!"


Kenapa begitu, kenapa harus terburu-buru..?,


"Apaan sih mah?, kenapa harus terburu-buru si?.., lagian kalau belum waktunya di kasih momongan kita bisa apa coba?, kenapa harus terburu-buru si...?"


Daniel yang merasa pusing sendiri dan tertekan dengan ocehan Mamahnya sehari-hari,ia mengekang ini itu membuatnya tidak nyaman.


Terlebih karena hidupnya yang begitu sibuk dengan urusan kantor yang harus ia kerja-i mebuatnya semakin pusing saja.


"Daniel!,kau tahu..?, berlian biru masih berada di tangan Papah, dan dia sudah berjanji akan memberikan berlian yang tidak ada duanya itu kepada ibu yang melahirkan cucu pertama dan itu laki-laki, mungkin ini hanya sekedar berlian!,tapi nilainya hampir separuh dari kekayaan yang kita miliki!, memang kau tidak ingin itu...?"

__ADS_1


Apa lagi si ini..?, sekarang ada berlian biru juga...,apa maksudnya?, keluarga ini benar-benar kaya raya...


"Ya sudah tanyakan saja sendiri pada Emely!,apa kau sudah hamil sayang...?"Tanya Daniel gregetan, karena sikap Nyonya besar yang selalu menyudutkannya itu.


Emely menggelengkan kepalanya, karena ia belum tahu tanda-tanda kehamilan itu bagaimana, bahkan ia juga belum merasakan hal aneh kepada dirinya itu.


Namun untuk masalah menstruasi ia juga merasa telat dan belum juga datang bulan sampai saat ini,


Tapi aku juga belum menstruasi..., kira-kira aku sudah hamil belum?..


Bertanya-tanya sendiri kepada dirinya, mendengar perkataan ibu mertuanya juga membuatnya ingin dan tertarik untuk segera hamil.


*****


"Anjani kenapa Devino?"Tuan besar, menghampiri Putranya yang sedang menggendong istrinya untuk membawanya ke dalam kamar.


"Aku tidak tahu Pah!,dia muntah-muntah tadi! tolong panggilkan dokter Pah!"


"Iya udah!, bawa istrimu ke kamar!, Papah akan panggilkan dokter segera ke sini..!"


"Iyan Pah...!"


Tuan besar segera memanggil dokter ke rumahnya, sementara semuanya sedang menunggu kedatangan dokter dan pura-pura peduli juga pada Anjani.


"Anjani kenapa Dev?,apa badannya panas?"bertanya dengan nada lembutnya dan mendekati Anjani yang terbaring lekas di atas ranjang.


"aku tidak tahu mah!, badannya Lumayan hangat si mah...!"Devino terlihat begitu khawatir kali ini, bahkan matanya sudah berkaca-kaca menatap istrinya,lalu membelai kepalanya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Cih segitu sayangnya dia dengan wanita ini...,


sehingga sampai berkaca-kaca begitu?


"Tenganlah Dev!, Anjani pasti baik-baik saja!, percayalah kepada mamah...!"mencoba bersikap lembut di depan Putranya dan membelai kepala menantunya ini dengan lembut.


Emely merasa heran sendiri kepada ibu mertuanya yang pandai sekali dalam berakting.


Tak lama kemudian dokter pun datang dan masuk ke dalam kamar setelah di sambut dan di antara oleh ketua pelayan ke kamar ini.


Dokter begitu wangi dan segar, sampai-sampai Emely yang menghirup udara parfumnya saat ia lewat menjadikannya enek sendiri,


"Huek..."menutup mulutnya tiba-tiba.


"Sayang..."Daniel merasa panik menatap istrinya lekat.


"huek....huek.."terus merasa mual.


Lalu berlari keluar ruangan kamar ini meninggalkan suaminya Daniel.


"Sayang...kau kenapa?"ikut berlari mengejar istrinya.


Aneh...kenapa dengannya?,apa dia sedang hamil?...


Dokter pun mengerutkan dahinya, melihat tingkah Emely yang seperti itu membuatnya penasaran.


Jangan.. jangan Emely hamil...


Nyonya besar tampak merasa senang, bahkan ia meninggal ruangan kamar untuk menemui menantunya yang pergi meninggalkan ruangan itu.


"Segera periksa Istri saya Dok!,dia kenapa..?, kenapa dia pingsan.."


"Baik Tuan Muda!, tunggu sebentar yah..!,saya akan segera memeriksanya!"


langsung mengeluarkan peralatan medisnya dan segera memeriksanya dengan baik.

__ADS_1


Tuan besar juga terlihat gelisah dan tidak tenang, terlebih melihat putranya yang berkaca-kaca membuatnya keluar ruangan untuk menangkan dirinya.


Namun sebelum dokter memeriksanya dan baru saja memegang tangan Nona mudanya untuk diperiksa, Anjani sudah berkutik dan tersadar terlebih dahulu.


"Anjani..."Devino merasa senang melihat istrinya sadar.


"Huek...huek..!"merasa mual juga setelah menghirup aroma parfum dokter yang wangi itu.


"Nona...!"


"Dok!, kenapa anda wangi sekali...?"Sambil menutupi hidungnya dan menahan nafas.


Perasaan aku gak wangi-wangi banget,kenapa mereka berdua sama...


apa keduanya sedang hamil?


Dokter langsung mengingat tingkah Emely tadi, lalu terseyum penuh dengan ketenangan dan memberinya sebuah masker.


"Pakailah ini Nona!, hanya sebentar!, sebentar saja selama saya memeriksa Anda...!"memberinya sebuah masker dan memakaikannya kepada Anjani.


"Istri saya baik-baik saja kan Dok..?, sayang..kamu tidak papah kan..?"Devino semakin panik saja melihat istrinya menggunakan masker.


"Aku tidak papa Sayang..,hanya pusing dikit!"Menjawab pelan dengan nada lemesnya sambil terseyum menatap suaminya yang bertanya itu.


Lalu Dokter segera memeriksa denyut nadinya, debaran jantung dan nafas,serta area perut Nona mudanya.


Tampak Dokter yang terlihat semakin tenang dan terus memeriksa Nona mudanya dengan begitu detail.


"Bagaimana Dok?, istriku baik-baik saja kan?"melihat dokter yang tampak selesai memeriksa istrinya itu.


Sambil mencopot peralatan medisnya, dokter terseyum menatap Tuan mudanya dan menjawab semua pertanyaannya tadi.


Sementara Anjani masih terdiam memakai maskernya ikut menatap Dokter untuk mendengarkan bicaranya.


"Nona muda baik-baik saja Tuan Muda!, tapi saya sarankan untuk Nona sendiri agar istirahat yang cukup dan tidak kecapean yah...!, karena darah anda begitu rendah Nona!,.., mungkin anda terlalu banyak beraktivitas hingga menyebabkan anda seperti ini..!"


"Tapi istriku tidak papa kan Dok?,dia benar-benar baik-baik saja kan?.."


"Tentu saja..!,Istri Anda baik-baik saja Tuan muda!,dan ini vitamin yang perlu Nona muda minum agar kandungannya juga sehat berserta ibunya...!"Dengan terseyum dokter mengatakan hal baik ini,sambil memberikan vitamin itu kepada Devino.


Membuat Anjani dan Devino terbelalak mendengarnya.


"Apa...?"


"istri saya sedang hamil Dok..?"


"Aku hamil..?" Anjani berkaca-kaca mendengar kabar baik ini,lalu Mengelus perutnya sendiri dengan lembut sambil menatap suaminya yang sedang tersenyum.


"Iya..!, Nona muda sedang hamil muda!, selamat ya Tuan Muda.., anda akan segera menjadi seorang Ayah!"


Dokter mengulurkan tangannya dan memberinya selamat atas kabar baik ini.


"Terimakasih Dok!..."


"Sama-sama Tuan Muda!, baiklah, kalau begitu saya permisi...!"


"Terimakasih banyak Dok!"Devino sudah berkaca-kaca begitu bahagia menatap istrinya yang terbaring itu.


"Anjani, muach...!"memberikan kecupan di keningnya lembut, lalu menatapnya dengan penuh rasa bahagia dan berkaca-kaca-nya.


"Jaga kesehatanmu dan kandungan mu!, maafkan aku, aku belum bisa menjagamu dengan baik!"


"Apa yang kau katakan?...,jaga kesehatanmu juga!,kau selalu menjagaku dengan baik selama ini..!, muach..!"membalas ciumannya di pipi suaminya dan memeluknya erat.

__ADS_1


keduanya tampak terharu dan begitu bahagia mendengar kabar baik ini.


__ADS_2